Berita

Mahasiswa Papua Sepakati Pembentukan Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Papua bersama Mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Jayapura menyatakan kesepakatan pembentukan Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Jalan Mako Hubert, Perumnas III Waena, Jayapura, Sabtu (3/1/2026) kemarin.

Mahasiswa menilai pembentukan front ini sebagai wadah konsolidasi mahasiswa Yahukimo di berbagai daerah untuk merespons situasi sosial dan politik yang terjadi di Kabupaten Yahukimo dan Tanah Papua secara umum.

Arius Siep, salah satu perwakilan mahasiswa, mengatakan bahwa mahasiswa Yahukimo di Jayapura menyatakan dukungan penuh atas pembentukan front tersebut.

“Kami mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Jayapura sepakat dan siap mendorong serta bergerak bersama mahasiswa Yahukimo di seluruh Indonesia dalam Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia,” ujar Arius dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id, Minggu, (4/1/2026) malam.

Menurutnya, Arius menambahkan, gerakan mahasiswa ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah asal mereka.

“Kami ingin bergerak bersama mahasiswa di seluruh Papua dan Indonesia untuk menyuarakan persoalan-persoalan yang kami nilai merugikan masyarakat Yahukimo dan Tanah Papua,” katanya.

Senada dengan itu, Boni Salla menyampaikan bahwa mahasiswa Yahukimo di Jayapura mendukung penuh konsolidasi mahasiswa sebagai upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat adat.

“Mahasiswa memiliki dasar hukum untuk bersatu dan menyampaikan aspirasi, yang berakar pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya terkait kebebasan berpendapat dan partisipasi warga negara,” ujar Boni.

Roniel Mirin menilai pembentukan Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia didorong oleh situasi konflik yang dinilai masih berlangsung di Yahukimo.

“Kami melihat kondisi di Kabupaten Yahukimo dan beberapa wilayah di Papua masih sangat dinamis dan penuh konflik, sehingga mahasiswa merasa perlu mengambil peran,” katanya.

Sementara itu, mantan Presiden Mahasiswa USTJ, Heston Silak, menyebut mahasiswa sebagai agen kontrol sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh diam ketika melihat adanya dugaan perampasan hak masyarakat adat dan kebijakan yang merugikan rakyat. Karena itu, konsolidasi mahasiswa Yahukimo menjadi penting,” ujar Heston.

Dalam pernyataan sikapnya, para mahasiswa juga menyampaikan desakan kepada Bupati Yahukimo agar menarik aparat militer organik dan non-organik dari wilayah tersebut. Mereka mengklaim bahwa kehadiran militer justru menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat dan berdampak pada meningkatnya jumlah pengungsi sejak 2021 hingga 2025.

Klaim tersebut disampaikan sebagai pandangan dan pengalaman mahasiswa, dan belum diverifikasi secara independen.

Sebagai penutup, para mahasiswa berharap Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia menjadi wadah bersama untuk menyatukan aspirasi mahasiswa Yahukimo di berbagai daerah serta mendorong penyelesaian persoalan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Yahukimo dan Tanah Papua secara terbuka dan bertanggung jawab. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Resmi Tetapkan Juknis BOSDA Pendidikan Gratis 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menetapkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Dana Bantuan…

2 jam ago

Dua Mama Papua Terluka dalam Ledakan Bom di Danggoa, Gereja Desak Perlindungan Warga Sipil

NABIRE, TOMEI.ID | Dua mama Papua, Aliana Pogau dan Ottopina Wayau, menjadi korban dalam insiden…

2 jam ago

DPR Papua Pegunungan Terima LHP BPK RI atas LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Pegunungan menggelar Rapat Paripurna Penyerahan Laporan Hasil…

3 jam ago

Dua Warga Sipil Terluka di Danggoa, Bupati Intan Jaya Minta Aparat Kedepankan Pendekatan Humanis

NABIRE, TOMEI.ID | Dua warga sipil yang merupakan mama-mama mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi…

3 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perluas Program Sekolah Gratis hingga SMP pada 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperluas cakupan program sekolah gratis hingga jenjang…

4 jam ago

TPNPB Klaim Seorang Ibu Terluka Akibat Serangan Drone di Intan Jaya, Sebut Warga Mengungsi ke Hutan

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim seorang warga sipil perempuan…

16 jam ago