Berita

KNPB Yalimo Kecam Rasisme, Desak Pemda dan Aparat Ambil Langkah Konkret

YALIMO, TOMEI.ID | Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW KNPB) Wilayah Yalimo mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (19/9/2025) terkait insiden rasisme yang memicu kerusuhan di Yalimo pada 16 September 2025.

Dalam keterangan tertulisnya, KNPB Yalimo menegaskan sikap tegas menolak segala bentuk ujaran, tindakan, maupun simbol yang mengandung rasisme, diskriminasi, dan kebencian berbasis ras, suku, agama, atau warna kulit. Mereka menyebut peristiwa itu sebagai pukulan serius bagi martabat Orang Asli Papua (OAP).

KNPB merumuskan sejumlah poin tuntutan. Pertama, mendesak pemerintah daerah membuat regulasi pendidikan yang membatasi anak-anak non-Papua di Yalimo hanya sampai tingkat TK, PAUD, atau SD, sementara jenjang SMP dan SMA diarahkan bersekolah di luar daerah. Menurut KNPB, langkah ini dianggap solusi untuk mencegah konflik serupa terulang.

Kedua, KNPB dan masyarakat Yalimo menuntut aparat TNI/Polri segera memproses hukum pelaku ujaran rasisme yang menjadi pemicu kerusuhan. Mereka menilai ketegasan hukum merupakan jalan untuk memastikan keadilan bagi korban dan mencegah eskalasi konflik.

Ketiga, KNPB meminta pemerintah dan aparat menghentikan kriminalisasi terhadap organisasi sipil, termasuk KNPB, yang dianggap hanya bereaksi spontan terhadap perlakuan rasis.

“Jangan jadikan organisasi rakyat sebagai kambing hitam atas kasus yang dipicu rasisme,” tegas pernyataan itu.

Selain itu, KNPB menuntut pemerintah daerah menghentikan pendekatan militer yang dinilai berlebihan, termasuk penyisiran dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil. Mereka menegaskan, masyarakat Yalimo justru menjadi korban dari kebijakan represif tersebut.

KNPB Yalimo menutup pernyataan dengan harapan agar insiden rasisme tidak kembali terjadi. Mereka menekankan perlunya langkah konkret pemerintah daerah, aparat hukum, dan semua pihak terkait dalam menjamin keamanan, keadilan, dan rasa hormat terhadap martabat masyarakat Yalimo. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemkab Nabire Perketat Pengisian BBM Subsidi, Warga Wajib Tunjukkan STNK dan Barcode Subsidi Tepat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire resmi memperketat pengawasan dan pengendalian penyaluran bahan bakar…

2 jam ago

Mahasiswa Puncak Papua Manokwari Desak Komnas HAM RI Tinjau Kembali Penanganan Kasus “Kembru Berdarah”

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Puncak Papua Kota Studi Manokwari mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia…

3 jam ago

Mahasiswa Asal Puncak Jatuh ke Laut Saat Berlayar dengan KM Gunung Dempo, Pencarian Masih Berlangsung

MANOKWARI, TOMEI.ID | Seorang mahasiswa asal Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dilaporkan jatuh ke laut saat…

4 jam ago

Finalisasi Pengurus DPW PKB Papua Pegunungan Masuk Tahap Akhir, DPW Tegaskan Keputusan Pusat Bersifat Final

WAMENA, TOMEI.ID | Proses penyusunan pencalonan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)…

4 jam ago

Pemprov Papua Tengah Buka Youth Camp GSJA 2026, Generasi Muda Didorong Jadi Pembuat Perubahan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi membuka kegiatan Youth Camp GSJA Papua…

20 jam ago

DPW PKB Papua Pegunungan Salurkan 100 Payung untuk Mama UMKM di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan…

20 jam ago