Berita

Konflik Papua Tengah: DPR Tersandera Perbedaan, Pembangunan Terganggu

NABIRE, TOMEI.ID | Konflik berkepanjangan di Papua Tengah terus menjadi perhatian serius karena tidak hanya menghambat pembangunan, tetapi juga menimbulkan dampak mendalam terhadap kehidupan masyarakat. Upaya penyelesaian menghadapi tantangan besar, salah satunya terkait pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ketua Panitia Pansus Kemanusiaan Papua Tengah, Yohanes Kemong, menegaskan pentingnya keberadaan komite tersebut untuk merespons krisis kemanusiaan yang terjadi. Namun, ia mengakui adanya kendala besar dalam melahirkan keputusan formal akibat perbedaan pandangan internal di tubuh DPR.

“Meskipun ada upaya, komite kesulitan mengeluarkan keputusan formal karena ketidaksepakatan internal. Situasi ini harus segera diatasi agar penderitaan masyarakat tidak semakin berkepanjangan,” ujar Kemong saat menggelar Dengar Pendapat Umum bersama Pimpinan DPRPT dan Pansus Kemanusian DPR Papua Tengah.

Kemong menyoroti bahwa konflik berkepanjangan telah meninggalkan luka sosial dan ekonomi. Sektor pendidikan, layanan publik, hingga aktivitas ekonomi lokal terganggu meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran pembangunan. Ia juga menekankan isu ekstraksi sumber daya alam dan relasi masyarakat sebagai aspek krusial yang membutuhkan transparansi dan keterlibatan publik.

Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, Kemong menyerukan kolaborasi aktif para pemimpin daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga aparat keamanan untuk duduk bersama mencari solusi. Ia mendesak agar komunikasi dengan masyarakat lebih terbuka, terutama terkait rencana pembangunan dan aktivitas eksploitasi sumber daya.

“Tujuannya adalah mencegah penderitaan lebih lanjut sekaligus memastikan masyarakat terlibat dalam setiap pengambilan keputusan,” tegasnya.

Lebih jauh, Kemong menyampaikan rencana untuk membangun komunikasi dengan para pemimpin nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto, guna merumuskan resolusi komprehensif atas konflik di Papua Tengah. Ia berharap momentum menjelang perayaan Natal dapat menjadi titik balik terciptanya suasana damai sekaligus langkah konkret dalam menangani isu-isu kemanusiaan yang mendesak.

Diskusi lanjutan dengan para pemimpin daerah sebagai kunci dalam menyusun strategi perdamaian dan pembangunan yang berkelanjutan di Papua Tengah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

8 jam ago

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…

8 jam ago

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Setelah empat hari bertahan di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari, mahasiswa…

8 jam ago

Gubernur Papua Barat Tangani Krisis Hunian Mahasiswa Yahukimo, Pembina Dorong Asrama Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan tempat tinggal yang dialami lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo…

9 jam ago

Pdt. Menaser Labene Klarifikasi Pemberian Dua Anggota Polres Puncak: Amplop Berisi Rp100 Ribu dan Bingkisan Sembako

ILAGA, TOMEI.ID | Hamba Tuhan Pdt. Menaser Labene memberikan klarifikasi terkait kedatangan dua anggota Polres…

9 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen, OPD Diminta Percepat Kerja Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong percepatan kerja seluruh perangkat daerah untuk…

10 jam ago