Berita

KNPB Manokwari Bacakan Pernyataan Sikap, Desak Perhatian Internasional atas Isu Darurat Militer dan Kemanusiaan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Manokwari membacakan pertanyaan sikap Nasional Bangsa Papua di Asrama Mahasiswa Jayawijaya, Kota Studi Manokwari, Papua Barat, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. 

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta itu mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” sebagai bentuk penyampaian sikap resmi organisasi mengenai situasi politik, keamanan, dan kemanusiaan di Papua.

Pembacaan pernyataan dipimpin Alexander Nekenem berdasarkan dokumen resmi Badan Pengurus Pusat (BPP) KNPB Nomor 112.1/SP/EXTER/BPP-KNPB/V/2026. Dokumen tersebut diterbitkan dalam rangka memperingati 63 tahun sejak 1 Mei 1963.

Dokumen itu memuat pandangan organisasi mengenai sejarah politik Papua, kondisi keamanan, situasi kemanusiaan, serta sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Indonesia dan berbagai lembaga internasional.

Dalam penyampaiannya, Alexander Nekenem menegaskan bahwa Pernyataan Nasional Bangsa Papua merupakan sikap resmi organisasi yang ditujukan kepada rakyat Papua, diaspora Papua, dan komunitas internasional.

Menurutnya, KNPB berpandangan bahwa persoalan Papua belum memperoleh penyelesaian yang adil sehingga mendesak perhatian masyarakat internasional.

Melalui dokumen tersebut, KNPB menguraikan pandangannya terhadap sejumlah peristiwa sejarah, mulai dari 1 Desember 1961, New York Agreement 1962, 1 Mei 1963, hingga Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969. Organisasi itu menyatakan rangkaian peristiwa tersebut menjadi dasar argumentasi mereka dalam memandang status politik Papua serta mendorong penyelesaiannya berdasarkan prinsip penentuan nasib sendiri sesuai hukum internasional.

Selain itu, KNPB menyampaikan klaim mengenai kondisi keamanan dan kemanusiaan di sejumlah wilayah Papua. Dalam dokumen yang dibacakan, organisasi tersebut menyerukan penghentian operasi militer, perlindungan terhadap warga sipil, pembukaan akses bagi jurnalis internasional, pemantau hak asasi manusia, dan organisasi kemanusiaan ke Papua.

KNPB juga mendorong penyelidikan internasional terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua sebagaimana tercantum dalam dokumen yang dibacakan.

Lebih lanjut, KNPB menyampaikan tuntutan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Mahkamah Internasional (ICJ), Melanesian Spearhead Group (MSG), Pacific Islands Forum (PIF), dan berbagai lembaga internasional lainnya agar memberikan perhatian terhadap persoalan Papua.

Organisasi tersebut juga meminta agar isu Papua dibahas dalam forum-forum internasional serta membuka akses bagi pemantau independen untuk melakukan pemantauan langsung di Papua.

Menutup pembacaan pernyataan, Alexander Nekenem mengajak masyarakat Papua menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan terus menyampaikan aspirasi sesuai sikap organisasi.

Kegiatan berlangsung tertib hingga selesai dan ditutup dengan doa bersama serta dokumentasi seluruh peserta yang menghadiri pembacaan Pernyataan Nasional Bangsa Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

9 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

9 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

10 jam ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

11 jam ago

Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tutup Layanan Penyelesaian Adat di Jayanti

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tota Mapia, Fabianus Tebai, secara resmi menghentikan layanan…

15 jam ago

Kontrakan Mahasiswa Puncak Jaya di Bandung Belum Lunas, IPMAPUJA Desak Pemda Segera Menyelesaikan

BANDUNG, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Puncak Jaya di Kota Bandung, Jawa…

15 jam ago