Berita

Komunitas Literasi Dogiyai Maju Hidupkan Budaya Baca di Kigamani, Dorong Generasi Melek Literasi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Komunitas Literasi Dogiyai Maju terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan Lapak Baca yang digelar di Kampung Kigamani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam memperkuat budaya literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan generasi muda, melalui pendekatan pembelajaran dasar membaca, menulis, dan menghitung (3M) secara terpadu, inklusif, dan berkelanjutan.

Bertempat di Balai Kampung Kigamani, Lapak Baca tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menghadirkan ruang belajar interaktif yang mendorong peserta untuk aktif menulis, berdiskusi, serta mengasah kemampuan berhitung sebagai fondasi penting dalam pendidikan dasar masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung dinamis dan partisipatif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari membaca bersama, latihan menulis terarah, hingga diskusi kelompok yang membangun daya pikir kritis, kreativitas, serta kepercayaan diri dalam proses belajar.

Pengajar Lapak Baca Kampung Kigamani, Tresia Yobee, menegaskan bahwa kondisi sosial di Dogiyai tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan.

“Situasi di Dogiyai bukan halangan bagi kami untuk belajar. Kami tetap melaksanakan kegiatan lapak baca (membaca, menulis, dan menghitung beserta diskusi) di Kampung Kigamani, karena tempat ini menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan 3M,” ujarnya.

Lebih lanjut, Komunitas Literasi Dogiyai Maju menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan manusia, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Dogiyai yang cerdas, kritis, adaptif, dan berdaya saing di masa depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kemarau Lima Bulan, Air Kali Bedu Siriwo Berubah Keruh, Pdt. Obeth Magai: Fenomena Ini Belum Pernah Terjadi

NABIRE, TOMEI.ID | Kondisi Kali Degeuwa atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Kali Bedu di…

1 jam ago

Bupati Yahukimo Nyatakan Bantuan Mahasiswa di Manokwari Dihentikan, Pemkab Diminta Jelaskan Dasar Kebijakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang masih bertahan di…

2 jam ago

Dua Hari Bertahan di Gereja, Mahasiswa Yahukimo Tunggu Respons Pemkab soal Hunian

MANOKWARI, TOMEI.ID | Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Kota Manokwari…

13 jam ago

Mahasiswa Yahukimo di Jayapura Desak Pemkab Bangun Asrama bagi Mahasiswa di Manokwari

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa Yahukimo yang berada di Kota Studi Jayapura mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo…

14 jam ago

Himaku Kehutanan UNIPA Resmi Dibentuk, Mahasiswa Siapkan Program Lingkungan dan Pengabdian

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Program Studi S1 Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA), resmi membentuk…

17 jam ago

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

2 hari ago