KARUBAGA, TOMEI.ID | Intelektual muda Papua, Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA, menerbitkan buku Papua dari Hati ke Hati di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026).
Buku tersebut menghimpun sejumlah tulisan opini Yosua yang sebelumnya dipublikasikan di berbagai media nasional dan lokal selama setahun terakhir.
Karya itu diterbitkan bukan sekadar untuk mengumpulkan tulisan, tetapi sebagai upaya mendokumentasikan gagasan dan pandangan tentang berbagai persoalan Papua agar dapat menjadi bahan bacaan serta ruang diskusi publik.
“Saya mengucap syukur kepada Tuhan, buku ini sukses terbit meski melewati proses waktu yang lumayan agak panjang. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kepada semua pihak yang membantu proses terbitnya buku ini,” ujar Yosua Noak Douw di Karubaga, Rabu (12/8/2026).
Menurut Yosua, proses panjang dari persiapan hingga penerbitan menjadi bagian dari perjalanan intelektual yang akhirnya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Ia menilai persoalan Papua membutuhkan ruang gagasan yang lebih luas. Karena itu, tulisan opini yang sebelumnya tersebar di berbagai media dihimpun menjadi buku agar dapat menjangkau pembaca dan menjadi bahan refleksi lintas kalangan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Rektor Universitas Cenderawasih, Bapak Prof Dr Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos yang berkenan menulis pengantar buku ini,” kata Yosua.
Menurut Yosua, pengantar Prof. Fredrik Sokoy memberikan perspektif akademik sekaligus memperkuat bobot intelektual buku tersebut.
Yosua juga menyampaikan terima kasih kepada Dr Polykarp Ulin Agan, SVD, akademisi Sekolah Tinggi Teologi KHKT (Kölner Hochschule für Katholische Theologie), Keuskupan Agung Köln, Jerman, yang menulis prolog buku.
Apresiasi juga disampaikan kepada Yesaya Sandang, Ph.D, Kepala Program Studi Magister Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana dan doktor lulusan University of the West of England (UWE) Bristol, Inggris, yang menulis epilog.
“Secara pribadi saya menyampaikan terima kasih kepada Pastor Polykarp Ulin Agan di Köln, Jerman dan Bapak Yesaya Sandang, akademisi di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang berkenan menulis dalam buku ini. Kesediaan keduanya di tengah kesibukan mengajar merupakan bentuk dorongan dan semangat bagi penulis sekaligus dukungan nyata dalam gerakan literasi di tanah Papua,” kata Yosua.
Yosua menegaskan buku Papua dari Hati ke Hati memotret berbagai persoalan yang terjadi di Papua dan Indonesia. Ia berharap buku tersebut dapat digunakan sebagai bahan diskusi, khususnya bagi pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan Papua.
“Buku Papua: Dari Hati ke Hati meneropong berbagai isu yang terjadi di tanah Papua dan Indonesia. Saya berharap buku bahan diskusi, terutama pihak-pihak terkait yang concern dengan isu-isu pembangunan di tanah Papua dan Indonesia,” ujar Yosua.
Buku ini menjadi karya kedua Yosua setelah sebelumnya menerbitkan Membangun Papua: Catatan dari Timur. Tulisan dalam karya terbarunya berasal dari artikel opini yang pernah dimuat di sejumlah media, antara lain Media Indonesia, Investortrust.id, JPNN.com, Cenderawasih Pos, Pos Kupang, Odiyaiwuu.com, Suaralani.com, Katolikana.com, dan Kupangnews.com.
Tema tulisan mencakup berbagai persoalan Papua, pembangunan, hingga isu nasional. Dengan membukukan tulisan tersebut, Yosua berupaya menjaga agar gagasan yang telah dipublikasikan tidak berhenti sebagai opini sesaat, tetapi menjadi dokumentasi pemikiran yang dapat dibaca dan dikaji lebih panjang.
Yosua Noak Douw lahir di Karubaga, Tolikara, pada 18 November 1982. Ia merupakan alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Cenderawasih, Magister Artium Sekolah Tinggi Teologi Bethel Jakarta, serta menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Cenderawasih pada 2023.
Dalam pemerintahan, Yosua pernah menjabat Kepala Kesbangpol Tolikara pada 2018–2022 dan sejak 2022 dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara.
Selain berkarier sebagai aparatur sipil negara, Yosua aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, keagamaan, dan pengembangan intelektual di Papua.
Melalui Papua dari Hati ke Hati, Yosua berupaya membawa perspektif Papua ke ruang publik yang lebih luas. Buku tersebut diharapkan menjadi jembatan gagasan antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap masa depan Papua.
Penerbitan buku itu sekaligus mempertegas bahwa gerakan literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga menjadi ruang untuk mendokumentasikan pengalaman, menguji gagasan, membaca persoalan secara kritis, dan menawarkan perspektif bagi pembangunan Papua.
Dengan demikian, Papua dari Hati ke Hati diharapkan tidak berhenti sebagai karya personal, tetapi menjadi bagian dari khazanah pemikiran Papua dan bahan diskusi untuk melihat persoalan serta arah pembangunan Papua secara lebih kritis. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Meepago mengeluarkan himbauan umum kepada masyarakat yang…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Presidium Gerakan Mahasiswa (GERMAS) PMKRI Cabang Manokwari “St. Thomas Villanova”, Yufentus Temorubun,…
NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Papua Tengah sekaligus Ketua Fraksi Gabungan Papua…
MAYBRAT, TOMEI.ID | Organisasi Katolik mendesak penyelidikan yang transparan dan independen atas dugaan penembakan terhadap…
NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua III DPR Papua Tengah, Sony Bekies Kogoya, membantah informasi yang…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, mengajak generasi muda menjadikan momentum Hari…