Berita

Mahasiswa Papua Didorong Bangun “Investasi Pengetahuan” untuk Jawab Kompleksitas Persoalan Bangsa

JAKARTA, TOMEI.ID | Mahasiswa Papua didorong untuk membangun “investasi pengetahuan” sebagai fondasi utama dalam menghadapi kompleksitas persoalan multidimensional yang terus berkembang di Tanah Papua, secara kritis, adaptif, progresif, solutif, dan berbasis realitas lapangan yang dinamis.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Departemen Pemuda Gereja Baptis West Papua, Akia Wenda, saat bertemu mahasiswa Ikatan Mahasiswa Papua di Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026), dalam sebuah forum diskusi yang menyoroti peran strategis generasi muda dalam menjawab tantangan daerah.

Menurut Akia, dinamika persoalan Papua yang mencakup sektor ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan, hingga kesehatan membutuhkan respons yang tidak biasa, melainkan berbasis pengetahuan, analisis, dan kesadaran kritis dari kalangan mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi harus secara aktif memperluas wawasan melalui literasi, diskusi, serta keterlibatan dalam ruang-ruang intelektual yang produktif.

“Kesempatan yang ada harus dimanfaatkan untuk memperbanyak dan memperkaya pengetahuan, terutama melalui membaca dan kegiatan intelektual lainnya, secara konsisten, disiplin, terarah, kritis, mendalam, dan berorientasi pada perubahan nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Akia menyoroti pentingnya penguasaan bidang hukum dalam konteks Papua saat ini, mengingat berbagai persoalan yang muncul kerap bersinggungan langsung dengan aspek legal dan kebijakan negara, yang berdampak luas terhadap keadilan, perlindungan hak, dan kepastian hukum masyarakat.

Menurutnya, kehadiran generasi muda Papua yang memiliki kompetensi di bidang hukum menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan adanya representasi yang memahami persoalan secara utuh dan mendalam, serta mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat secara adil, profesional, dan berintegritas tinggi.

“Persoalan Papua hari ini banyak diperhadapkan dengan hukum. Harus ada anak-anak Papua yang fokus kuliah hukum dan memahami persoalan secara mendalam, agar mampu membela hak masyarakat, menegakkan keadilan, dan melawan ketimpangan struktural,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk membangun kekuatan kolektif di lingkungan kampus melalui kegiatan yang produktif, terarah, dan berbasis data, sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana perjuangan intelektual yang efektif dan bertanggung jawab, guna memperluas pengaruh gagasan serta memperkuat advokasi berbasis fakta dan analisis.

Dalam pesannya, Akia turut menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta memperkuat nilai spiritual, etika, dan karakter sebagai fondasi dalam membangun masa depan generasi Papua yang lebih baik, yang kokoh, berintegritas, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan zaman yang kompleks.

Di sisi lain, ia juga menyoroti situasi kemanusiaan di Papua yang masih memprihatinkan, di mana berbagai peristiwa kekerasan terhadap masyarakat sipil dinilai tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa, karena berpotensi menggerus rasa keadilan, kemanusiaan, dan kepercayaan publik terhadap negara.

“Situasi hari ini menambah luka. Rentetan orang Papua yang meninggal akibat kekerasan harus menjadi perhatian. Kita tetap berdoa dan berjuang, jangan anggap ini sebagai kondisi yang biasa atau aman, karena menyangkut nilai kemanusiaan, keadilan, dan masa depan bersama,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi refleksi sekaligus seruan moral bagi mahasiswa Papua untuk tampil sebagai aktor perubahan yang tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga menggabungkan kekuatan intelektual, moral, dan solidaritas dalam menjawab tantangan besar yang dihadapi Tanah Papua secara berkelanjutan dan bermartabat. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

9 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

10 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

13 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

14 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

14 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

14 jam ago