Berita

Mahasiswa Intan Jaya Bakal Beraksi di Nabire Tolak Eksploitasi Blok Wabu

NABIRE, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua yang tergabung dalam gerakan penolakan investasi eksploitasi Blok Wabu di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah kembali menyerukan aksi damai sebagai bentuk peneguhan sikap mempertahankan tanah adat dari ancaman eksploitasi sumber daya alam.

Dalam seruan terbuka yang dikeluarkan, massa aksi menegaskan bahwa Blok Wabu bukan sekadar wilayah kaya kandungan emas, melainkan bagian dari kehidupan dan identitas masyarakat adat setempat.

Dengan mengusung tema, “Blok Wabu Itu Saya, Nyawa Saya, Hidup Saya dan Juga Paru-Paru Dunia: Menolak Eksploitasi di Intan Jaya!”, gerakan ini mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Papua Tengah untuk bergabung dalam Aksi Damai yang akan digelar pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 17 Juli 2025–Waktu: Pukul 08.00 WIT hingga selesai. Titik Aksi: Pasar SP 1, Jepara II, Pasar Karang Tumaritis, Siriwini (sekitar Rumah Sakit). Sasaran Aksi: Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah.

Menurut Koordinator Umum Aksi, Henok Weva, dan Wakil Koordinator Lapangan, Fransiskus Kobogau, Blok Wabu bagi masyarakat adat bukan hanya tanah, tetapi simbol kehidupan yang telah menghidupi generasi demi generasi melalui air, hutan, dan ekosistem yang menopang kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

“Blok Wabu adalah sumber air yang mengalir ke berbagai wilayah di Tanah Papua. Ia bukan sekadar ladang emas, tetapi paru-paru dunia yang turut menjaga keseimbangan alam,” ungkap Weva.

Gerakan ini juga mengkritik minimnya tanggapan dari pemerintah pusat atas hasil aksi demonstrasi pertama yang digelar pada 18 Januari 2024. Saat itu, tuntutan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah belum diteruskan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta.

Masyarakat adat Intan Jaya, menurut pernyataan resmi solidaritas, telah mengalami berbagai tekanan keamanan sejak munculnya wacana eksploitasi Blok Wabu, yang diperkuat dengan operasi militer dan konflik bersenjata yang berdampak langsung terhadap warga sipil.

Atas dasar itu, pihak solidaritas menegaskan bahwa aksi ini akan dilakukan secara damai dan terbuka untuk seluruh masyarakat sipil, mahasiswa, pelajar, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi masyarakat sipil di Nabire dan sekitarnya. Peserta diimbau hadir tanpa membawa senjata tajam, tidak dalam pengaruh minuman keras (miras), dan menjaga ketertiban selama berlangsungnya aksi.

“Upaya melindungi Blok Wabu bukan sekadar perjuangan lokal, tetapi perjuangan demi keberlangsungan hidup di Bumi Cenderawasih dan dunia. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai umat manusia,”ujar Kobogau.

Aksi ini akan dipimpin langsung oleh Pimpinan Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia sebagai penanggung jawab gerakan. Para inisiator berharap agar seruan ini menjadi momentum bersama untuk membangun kesadaran ekologis dan keberpihakan terhadap hak-hak masyarakat adat di tengah derasnya arus investasi yang berisiko merusak lingkungan dan mengorbankan manusia. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Biro Umum dan Polda Papua Tengah Juara Basket 3ON3, Pemain Disiapkan untuk PORNAS KORPRI 2027

NABIRE, TOMEI.ID | Biro Umum dan Polda Papua Tengah keluar sebagai juara Turnamen Basket 3ON3…

5 jam ago

Sekda Papua Tengah Soroti Serapan APBD 2026 Baru 33,37 Persen

NABIRE, TOMEI.ID | Plt Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, menyoroti rendahnya realisasi Anggaran Pendapatan…

7 jam ago

Serapan APBD Baru 24,22 Persen, Bapperida Papua Tengah Desak OPD Percepat Program

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyoroti rendahnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah…

8 jam ago

TPNPB Klaim Operasi di Yahukimo, Sebut 8 Warga Ditangkap dan Ternak Tertembak

DEKAI, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim operasi aparat TNI-Polri di Kompleks Braza,…

10 jam ago

IMPPETANG Se-Indonesia Dilantik, DPRD Soroti Absennya Pemkab Pegunungan Bintang

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia periode 2026–2027 resmi…

10 jam ago

Yosua Douw Terbitkan Buku Papua dari Hati ke Hati, Persembahkan untuk Literasi Papua

KARUBAGA, TOMEI.ID | Intelektual muda Papua, Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA, menerbitkan buku…

23 jam ago