Berita

Keluarga Besar Waromi–Solossa Gelar Aira, Sambut Pulangnya Yosua Artur Waromi yang Berprestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Keluarga Besar Waromi–Solossa menggelar upacara adat Aira serta syukuran keluarga untuk menyambut kepulangan Yosua Artur Waromi, siswa berprestasi berusia 11 tahun, di kediaman keluarga di Jalan Ayapo, Abepura, Kota Jayapura, Kamis (11/12/2025) pagi.

Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban, diawali doa serta khotbah singkat sebelum prosesi adat dilakukan. Dalam tradisi Aira, ritual penerimaan dalam budaya Papua asli keluarga melaksanakan prosesi menginjak piring dan membasuh muka sebagai simbol penerimaan kembali anggota keluarga yang pulang dengan selamat setelah bepergian.

“Aira adalah upacara penerimaan bagi anggota keluarga yang untuk pertama kali keluar dari rumah lalu kembali dengan selamat. Kami menyambutnya dengan sukacita melalui prosesi menginjak piring dan membasuh muka sebagai tanda penerimaan,” ujar Dolfina C. Koirewoa.

baca juga: PGGS Inisiasi Natal Perdana Mahasiswa se-Jayapura, Tekankan Sinergi Strategis Gereja dan Kampus

Selain prosesi adat, keluarga turut memberikan hadiah serta gantungan makanan simbolis sebagai bentuk restu dan ungkapan sukacita kepada Yosua, putra dari Calvin Cristian Waromi dan Beatrix Agustina Solossa.

Yosua, siswa kelas VI SD Negeri 3 Abepura, baru kembali dari kegiatan pendidikan “Genius Indonesia” di Jakarta yang berlangsung selama empat hari sejak 7 Desember 2025. Dalam ajang bergengsi tersebut, ia mewakili Papua bersama puluhan peserta dari 80 sekolah berbagai provinsi.

“Teman-teman dari Kalimantan Tengah, Batam, Sumatera Barat, Aceh, Sorong, dan banyak daerah lain ikut juga. Dari Papua, hanya saya dan satu teman dari Sorong,” tutur Yosua.

baca juga: PSM Unmus Merauke Tembus Lima Besar Uncen Christmas Choir Competition 2025

Selama kegiatan, ia mengikuti beragam aktivitas, antara lain permainan tradisional, membuat kerajinan dari daun kelapa, hingga kuis Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dari semua kegiatan, Yosua mengaku paling tertarik pada aktivitas membuat dan menggambar pola layangan.

Menurut sang ibu, Beatrix Agustina Solossa, Yosua dikenal sebagai anak yang disiplin, berani tampil, dan memiliki keinginan belajar yang tinggi.

“Setiap pulang sekolah, dia mengulang pelajaran. Dia suka mencari tahu hal baru, membuka YouTube, menulis, dan mencoba berbagai kegiatan. Dia bisa menjadi MC, pendongeng, dan tidak pernah malu tampil,” ujarnya.

Yosua juga dikenal rajin bangun pagi serta memiliki antusiasme tinggi mengikuti kegiatan sekolah maupun komunitas, seringkali tanpa dorongan orang tua.

Ketika ditanya tentang cita-cita, Yosua menjawab singkat namun pasti: “Pilot.”

Ia juga menyampaikan pesan sederhana untuk anak-anak Papua lainnya:
“Teman-teman, jangan pernah menyerah.”

Acara syukuran ditutup dengan nyanyian rohani keluarga yang menambah hangat suasana penyambutan atas kepulangannya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Proses Mandek, Konflik Mengintai: HPMN Kritik Kinerja Pansus DPRK Nduga

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mandeknya proses pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga memicu tekanan terbuka dari mahasiswa,…

11 jam ago

Tokoh Adat dan Pemda Nabire Sepakati Tolak Aksi Long March, Polisi Tetap Fasilitasi Demonstrasi

NABIRE, TOMEI.ID | Rencana aksi Front Rakyat Bergerak dalam bentuk long march resmi ditolak. Kesepakatan…

12 jam ago

785 Personel Dikerahkan, Polres Nabire Kunci Lima Titik Hadapi Aksi Front Rakyat Bergerak

NABIRE, TOMEI.ID | Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengerahkan 785 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi…

12 jam ago

Frant Rakyat Bergerak Seruhkan Aksi Mogok di Nabire, Bakal Angkat Isu Freeport, Otsus, dan MRP

NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak menyerukan aksi demonstrasi…

1 hari ago

Honai Tak Boleh Sunyi: Seruan Menyelamatkan Budaya Aplim Apom

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah laju zaman yang terus bergerak, budaya leluhur orang Aplim Apom…

1 hari ago

Jumat Agung di Tanah Luka: Salib Kristus dan Jeritan Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Jumat Agung seharusnya menjadi ruang hening untuk mengenang penderitaan Yesus Kristus. Namun…

1 hari ago