Uncategorized

London Buka Pangkalan untuk Washington: Inggris Izinkan Serangan Defensif ke Situs Rudal Iran

INGGRIS, TOMEI.ID | Pemerintah Britania Raya resmi mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan defensif terhadap situs rudal Iran.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Keir Starmer pada Minggu (1/3/2026), di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di Timur Tengah.

Dalam pernyataan dari 10 Downing Street, Starmer menegaskan izin tersebut diberikan dalam kerangka pertahanan kolektif untuk melindungi personel dan kepentingan Inggris serta sekutunya dari ancaman rudal dan drone.

baca juga: Rudal IRGC Diklaim Sasar USS Abraham Lincoln, Ketegangan Iran–Amerika Serikat Masuk Fase Berbahaya

Pemerintah menekankan langkah ini bersifat terbatas dan defensif, bukan keterlibatan penuh dalam kampanye ofensif terhadap Iran.

Sejumlah media internasional, termasuk The Guardian dan The Independent, melaporkan fasilitas militer Inggris, termasuk pangkalan Royal Air Force (RAF), dapat digunakan untuk mendukung operasi yang menargetkan peluncur serta infrastruktur rudal Iran yang dinilai mengancam pasukan Barat di kawasan Teluk.

baca juga:

Sebelumnya, pemerintah Inggris cenderung berhati-hati terhadap permintaan Washington terkait penggunaan pangkalan militer, dengan mempertimbangkan aspek hukum internasional dan risiko meluasnya konflik.

Namun, peningkatan ancaman terhadap personel militer Barat disebut menjadi faktor penentu perubahan kebijakan.

Sumber pemerintah menyatakan setiap operasi tetap harus mematuhi hukum internasional dan prinsip proporsionalitas. Di sisi lain, Downing Street menegaskan komitmen Inggris untuk tetap mendorong jalur diplomasi guna meredakan ketegangan dan mencegah perang yang lebih luas.

Rapat darurat keamanan nasional telah digelar untuk memantau situasi serta memastikan kesiapan pasukan Inggris di luar negeri.

Langkah London diperkirakan akan memicu respons dari Teheran dan menambah dinamika baru dalam konflik yang kian kompleks.

Sejumlah analis menilai, meski disebut defensif, keterlibatan fasilitas militer Inggris berpotensi memperluas spektrum konfrontasi apabila tidak diimbangi dengan diplomasi intensif dan pengendalian eskalasi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

9 jam ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

10 jam ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Pemda se-Tanah Papua Bersatu Tangani Karhutla di Papua Selatan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengajak seluruh pemerintah daerah se-Tanah…

10 jam ago

Thedy Pekei: Seniman Papua Harus Punya Panggung di Tanah Sendiri

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Rasta Kribo Papua, Thedy Pekei, mendorong pemerintah daerah dan…

12 jam ago

Meki Nawipa Siapkan Rp100 Juta untuk Juara Papua Reggae Festival XI, Nabire Dibidik Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Total hadiah pribadi Rp100 juta rupiah disiapkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa…

15 jam ago

Puskesmas Amban Gencarkan Sweeping ORI Campak Rubela, Capaian 73,3 Persen Kejar Target 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | UPTD Puskesmas Amban terus menggencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak dan…

1 hari ago