Berita

Keluarga Pertanyakan Legalitas Penangkapan Ketua KNPB Yahukimo dan Sejumlah Warga di Dekai

DEKAI, TOMEI.ID | Keluarga dan pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Yahukimo mempertanyakan prosedur hukum terkait penangkapan Ketua KNPB Sektor Solbi beserta sejumlah warga sipil oleh aparat gabungan di Kota Dekai, Minggu (22/2/2026).

Penangkapan tersebut dilaporkan terjadi di kawasan KPU lama sekitar pukul 14.10 WIT. Operasi tersebut diduga melibatkan personel dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Satgas Operasi Habema. Namun, hingga Senin (23/2), pihak keluarga mengaku belum menerima surat perintah penangkapan maupun penjelasan resmi mengenai status hukum para terduga.

Perwakilan KNPB bersama pihak keluarga telah mendatangi Markas Polres Yahukimo pada Senin pagi untuk meminta klarifikasi. Mereka menyayangkan tindakan aparat yang dinilai tidak transparan.

“Kami mendatangi Polres untuk meminta penjelasan. Saat penangkapan, aparat tidak menunjukkan surat perintah. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai legalitas proses yang sedang berjalan,” ujar salah satu perwakilan keluarga kepada tomei.id.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kasat Reskrim Polres Yahukimo dilaporkan menyatakan bahwa pemeriksaan resmi belum dilakukan dan direncanakan baru akan dimulai pada Selasa esok. Kondisi ini dinilai keluarga bertentangan dengan prinsip transparansi dalam hukum acara pidana (KUHAP), di mana hak keluarga untuk mengetahui alasan penahanan seharusnya segera terpenuhi.

Atas ketidakjelasan tersebut, KNPB Yahukimo mendesak Kapolres Yahukimo untuk segera membebaskan warga yang ditahan jika tidak ditemukan dasar hukum dan alat bukti yang kuat. Mereka juga meminta dukungan dari tokoh gereja, kepala suku, dan intelektual lokal untuk mengawal kasus ini agar tidak terjadi pelanggaran hak asasi manusia.

Selain itu, pihak keluarga menyatakan telah berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua untuk memberikan pendampingan hukum selama proses pemeriksaan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi tomei.id telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Yahukimo dan Humas Satgas Damai Cartenz terkait dugaan ketertutupan prosedur ini. Namun, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian.

Situasi di Dekai dilaporkan tetap kondusif, meski masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi untuk mencegah simpang siur dan eskalasi ketegangan di tengah dinamika keamanan di Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

6 jam ago

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…

7 jam ago

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Setelah empat hari bertahan di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari, mahasiswa…

7 jam ago

Gubernur Papua Barat Tangani Krisis Hunian Mahasiswa Yahukimo, Pembina Dorong Asrama Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan tempat tinggal yang dialami lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo…

8 jam ago

Pdt. Menaser Labene Klarifikasi Pemberian Dua Anggota Polres Puncak: Amplop Berisi Rp100 Ribu dan Bingkisan Sembako

ILAGA, TOMEI.ID | Hamba Tuhan Pdt. Menaser Labene memberikan klarifikasi terkait kedatangan dua anggota Polres…

8 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen, OPD Diminta Percepat Kerja Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong percepatan kerja seluruh perangkat daerah untuk…

8 jam ago