PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak ingin membangun daerah hanya dengan membagikan uang, tetapi melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjadi dasar pembangunan jangka panjang.
Penegasan tersebut disampaikan Deinas saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Paniai, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya menilai kepemimpinan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan dirinya hanya dari bantuan uang atau pemberian langsung kepada warga.
“Sebelum ke pimpin orang menilai ah gubernur dan wakil gubernur itu pelit, tidak kasih uang, tidak kasih ini dan itu. Jangan melihat dari sisi luar,” kata Deinas.
Ia menyebut, latar belakang keluarga yang berkaitan erat dengan dunia pendidikan turut membentuk cara pandang keduanya dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Papua yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu mengelola pembangunan daerah secara mandiri di masa depan.
“Meki Nawipa orang tuanya adalah guru, saya orang tuanya adalah guru. Maka kita dua takut Tuhan dan kita dua tanam sekolah dulu. Orang sekolah, baru segala sesuatu bisa dikerjakan karena sekolah adalah dasar,” ujarnya.
Menurut Deinas, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan hari ini, tetapi harus dipersiapkan untuk membentuk kualitas generasi Papua dalam jangka panjang.
“Kita bikin 50 tahun ke depan, dan sekolah itu penting sekali,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deinas juga menyampaikan bahwa pembangunan Paniai harus dilakukan melalui kerja bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pembangunan sungai dan penyediaan air bersih yang telah diusulkan masyarakat.
“Untuk sungai saya sudah jawab, tahun depan kita akan kerjakan. Air bersih yang sudah usul, tahun depan kita akan kerjakan,” kata Deinas.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Paniai telah menyiapkan program di bagian tertentu, sementara Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menangani kebutuhan lainnya.
Menurutnya, pembagian peran tersebut harus diarahkan pada satu tujuan, yakni memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi.
“Luar biasa, air bersih masyarakat sudah usulkan dan Bapak Bupati sudah siapkan program itu jadi dua-duanya. Bupati kerja bagian atas, kami Pemprov kerja bagian bawah. Kita kerja gotong royong,” ujarnya.
Deinas juga meminta masyarakat Paniai mengawal pemerintahan Bupati Paniai Yampit Nawipa dan Wakil Bupati Paniai agar program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tolong kawal Bupati dan Wakil Bupati. Tolong sampaikan ke kepala desa, masyarakat, inilah kemarin pencalonan bupati empat, lima calon di Kabupaten Paniai, tapi Tuhan kehendaki akhirnya Yampit Nawipa dan wakilnya itu yang dipilih,” katanya.
Deinas menilai mandat yang telah diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Paniai harus diikuti dengan dukungan masyarakat, aparatur distrik, kepala desa, hingga pegawai agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Inilah Tuhan sudah memberikan mandat. Mulai dari kepala distrik, masyarakat hingga pegawai, kamu jadi satu untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai,” ujarnya.
Ia kemudian mengingatkan masyarakat agar menjaga hasil pembangunan dan lingkungan Paniai. Deinas membandingkan kondisi wilayah tersebut saat dirinya datang ketika pelantikan gubernur dengan kondisi saat kunjungan kerja sekarang.
“Yang terakhir, waktu pelantikan Gubernur saya pernah datang ke sini, menyapa yang luar biasa, sepanjang jalan luar biasa. Tapi ketika dua tahun kemudian saya datang ke sini, dulu ada banyak sampah, tapi sekarang sampah ini bersih,” katanya.
Deinas mengapresiasi perubahan kondisi lingkungan tersebut dan meminta masyarakat mempertahankan kebersihan serta merawat bangunan yang telah dibangun atau direhabilitasi.
“Maka itu hari ini saya pesan, maka rumah ini bersihkan supaya daerah ini tidak boleh kotor,” ujarnya.
Menurut Deinas, perubahan wajah wilayah Paniai harus terus dilanjutkan dengan pembangunan yang lebih tertata. Kebersihan lingkungan, perbaikan rumah dan bangunan, serta pembangunan fasilitas publik dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.
Deinas juga menyinggung dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Meki Nawipa dan dirinya. Ia meminta masyarakat tidak hanya menunggu bantuan langsung, tetapi ikut mengawal program pemerintah agar kebijakan yang telah direncanakan benar-benar diwujudkan.
“Saya tidak perlu mengejar banyak di sini. Murid tidak perlu mengajar guru terlalu banyak karena kalian merasa guru. Saya murid, hanya beberapa poin yang saya sampaikan itu tolong dengan merasa hormat simpan, pegang,” kata Deinas.
Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat yang telah diberikan melalui proses politik harus dijawab pemerintah dengan program pembangunan yang nyata.
“Selama Meki Nawipa dan Deinas Geley masih menjabat, karena suara di sini kamu sudah kasih, kita tidak bisa kasih uang tetapi kita buka dengan program untuk membangun daerah ini,” ujarnya.
Deinas menilai pembangunan Paniai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Menurutnya, putra-putri daerah memiliki tanggung jawab besar untuk membangun wilayahnya sendiri melalui pendidikan, kerja keras, serta dukungan terhadap program pembangunan yang menyentuh masyarakat.
“Daerah Paniai ini jangkau banyak orang pendatang, dan mereka tidak bisa bangun. Hanya kita orang putra daerah yang bangun,” katanya.
Ia berharap program yang telah direncanakan dapat mulai dikerjakan pada tahun depan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Deinas juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Meki Nawipa dan dirinya dapat menjalankan pemerintahan dengan baik sesuai kehendak Tuhan.
“Kalau Tuhan kehendak, Meki dan Deinas bekerja dengan baik, kita dua lanjut. Siapa yang menghalangi kita,” ujarnya.
Deinas kemudian kembali menekankan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas dalam pembangunan Papua Tengah.
Baginya, membangun sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kemampuan masyarakat mengelola pembangunan di daerahnya sendiri.
Dengan demikian, kunjungan kerja Deinas di Paniai tidak hanya menyoroti kebutuhan infrastruktur dasar seperti sungai dan air bersih, tetapi juga menegaskan arah pembangunan yang bertumpu pada pendidikan, kebersihan lingkungan, kerja sama pemerintah, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawal program pembangunan daerah. [*].











