Berita

KLB Campak Manokwari, Pemkab Siapkan ORI 5–17 Oktober

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Manokwari memperkuat langkah penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dengan menyiapkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) pada 5–17 Oktober 2026.

ORI tersebut menyasar anak usia 9 bulan hingga kurang dari 5 tahun dengan target cakupan imunisasi sebesar 95 persen. Langkah ini menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap peningkatan kasus Campak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, menjadi salah satu narasumber yang menjelaskan kondisi kasus dan langkah penanggulangan yang disiapkan pemerintah. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 70 kasus suspek Campak yang tersebar di delapan wilayah kerja puskesmas.

Dari jumlah tersebut, tiga kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, sebanyak 47 kasus atau sekitar 67 persen merupakan balita dan 49 kasus atau sekitar 70 persen disebut tidak memiliki bukti imunisasi.

Kampung Susweni, wilayah kerja Puskesmas Amban, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian. Dalam pemaparan disebutkan terdapat 13 pasien dalam kurun waktu sekitar 20 hari.

Kondisi tersebut mendorong penguatan langkah penanggulangan yang tidak hanya berfokus pada pasien. Pemerintah juga perlu memastikan surveilans, penemuan kasus, pelaporan, pemeriksaan, dan tindak lanjut berjalan cepat untuk mengendalikan potensi penularan di masyarakat.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mince Wilil, SKM., M.Kes., memaparkan strategi penanggulangan tersebut dalam sosialisasi Campak Rubella sekaligus penanganan KLB Campak Kabupaten Manokwari tahun 2026, Selasa (29/9/2026).

Mince menjelaskan lima materi utama yang menjadi perhatian dalam sosialisasi, yakni pengenalan Campak dan Rubella, situasi Campak di Manokwari, alasan Campak perlu ditanggulangi sebagai KLB, pelaksanaan ORI, serta peran berbagai pihak ketika menemukan kasus yang dicurigai.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur distrik, lurah, kepala kampung, kader, RT dan guru. Pelibatan berbagai unsur tersebut diarahkan untuk memperkuat penyampaian informasi, meningkatkan kewaspadaan, serta mempercepat pelaporan apabila ditemukan kondisi yang mengarah pada Campak.

Masyarakat yang menemukan kondisi mencurigakan diharapkan segera melaporkannya kepada petugas kesehatan. Informasi tersebut penting agar petugas dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut sesuai kondisi kasus.

ORI menjadi bagian penting dalam respons KLB karena diarahkan untuk meningkatkan perlindungan anak terhadap Campak. Pelaksanaannya membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan, pendataan sasaran, ketersediaan logistik, serta koordinasi dengan unsur pemerintahan dan masyarakat.

Target cakupan sebesar 95 persen juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Pemerintah distrik, kelurahan, kampung, kader, RT dan guru diharapkan membantu menyampaikan informasi kepada orang tua serta memastikan anak yang menjadi sasaran memperoleh pelayanan imunisasi.

Penanggulangan KLB Campak di Manokwari pada akhirnya membutuhkan respons yang terintegrasi, mulai dari surveilans, penemuan dan pelaporan kasus hingga pelaksanaan imunisasi. Koordinasi lintas sektor menjadi penting agar setiap tahapan penanganan dapat berjalan secara terukur dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Dengan ORI yang dijadwalkan berlangsung 5–17 Oktober 2026, pemerintah menargetkan cakupan imunisasi mencapai 95 persen. Pelaksanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus mendukung pengendalian kasus Campak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Minta OPD Integrasikan Data dan Program untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah delapan…

30 menit ago

Pemprov Papua Tengah Rekrut Petugas Lapangan, Percepat Verifikasi Data OAP di Delapan Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah akan merekrut petugas lapangan untuk mempercepat pendataan,…

1 jam ago

Kemendagri Apresiasi Kinerja Paniai Perkuat Akses dan Mutu Pendidikan

PANIAI, TOMEI.ID | Komitmen Pemerintah Kabupaten Paniai memperkuat akses dan kualitas pendidikan mendapat apresiasi dari…

1 jam ago

Deinas Geley Terima Penghargaan Terbaik I Program 3 Juta Rumah untuk Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menerima penghargaan Terbaik I Pemerintah Daerah…

2 jam ago

LBH GIDI Resmi Diluncurkan, Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Rentan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) resmi meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GIDI…

2 jam ago

Respons El Nino, Pemprov Papua Pegunungan Salurkan 17 Ton Bantuan Pangan ke Jayawijaya

WAMENA, TOMEI.ID | Sebagai langkah cepat memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus menekan risiko krisis pangan…

2 jam ago