Berita

Klaim TPNPB dan Klarifikasi Keluarga Yuten Gurik Berseberangan, Isu Keamanan Sipil Menguat

TOLIKARA, TOMEI.ID | Pernyataan juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, terkait penetapan seorang aparatur sipil negara (ASN) sebagai target, memicu respons dari pihak keluarga yang menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus permohonan maaf terbuka kepada publik.

Dalam siaran pers tertanggal Sabtu (28/3/2026), Sebby Sambom menyebut Yuten Gurik, pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tolikara yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh TPNPB. Ia menuding yang bersangkutan terlibat dalam aktivitas yang diklaim berkaitan dengan dukungan terhadap operasi aparat keamanan.

“Yang bersangkutan kami tetapkan sebagai DPO karena diduga membantu operasi militer Indonesia,” ujar Sebby dalam pernyataan resminya.

Selain itu, TPNPB juga menuding adanya pemberian informasi kepada pihak militer terkait kondisi di wilayah Tolikara. Berdasarkan klaim tersebut, kelompok ini mengeluarkan ancaman terhadap individu yang bersangkutan serta pihak lain yang dianggap memiliki keterkaitan.

Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga Yuten Gurik menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas pernyataan yang sebelumnya beredar di ruang percakapan dan dinilai menimbulkan keresahan.

“Kami dengan rendah hati memohon maaf atas perkataan yang telah disampaikan, yang mungkin menyinggung perasaan Bapak/Ibu dan saudara/i sekalian,” ujar perwakilan keluarga dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada hari yang sama.

Keluarga menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan maksud untuk menyakiti pihak mana pun. Mereka menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Yuten Gurik menjadi faktor penting yang perlu dipahami dalam konteks peristiwa tersebut.

Menurut keterangan keluarga, yang bersangkutan pernah menjalani perawatan terkait gangguan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Abepura dan hingga kini masih dalam tahap pemulihan dengan kontrol medis secara rutin.

Dalam kondisi tertentu, terutama saat kesehatan menurun, Yuten Gurik disebut mengalami kesulitan dalam mengontrol ucapan, sehingga berpotensi menimbulkan pernyataan yang tidak tepat dan memicu kesalahpahaman.

“Kami menegaskan tidak ada niat untuk menyakiti siapa pun. Ini murni karena kondisi kesehatan yang sedang dialami,” lanjut pihak keluarga.

Keluarga juga menyampaikan komitmen untuk terus melakukan pendampingan serta memastikan proses pengobatan berjalan secara berkelanjutan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Redaksi tomei.id mencatat pihak keluarga telah menyampaikan klarifikasi secara terbuka, di tengah perbedaan klaim dengan TPNPB yang menempatkan situasi pada posisi sensitif serta berpotensi berdampak pada keamanan masyarakat sipil di Tolikara. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pdt. Yulianus Anouw Dorong Pemuda Kingmi Efata Teguh dalam Iman di Tengah Tantangan Zaman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda dan pemudi Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, didorong…

15 jam ago

EPPD Papua Tengah Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Marthen Ukago: Evaluasi Harus Jadi Peta Jalan Perbaikan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, menegaskan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) berdasarkan…

16 jam ago

Agustinus Pigai Ajak DPR Jalur Otsus di Tanah Papua Bersatu Kawal Hak Masyarakat Adat OAP

DOGIYAI, TOMEI.ID | Wakil Ketua III DPRK Dogiyai dari jalur pengangkatan/Otonomi Khusus (Otsus), Agustinus Pigai,…

3 hari ago

Kunjungi Intan Jaya, Kapolda Papua Tengah: Jangan Pernah Merasa Sendiri

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengingatkan kepada personel TNI-Polri yang…

3 hari ago

Fransina Wakei Resmi Dilantik Pimpin Asrama Putri Nabire di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fransina Wakei resmi dilantik sebagai pengurus baru Asrama Putri Nabire di Manokwari dalam…

3 hari ago

HIPMI Papua Pegunungan Dorong KONI Kembangkan Sport Industry Jelang PON XXII

WAMENA, TOMEI.ID | Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia…

3 hari ago