Konferensi III KNPB Numbay Tegaskan Konsolidasi Perjuangan, Hosea Yeimo Nahkodai Kepemimpinan Baru

oleh -1071 Dilihat
Sejumlah pimpinan dan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Numbay memberikan keterangan kepada awak media usai pelaksanaan Konferensi ke-III di Jayapura, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi serta penegasan sikap politik di tingkat wilayah. [Foto: Yeremias Edowai/tomei.id].

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Numbay secara resmi menetapkan Hosea Yeimo sebagai Ketua dalam Konferensi ke-III yang digelar di Kantor Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Sabtu (28/2/2026).

Forum ini menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penegasan arah organisasi di tingkat wilayah yang solid, terukur, strategis, dan berorientasi kemenangan politik.

banner 728x90

Konferensi yang berlangsung satu hari tersebut mengusung tema “Selamatkan Organisasi dan Manusia” dengan subtema ajakan merajut kembali persatuan dalam tubuh organisasi untuk pembebasan nasional Papua Barat.

Dalam pidato perdananya, Hosea Yeimo menyampaikan apresiasi atas mandat yang diberikan anggota organisasi. Hosea Yeimo menegaskan bahwa kepemimpinan ke depan akan difokuskan pada penguatan soliditas internal serta perhatian serius terhadap situasi kemanusiaan di Papua.

“Keselamatan manusia Papua harus menjadi prioritas bersama demi menjamin hak hidup, martabat, dan masa depan generasi penerus,” ujar Hosea Yeimo di hadapan peserta konferensi persnya pada awak media.

Menurut Hosea Yeimo, dinamika konflik bersenjata di sejumlah wilayah masih berdampak langsung terhadap masyarakat sipil. Karena itu, perlindungan terhadap hak-hak dasar warga dinilai sebagai agenda mendesak yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, adat, masyarakat, hingga pemuda.

Di tingkat nasional, Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat, Ogram Wanimbo, menegaskan pentingnya respons komprehensif terhadap kondisi kemanusiaan di wilayah seperti Yahukimo, Puncak, Pegunungan Bintang, Maybrat, dan Intan Jaya.

Ogram Wanimbo menyatakan bahwa penyelesaian persoalan Papua tidak cukup mengandalkan pendekatan keamanan semata. Menurut Ogram Wanimbo, ruang dialog damai perlu dibuka guna mencari solusi menyeluruh dan berkelanjutan.

Selain menetapkan kepemimpinan baru, konferensi juga membahas pembenahan internal organisasi dan penguatan konsolidasi masyarakat dalam menyikapi isu-isu strategis, termasuk rencana investasi di sejumlah wilayah di Tanah Papua.

Dalam pernyataan resminya, KNPB Wilayah Numbay turut meminta aparat keamanan menjalankan tugas secara profesional serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Konferensi ke-III ini diharapkan menjadi titik penguatan struktur organisasi sekaligus mempertegas komitmen politik KNPB di tingkat wilayah secara konsisten, terarah, disiplin, dan berkelanjutan. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.