Berita

Kontrakan Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Belum Dibayar, Pemkab Didesak Segera Lunasi Kewajiban

MANOKWARI, TOMEI.ID | Tunggakan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo di Kota Studi Manokwari kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo didesak segera melunasi kewajiban pembayaran agar mahasiswa tetap dapat menjalani proses pendidikan tanpa dihantui persoalan tempat tinggal.

Desakan tersebut disampaikan Pembina Ikatan Mahasiswa Yahukimo, Agus Bomse, bersama DPO Yahukimo, Agung Yual. Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap mahasiswa tidak boleh berhenti pada komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar selama menempuh pendidikan.

Menurut mereka, mahasiswa merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) yang kelak kembali mengabdi dan membangun Kabupaten Yahukimo. Karena itu, pemerintah berkewajiban menjamin keberlangsungan pendidikan mereka.

Ketua Koordinator Wilayah Ikatan Mahasiswa Yahukimo, Ima Siep, meminta Bupati dan DPRD Kabupaten Yahukimo segera mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan tersebut.

“Mahasiswa adalah generasi penerus Yahukimo. Jangan sampai persoalan tempat tinggal mengganggu proses pendidikan mereka,” ujarnya.

Pemilik kontrakan, Lazarus Indow, mengatakan bangunan yang ditempati mahasiswa memiliki nilai sekitar Rp3 miliar dan telah digunakan selama beberapa tahun sebagai tempat tinggal mahasiswa Yahukimo di Manokwari.

Ia menyebut Pemkab Yahukimo masih memiliki kewajiban membayar biaya kontrakan sebesar Rp100 juta setiap tahun yang hingga kini belum dilunasi.

Selain pembayaran kontrakan, mahasiswa juga meminta pemerintah segera merealisasikan anggaran uang makan dan minum asrama sebesar Rp40 juta serta beasiswa Rp2 juta bagi setiap mahasiswa untuk menunjang kebutuhan pendidikan.

Lazarus menegaskan kewajiban tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Yahukimo, bukan beban mahasiswa maupun orang tua.

“Tempat ini kami berikan agar mahasiswa Yahukimo bisa tinggal dengan aman, belajar dengan baik, dan nantinya kembali membangun daerah. Kami berharap pemerintah segera merespons dan menyelesaikan kewajiban pembayaran,” katanya.

Mahasiswa berharap pemerintah segera membuka komunikasi dan memberikan kepastian mengenai pelunasan kontrakan serta pemenuhan dukungan pendidikan. Mereka menilai pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari komitmen menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Mahasiswa adalah masa depan Yahukimo. Pemerintah harus hadir menjaga dan mendukung generasi muda yang sedang menuntut ilmu,” kata dia.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo terkait tuntutan pembayaran kontrakan maupun dukungan pendidikan yang disampaikan mahasiswa. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bina Akrab IPMAPAN VII di Kendari Tuntas, Perkuat Solidaritas dan Karakter Mahasiswa Paniai

KENDARI, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) Kota Studi Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara,…

8 jam ago

361 Pejabat Pemkab Manokwari Dilantik, Hermus Tekankan Kinerja Nyata dan Pelayanan Publik

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melantik sekitar 361 pejabat dalam jabatan pimpinan tinggi…

8 jam ago

Ranperdasi Papua Tengah Dibahas, Pemprov Tekankan Regulasi Harus Berpihak pada Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT)…

20 jam ago

KPA Papua Pegunungan Perkuat Konsolidasi Penanganan HIV/AIDS di Delapan Kabupaten

WAMENA, TOMEI.ID | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Pegunungan mulai memperkuat koordinasi dan konsolidasi…

1 hari ago

Meki Nawipa: TNI Harus Terus Mengabdi dan Melayani Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya pengabdian TNI kepada masyarakat dalam…

1 hari ago

Kemarau Lima Bulan, Air kabur kali Bedu berubah menjadi air jernih

NABIRE, TOMEI.ID | Kali Degeuwa atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Kali Bedu di wilayah…

1 hari ago