Berita

Kepsek SD YPPK Tuguda Toubaikebo Antar Langsung Lulusan Daftar ke SMP, Upaya Nyata Cegah Putus Sekolah di Mapia Tengah

MAPAHA, TOMEI.ID | Kepala Sekolah SD YPPK Tuguda Toubaikebo, Ivo Tebai, mengantar langsung siswa-siswi kelas VI tamatan tahun 2026 untuk mendaftarkan diri ke SMP Negeri 01 Mapia Tengah, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Rabu (10/6/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah pertama serta mencegah terjadinya putus sekolah di wilayah pedalaman.

Proses pendaftaran berlangsung di lingkungan SMP Negeri 01 Mapia Tengah dengan pendampingan langsung dari pihak sekolah dasar. Para siswa mengikuti tahapan pendaftaran secara tertib didampingi guru-guru yang selama ini membina mereka.

Kepala Sekolah SD YPPK Tuguda Toubaikebo, Ivo Tebai, menegaskan bahwa tanggung jawab seorang pendidik tidak berakhir ketika siswa menerima ijazah sekolah dasar.

“Saya lakukan ini karena tanggung jawab saya tidak selesai saat mereka terima ijazah SD. Saya mau pastikan mereka benar-benar lanjut sekolah. Kalau tidak dikawal, banyak anak kita, apalagi anak perempuan, bisa putus sekolah karena kendala jarak, biaya, atau orang tua yang kurang paham urusan daftar,” ujarnya.

Menurutnya, anak perempuan di wilayah pedalaman masih menghadapi risiko lebih besar untuk tidak melanjutkan pendidikan akibat berbagai keterbatasan yang dihadapi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Di kampung kami, anak perempuan paling rentan berhenti sekolah. Padahal kalau anak perempuan dididik baik, dia akan angkat keluarganya, angkat kampungnya. Saya tidak mau lihat murid saya nikah muda atau tinggal di rumah saja padahal mereka pintar. Mereka harus sekolah setinggi mungkin,” katanya.

Ia menilai pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua. Karena itu, setiap anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang lebih tinggi.

“Semoga anak-anak murid saya banyak membaca buku dan menulis untuk melawan arus sistem yang menindas dan menyengsarakan bangsa Papua. Sekolah itu bukan hanya cari ijazah. Sekolah itu untuk buka pikiran, supaya mereka tahu hak mereka, tahu jati diri mereka, dan bisa jaga tanah ini di masa depan,” tuturnya.

Dukungan yang diberikan pihak sekolah mendapat respons positif dari para siswa. Marta, salah satu lulusan yang mengikuti pendaftaran, mengaku semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan setelah mendapat perhatian langsung dari kepala sekolah.

“Senang sekali, Kaka. Saya rasa bangga. Bapak Kepala Sekolah ikut dalam proses pendaftaran. Saya merasa diperhatikan. Jadi semangat mau sekolah tinggi lagi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Yonas. Ia mengaku lebih percaya diri menghadapi jenjang pendidikan baru setelah mendapat dorongan dari para guru.

“Awalnya malu, tapi lama-lama jadi kuat. Karena Bapak Kepala Sekolah bilang, ‘Kamu harus sekolah tinggi supaya bisa bantu kampung.’ Jadi saya rasa ada yang dukung saya. Tidak takut lagi masuk SMP,” katanya.

Sementara itu, Melani menilai perhatian yang diberikan sekolah menjadi motivasi bagi anak-anak perempuan untuk terus mengejar pendidikan.

“Saya terharu. Bapak guru selalu bilang anak perempuan harus sekolah. Waktu Bapak antar kami, saya rasa perempuan juga penting. Saya mau buktikan saya bisa. Saya mau banyak baca buku seperti pesan Bapak, supaya pintar dan bisa lawan yang tidak adil,” ungkapnya.

Pengantaran langsung siswa ke sekolah tujuan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen tenaga pendidik dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman Papua. Langkah itu juga menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pendampingan aktif agar setiap anak tetap berada di jalur pendidikan dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Hujan Es dan Kekeringan Rusak Kebun Warga Papua Pegunungan, DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Bantuan

WAMENA, TOMEI.ID | Fenomena alam berupa hujan es dan kekeringan melanda sejumlah wilayah di Papua…

20 jam ago

HPMY Apresiasi Dukungan Ketua DPRK Yahukimo, Dorong Perhatian terhadap Generasi Muda Tak Berhenti pada Seremoni

PARE, TOMEI.ID | Dukungan terhadap kegiatan pelajar dan mahasiswa dinilai bukan sekadar bantuan untuk menyukseskan…

21 jam ago

Dari Pare, HPMY Dorong Mahasiswa Yahukimo Jadikan Organisasi sebagai Ruang Menempa Pemimpin

PARE, TOMEI.ID | Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (HPMY) menggelar Seminar Sehari di Pare, Jawa…

21 jam ago

Wakil Rektor III Uncen Buka Penguatan Kapasitas dan Raker BEM 2026–2027, Tekankan Program Berdampak

JAYAPURA, TOMEI.ID | Keluarga Besar Mahasiswa Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)…

21 jam ago

Pendidikan Bukan Sekadar Gedung, Papua Tengah Membutuhkan Sekolah yang Membentuk Manusia

NABIRE, TOMEI.ID | Pendidikan Papua tidak boleh berhenti pada pembangunan ruang kelas, pengadaan fasilitas, atau…

21 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Rp56 Miliar untuk Perkuat Fasilitas SPH Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan komitmen pemerintah menyiapkan anggaran Rp56 miliar…

1 hari ago