Berita

KNPB Yahukimo Gelar Aksi 1 Mei, Soroti Status Papua dan Isu Kemanusiaan

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yahukimo, Sektor Hoyawos, menggelar seminar dan aksi nasional pada 1 Mei 2026 untuk memperingati momentum hari aneksasi Papua ke dalam Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di basis KNPB Sektor Hoyawos ini mengangkat tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” serta diikuti masyarakat setempat melalui diskusi terbuka dan pemaparan materi.

Narasumber pertama, Iter Y. Pahabol, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa 1 Mei 1963 dipandang sebagai awal masuknya Papua ke dalam Indonesia yang menurut mereka belum melalui proses politik yang melibatkan rakyat Papua secara langsung.

Ia juga menyoroti proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang dinilai tidak berjalan sesuai prinsip demokrasi karena berlangsung dalam tekanan dan keterbatasan partisipasi masyarakat.

Selain itu, Iter Y. Pahabol menjelaskan bahwa peralihan kekuasaan dari Belanda kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) hingga ke Indonesia melalui Perjanjian New York 15 Agustus 1962 dinilai tidak melibatkan rakyat Papua sebagai pihak utama.

Menurutnya, rangkaian peristiwa tersebut menjadi bagian dari dinamika politik internasional yang berdampak langsung pada kondisi Papua hingga saat ini.
Kegiatan seminar dan diskusi berlangsung mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai pada pukul 13.30 WIT.

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan di Papua, termasuk kondisi keamanan dan dampaknya terhadap masyarakat sipil di sejumlah wilayah.

Sementara itu, Sekretaris I KNPB Wilayah Yahukimo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi internal serta ruang edukasi politik bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif terkait sejarah dan situasi yang dihadapi masyarakat Papua saat ini.

Kegiatan ditutup dengan seruan solidaritas serta ajakan kepada masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang.

Aksi dan seminar ini menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat di wilayah Yahukimo dalam memperingati 1 Mei sebagai momentum refleksi sejarah dan kondisi Papua saat ini. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Melian Obaipa: Dari Pelosok Siriwo Menembus Mimpi, Tukang Ojek yang Menjadi Juara Bahasa Inggris

Di saat sebagian besar pelajar menikmati masa liburan, Melian Obaipa justru menghabiskan waktunya di atas…

2 jam ago

Mantan Ketua BEM Universitas Baliem Papua Serukan Penolakan Eksploitasi Tanah dan Budaya Papua Pegunungan

WAMENA, TOMEI.ID | Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Baliem Papua, Aleanus Yogomaid, menyampaikan…

4 jam ago

Mahasiswa Pegunungan Tengah Gelar Aksi Damai di Manokwari, Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Kota Studi Manokwari bersama Gerakan Pelajar dan…

4 jam ago

Bantuan 2 Ton Beras Disalurkan untuk Pengungsi Konflik di Wamena, Dinsos Papua Pegunungan Minta Warga Jaga Perdamaian

WAMENA, TOMEI.ID | Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan bersama Yayasan…

4 jam ago

Bobon Santoso Ditolak di Wamena, Aktivis Pribumi: Papua Pegunungan Butuh Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja

WAMENA, TOMEI.ID | Kehadiran kreator konten Bobon Santoso melalui kegiatan Kuali Merah Putih di Wamena,…

5 jam ago

Rabu Depan, MUSORMA V IMPPETANG Resmi Digelar di Jayapura, Konsolidasi Mahasiswa Pegunungan Bintang Dimulai

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Organisasi Mahasiswa…

1 hari ago