Libatkan 1.200 Pemuda, Baptis Cup 2026 Jadi Ajang Persatuan Lintas Gereja di Papua Pegunungan

oleh -1186 Dilihat

WAMENA, TOMEI.ID | Sebanyak 1.200 pemuda terlibat dalam Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026 yang resmi dibuka di Stadion Yomaima, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (9/10/2026).

Turnamen yang diikuti 32 tim putra dan 16 tim putri tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan lintas gereja dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kehidupan sosial yang aman dan damai.

banner 728x90

Turnamen yang digagas Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Pegunungan bersama Pemuda Baptis itu direncanakan berlangsung selama satu bulan.

Penyelenggara mendorong kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sepak bola, memperkuat kebersamaan, serta mengarahkan energi pemuda ke aktivitas produktif di tengah tantangan persoalan sosial dan potensi konflik di masyarakat.

Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Wenda, menegaskan bahwa Baptis Cup 2026 tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan dan perebutan trofi.

Menurutnya, turnamen ini dirancang sebagai sarana membangun persatuan, kekompakan, dan hubungan persaudaraan di antara pemuda gereja, baik dari denominasi Kristen Protestan maupun Katolik di Papua Pegunungan.

“Turnamen ini adalah ajang persatuan, kebersamaan, dan kekompakan untuk lintas pemuda gereja Kristen Protestan dan Katolik di Provinsi Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya,” ujar Akia Wenda dalam sambutannya.

Menurut Akia, kegiatan olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan bagi pemuda dari berbagai latar belakang gereja dan organisasi. Melalui pertandingan yang berlangsung secara sportif, para peserta diharapkan membangun komunikasi, memperluas hubungan sosial, serta menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat Papua Pegunungan.

Pembukaan Baptis Cup 2026 diawali dengan doa bersama, sambutan, dan prosesi tendangan pertama ke arah gawang sebagai tanda dimulainya kompetisi. Kegiatan tersebut dihadiri sponsor, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), kelompok Cipayung, pemuda gereja, serta ofisial dan atlet yang mewakili tim peserta.

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, panitia menggelar pertandingan eksibisi antara Persiwa All Star dan gabungan Ketua Pemuda Lintas Denominasi. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan tim Lintas Denominasi dengan skor 5-2. Pertandingan eksibisi itu menjadi bagian dari kegiatan pembuka sebelum kompetisi utama berlangsung.

Dukungan Berbagai Pihak

Akia Wenda turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan Baptis Cup 2026. Dukungan tersebut, menurutnya, melibatkan unsur sponsor, tokoh daerah, klub sepak bola, organisasi kepemudaan, serta unsur pemerintah dan masyarakat.

Pihak-pihak yang disebutkan dalam sambutannya antara lain Kopi Lani Mendek, PCC Provinsi Papua Pegunungan, PCC Lani Jaya, PCC Jayawijaya, Honi Lani Jaya, anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan Francina Dabi, Lapago FC, Pamek FC yang dihadiri langsung oleh presiden klub, HI Labewa, HIPMI Papua Pegunungan, DPD KNPI Papua Pegunungan, dan KNPI Jayawijaya.

Menurut Akia, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menyediakan ruang kegiatan yang positif bagi generasi muda.

Ia berharap dukungan serupa dapat berlanjut agar kegiatan kepemudaan tidak berhenti pada satu penyelenggaraan, tetapi berkembang menjadi upaya bersama dalam membangun persaudaraan dan meningkatkan partisipasi pemuda di daerah.

Selain itu, Akia juga menyoroti hubungan antara keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif dan upaya menjaga keamanan daerah. Ia menilai pemuda perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi, membangun relasi, serta mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan olahraga yang produktif.

“Keamanan dan kenyamanan daerah akan tercipta ketika pemuda merasa aman dan diberi wadah. Ketika pemuda disibukkan dengan kegiatan positif seperti turnamen ini, perhatian pemerintah fokus membangun generasi muda, maka dengan sendirinya daerah akan aman,” jelasnya.

Ia berpandangan bahwa penyediaan ruang kegiatan bagi pemuda merupakan salah satu langkah yang dapat mendukung terciptanya hubungan sosial yang lebih baik. Namun, upaya menjaga keamanan dan mencegah konflik juga memerlukan perhatian berkelanjutan, termasuk dukungan pemerintah, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

“Penyakit dan konflik sosial yang merajalela bisa kita atasi bersama melalui cara-cara seperti ini. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan perhatian dari semua pihak secara berkelanjutan,” tambah Akia.

Pernyataan tersebut menegaskan harapan penyelenggara agar kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari pendekatan sosial dalam membangun kebersamaan. Meski demikian, dampak turnamen terhadap kondisi keamanan daerah tetap memerlukan dukungan yang lebih luas dan tidak dapat hanya diukur dari pelaksanaan pertandingan.

Dengan melibatkan 1.200 pemuda, 32 tim putra, dan 16 tim putri selama satu bulan, Baptis Cup 2026 diharapkan dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus memperkuat hubungan lintas gereja di Papua Pegunungan.

Bagi penyelenggara, keberhasilan turnamen tidak hanya ditentukan oleh tim yang meraih gelar juara, tetapi juga oleh kemampuan kegiatan tersebut dalam membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, dan mendorong keterlibatan pemuda dalam kehidupan sosial masyarakat.

Melalui Baptis Cup 2026, penyelenggara berharap semangat kebersamaan yang tumbuh di lapangan dapat berlanjut di luar pertandingan. Dengan dukungan berbagai pihak dan keterlibatan aktif generasi muda, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu ruang bersama untuk merawat persatuan dan mendukung kehidupan masyarakat yang damai di Papua Pegunungan. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.