Berita

Mahasiswa Papua di Yogyakarta Nyatakan Sikap : Tuntut Penarikan Militer dan Tolak Pemekaran Wilayah Meepago

YOGYAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswi Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) Jogja-Solo bersama Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Yogyakarta menyatakan sikap politik menolak berbagai bentuk kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap tidak berpihak pada rakyat Papua.

Pernyataan ini disampaikan dalam bentuk konferensi pers dan dokumentasi bersama puluhan mahasiswa Papua di Yogyakarta, Sabtu malam (25/05), sebagai respon atas situasi sosial-politik dan keamanan yang semakin memburuk di wilayah Meepago dan Papua secara umum.

“Kami menolak keras operasi militer yang terus berlangsung sejak 1961 hingga kini. Negara tidak hadir sebagai pelindung rakyat, tetapi malah menjadi sumber ketakutan dan penderitaan,” ujar Anton Goo, Ketua Badan Pengurus Harian IPMANAPANDODE Joglo.

Sementara itu, Kawelardus Dogomo, perwakilan senior mahasiswa, menambahkan bahwa rencana pemekaran kabupaten dan pembangunan infrastruktur yang dipaksakan, seperti pelabuhan dan jalan trans, hanyalah kedok untuk kepentingan elite dan korporasi besar.

“Pemekaran bukan solusi. Justru itu alat pecah-belah dan pelemahan kontrol rakyat atas tanahnya sendiri. Kami menolak pemekaran Mapia Raya, Dogiyai Timur, Nabire Timur, Nabire Barat, Moni Jaya, dan Paniai Timur,” tegas Kawelardus.

Hak untuk menentukan nasib sendiri adalah hak politik yang sah bagi bangsa Papua. Itu solusi damai dan demokratis atas konflik yang tak kunjung selesai.

“Pemekaran, pariwisata, dan proyek trans itu hanya kedok. Yang mereka kejar adalah penguasaan tanah dan kekayaan alam. Kami menolak semua bentuk pemaksaan pembangunan yang tidak berpihak pada rakyat,” pungkasnya.

Adapun sembilan tuntutan yang dibacakan dalam pernyataan sikap tersebut mencakup:

1. Menuntut pemerintah Indonesia untuk segera menarik seluruh pasukan militer, baik organik maupun non-organik, dari seluruh wilayah Papua.

2 . Mendesak pencabutan izin operasional PT Freeport Indonesia dan perusahaan-perusahaan tambang serta konsesi ilegal lainnya dari tanah Papua.

3. Menuntut dibukanya akses bagi jurnalis nasional dan internasional agar dapat meliput secara bebas di Papua.

4. Menolak keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II karena dinilai gagal menjawab persoalan mendasar orang asli Papua.

5. Menolak proyek pembangunan Jalan Trans Papua, khususnya rute Deiyai–Bowo Bado–Kopai Satu–Kopai Dua dan Topo–Menou–Dipa di Kabupaten Nabire, karena berpotensi merampas ruang hidup masyarakat adat.

6. Menolak rencana pemekaran wilayah di Meepago, yakni; Kabupaten Dogiyai: Mapia Raya dan Dogiyai Timur. Kabupaten Nabire: Nabire Timur dan Nabire Barat. Kabupaten Paniai: Moni Jaya dan Paniai Timur.

7. Menolak rencana pengembangan pariwisata di Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, karena dinilai mengancam wilayah sakral dan ekologis masyarakat adat.

8. Menuntut dihentikannya proyek pembangunan pelabuhan kapal di Kapiraya, Kabupaten Deiyai.

9. Menyerukan agar negara memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa West Papua sebagai solusi demokratis atas konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Pernyataan ini ditutup dengan ajakan solidaritas kepada seluruh mahasiswa Papua di berbagai kota studi agar bersatu menyuarakan keadilan, kedaulatan, dan hak hidup masyarakat adat Papua. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

8 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

9 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

12 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

13 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

13 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

13 jam ago