Berita

Masyarakat Tapal Batas RI–PNG Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Akses Tiga Kampung di Keerom Kembali Terhubung

KEEROM, TOMEI.ID | Masyarakat di wilayah tapal batas Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG) bergotong royong memperbaiki ruas jalan Amgotro–Semografi yang mengalami kerusakan parah di Distrik Web dan Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, pada 8–10 Juni 2026.

Perbaikan secara swadaya tersebut dilakukan oleh warga dari tiga kampung, yakni Semografi, Favenumbu, dan Tatakra, untuk membuka kembali akses transportasi yang terputus selama lebih dari setengah tahun sejak Oktober 2025.

Kerusakan jalan yang berkepanjangan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Warga kesulitan melakukan perjalanan dari kampung ke kota maupun sebaliknya, termasuk mengangkut hasil kebun, sagu, dan hasil hutan untuk dipasarkan.

Kegiatan gotong royong dipusatkan di Dusun Konggurobu, salah satu titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi paling rawan karena kendaraan kerap terjebak berhari-hari akibat kondisi jalan yang rusak berat.

Sebelum menyusun kayu dan menimbun material, warga terlebih dahulu menggali serta menutup kubangan besar dengan kedalaman sekitar lima meter, panjang sepuluh meter, dan lebar tiga meter yang selama ini menjadi penghambat utama lalu lintas.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Sekretaris Kampung Favenumbu, Wilem Weab, yang turut terlibat langsung bersama masyarakat dalam pekerjaan perbaikan jalan.

Dalam rekaman video yang diterima tomei.id, Wilem mengatakan kerusakan jalan di Distrik Yaffi dan Distrik Web telah lama menyulitkan masyarakat sehingga warga terpaksa melakukan perbaikan secara mandiri.

“Jalan lalu lintas di Kabupaten Keerom, khususnya di Distrik Yaffi dan Distrik Web, mengalami kerusakan dan masyarakat menderita. Karena itu masyarakat dengan susah payah melakukan kerja swadaya untuk menghubungkan kembali akses antara Yuruf, Amgotro, Favenumbu, dan Semografi,” ujar Wilem dalam keterangan tertulis yang diterima di Nabire, Sabtu (13/6/2026).

Ia juga meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.

“Kami akan menunjukkan bukti kerja swadaya masyarakat ini kepada pemerintah. Kami berharap pemerintah dapat melihat langsung penderitaan masyarakat yang selama ini tidak mendapatkan perhatian,” katanya.

Menurut warga, ruas jalan Yuruf–Amgotro–Semografi sepanjang sekitar 35 kilometer tersebut telah mengalami kerusakan sejak 2023 dan hingga kini belum mendapat penanganan memadai.

Akibat kondisi tersebut, selain menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan mobilitas petugas pemerintah ke kampung-kampung di wilayah tapal batas juga ikut terganggu.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera melakukan pembangunan dan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut agar konektivitas serta pelayanan publik di kawasan perbatasan RI–PNG dapat kembali berjalan normal. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Agustinus Pigai Ajak DPR Jalur Otsus di Tanah Papua Bersatu Kawal Hak Masyarakat Adat OAP

DOGIYAI, TOMEI.ID | Wakil Ketua III DPRK Dogiyai dari jalur pengangkatan/Otonomi Khusus (Otsus), Agustinus Pigai,…

2 hari ago

Kunjungi Intan Jaya, Kapolda Papua Tengah: Jangan Pernah Merasa Sendiri

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengingatkan kepada personel TNI-Polri yang…

2 hari ago

Fransina Wakei Resmi Dilantik Pimpin Asrama Putri Nabire di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fransina Wakei resmi dilantik sebagai pengurus baru Asrama Putri Nabire di Manokwari dalam…

2 hari ago

HIPMI Papua Pegunungan Dorong KONI Kembangkan Sport Industry Jelang PON XXII

WAMENA, TOMEI.ID | Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia…

2 hari ago

IMPDO Jayapura Perkuat Pembinaan dan Persatuan Mahasiswa Baru Asal Okbab

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Distrik Okbab (IMPDO) Kota Studi Jayapura menggelar kegiatan…

2 hari ago

Hujan Es dan Kekeringan Rusak Kebun Warga Papua Pegunungan, DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Bantuan

WAMENA, TOMEI.ID | Fenomena alam berupa hujan es dan kekeringan melanda sejumlah wilayah di Papua…

3 hari ago