Berita

Lebih dari 200 Warga Muliama Ikuti Diskusi dan Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”, Soroti Isu Tanah Adat dan PSN

MULIAMA, TOMEI.ID | Lebih dari 200 warga Distrik Muliama mengikuti kegiatan diskusi publik dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang digelar di lingkungan Sekolah Yayasan Pendidikan Kristen Baliem Terpadu Muliama (YPKBTM), Minggu (21/6). Kegiatan berlangsung pukul 16.00–17.30 WIT dengan melibatkan tokoh masyarakat, gereja, legislatif, dan aktivis.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua I Majelis Rakyat Papua, Beni Mawel, tokoh gereja Pr. Edi Doga OFM, anggota DPRK Jayawijaya, Yosia Lengka, serta aktivis Namene Elopere dan Yefta Lengka.

Sebelum pemutaran film, para narasumber menyampaikan pandangan terkait isu yang diangkat dalam dokumenter, terutama menyangkut kebijakan pembangunan, hak masyarakat adat, serta pengelolaan tanah di Papua.

Ketua I Majelis Rakyat Papua, Beni Mawel menyoroti pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) di Papua yang menurutnya tidak melibatkan lembaga kultur orang asli Papua, serta menilai implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus belum berjalan optimal.

“Negara mengabaikan perlindungan orang asli Papua dalam aspek penting seperti pendidikan spesialis, kesehatan, ekonomi, dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pr. Edi Doga OFM menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.

“Manusia diciptakan setelah segala sesuatu diciptakan. Artinya manusia diciptakan terakhir supaya menjaga dan memelihara ciptaan terdahulu, bukan untuk merusak atau memusnahkan,” katanya.

Dari unsur legislatif daerah, Yosia Lengka menilai regulasi perlindungan hutan adat dan tanah adat belum berjalan efektif di lapangan. Ia juga menyebut sejumlah kebijakan pembangunan belum dibahas secara optimal di lembaga legislatif daerah.

“Undang-undang seolah tidak dipakai di tanah Papua. Bahkan PSN hadir di Kabupaten Jayawijaya tanpa koordinasi dan pembahasan di lembaga legislatif,” ujarnya.

Usai sesi diskusi, peserta melanjutkan dengan pemutaran film dokumenter Pesta Babi dan foto bersama narasumber.

Dalam sesi penutup, Namene Elopere menekankan pentingnya menjaga tanah sebagai sumber kehidupan sekaligus mendorong generasi muda fokus pada pendidikan dan pengelolaan wilayah adat. Ia juga menyinggung kondisi demografi masyarakat.

“Saya imbau kaum perempuan untuk tidak melakukan program KB dan harus melahirkan anak,” ujarnya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Yefta Lengka, menegaskan komitmen masyarakat terhadap perlindungan tanah adat dari penguasaan pihak luar atas nama pembangunan.

“Setelah mendengar semua pandangan dan nobar film dokumenter Pesta Babi, kita harus sepakat bahwa kita tidak menjual atau memberikan tanah kepada perusahaan atau pemerintah atas nama pembangunan dan kesejahteraan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak YPKBTM dan masyarakat Muliama atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kegiatan ditutup dalam keadaan tertib dan damai, dengan peserta kembali ke rumah masing-masing usai acara. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPW PKB Papua Pegunungan Tinjau Sekretariat Baru DPC Tolikara, Penguatan Konsolidasi Jelang Pelantikan Pengurus

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan, Asis…

8 jam ago

Siaran Pers TPNPB: Dua Anggota Kodap XVI Yahukimo Diklaim Tewas

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim…

8 jam ago

MPLS SMA Negeri Meepago Nabire Ditutup, Kepsek Tanamkan Nilai Persatuan dan Kepemimpinan bagi Siswa Baru

NABIRE, TOMEI.ID | SMA Negeri Meepago Nabire resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)…

8 jam ago

Masyarakat Adat Tota Mapiha Tolak Perusahaan Mineral, Dugaan Tambang Ilegal, dan Pemekaran Wilayah

DOGIYAI, TOMEI.ID | Masyarakat Adat Tota Mapiha menyatakan sikap tegas menolak rencana masuknya perusahaan mineral,…

9 jam ago

Mahasiswa Paniai Desak Pemilihan Kepala Suku Berjalan Transparan dan Sesuai Mekanisme Adat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa asal Kabupaten Paniai, Theofilus Richard Yogi, mendesak agar proses pemilihan Kepala…

9 jam ago

GIDI Jemaat Misia Manokwari Rayakan HUT ke-19, Perkuat Pelayanan dan Kembangkan Pekabaran Injil

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Misia Manokwari merayakan Hari Ulang Tahun…

10 jam ago