Berita

Laga Panas Persip vs Persipegaf Diwarnai Kontroversi: Gol Offside Disahkan, Pertandingan Dihentikan

JAYAPURA,TOMEI.ID | Pertandingan pembuka Grup Q Liga 4 Nasional antara Persip Pekalongan dan Persipegaf Pegunungan Arfak di Stadion Mandala Krida berakhir ricuh, menyusul keputusan kontroversial wasit yang mengesahkan gol dari posisi offside. Insiden tersebut menyebabkan pertandingan dihentikan pada masa injury time dan tidak dilanjutkan hingga peluit akhir.

Gol kemenangan Persip tercipta pada menit ke-90+ melalui skema serangan cepat. Namun, sejumlah tayangan dan kesaksian dari pinggir lapangan menunjukkan indikasi kuat bahwa sang pencetak gol berada dalam posisi offside saat menerima umpan terobosan. Meski demikian, hakim garis tidak mengangkat bendera, dan wasit utama tetap mengesahkan gol tersebut.

Keputusan itu memicu protes keras dari pemain, ofisial, dan pendukung Persipegaf. Situasi di lapangan menjadi tidak kondusif dan pertandingan tertunda hingga melewati menit ke-100 tanpa adanya kejelasan lanjutan.

Manajemen Persipegaf menyayangkan keputusan wasit yang dianggap merugikan tim secara signifikan. Dalam pernyataan resminya, mereka menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian yang mencederai semangat fair play dan integritas kompetisi.

“Dalam laga krusial seperti ini, keputusan yang tidak adil sangat merugikan. Kami meminta evaluasi total terhadap kinerja wasit,” tegas pernyataan resmi manajemen Persipegaf yang juga ramai disuarakan di media sosial.

Dari tribun, reaksi keras turut disuarakan oleh para pendukung Persipegaf yang menilai kepemimpinan wasit sebagai tidak profesional dan mencoreng semangat kompetisi sehat.

Insiden ini menambah catatan kritis terhadap kualitas perangkat pertandingan di Liga 4 Indonesia. Kompetisi yang seharusnya menjadi ajang pembinaan dan pencarian talenta muda justru kembali tercoreng oleh lemahnya pengawasan dan akurasi pengambilan keputusan di lapangan.

PSSI sebagai federasi tertinggi sepak bola nasional didesak untuk segera mengambil langkah tegas. Evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan, termasuk sistem pengawasan dan penggunaan teknologi pendukung, dinilai mendesak untuk menjaga keadilan dan kredibilitas kompetisi.

Bagi Persipegaf, wakil dari Tanah Papua, insiden ini menjadi pukulan berat dalam perjalanan mereka di Liga 4. Meski masih menyisakan sejumlah laga penting di Grup Q, luka atas insiden ini menjadi cambuk keras dalam perjuangan mereka menuju panggung nasional. (*)

Redaksi Tomei

Recent Posts

ASN Fleksibel Saat Libur Panjang: Modernisasi atau Ujian Pelayanan Publik?

Oleh: Andreas Gobay, S.Sos., M.A. Kebijakan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diterapkan…

3 jam ago

TPNPB Klaim Serangan di Maybrat, Sebut 8 Aparat Tewas dan Sita Senjata

MAYBRAT, TOMEI.ID | Kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung…

3 jam ago

Bupati Dogiyai Terbitkan Instruksi Tegas: Miras, Kekerasan, dan Pemalangan Dilarang

DOGIYAI, TOMEI.ID | Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai dan wakil bupati, Yuliten Anouw, menerbitkan Instruksi…

5 jam ago

TPNPB Tuduh Pungli Bandara dan Hilangnya CCTV di Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Siaran Pers Manajemen Pusat (KOMNAS TPNPB) menyampaikan sejumlah tuduhan terkait dugaan…

5 jam ago

Guru Pedalaman di Yahukimo Nyalakan Harapan: Terpet Wahla Hadirkan Pendidikan di Tengah Keterbatasan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan di wilayah pedalaman, Kepala Sekolah…

5 jam ago

Jayawijaya Gas Kopi Lokal, Bupati Tegas Tolak Bibit dari Luar

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mulai mengakselerasi pengembangan kopi lokal dengan menegaskan kebijakan…

14 jam ago