Berita

Masyarakat Tibai Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire Buka Akses Jalan Darat dan Listrik

NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire segera membuka akses jalan darat serta membangun jaringan listrik di wilayah tersebut.

Permintaan itu disampaikan Kepala SD Negeri Tibai, Levinus Iyai, yang mewakili masyarakat Kampung Tibai, sebagai bentuk dorongan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar.

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, pelayanan dasar, mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Bagi masyarakat Tibai, persoalan tersebut bukan sekadar kebutuhan pembangunan fisik. Ketersediaan jalan dan listrik berkaitan erat dengan terbukanya akses kampung terhadap berbagai pelayanan serta kesempatan masyarakat untuk berkembang.

Levinus mengatakan kebutuhan pertama yang mendesak adalah pembukaan, pengerasan, dan pembangunan akses jalan yang layak serta permanen menuju Kampung Tibai.

Menurut dia, jalan yang memadai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk guru dan siswa yang menjalankan aktivitas pendidikan di SD Negeri Tibai. Kondisi akses yang sulit, terutama ketika musim hujan, dapat menghambat perjalanan menuju kampung dan memperlancar berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan.

Persoalan akses jalan juga tidak berhenti pada lingkungan sekolah. Jalan yang layak dibutuhkan untuk memperlancar distribusi kebutuhan pokok, membawa hasil bumi masyarakat keluar dari kampung, serta membuka akses yang lebih mudah terhadap pelayanan kesehatan ketika warga membutuhkan penanganan dalam kondisi darurat.

Dengan demikian, pembangunan jalan permanen dipandang masyarakat sebagai bagian penting dari upaya membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas Kampung Tibai dengan wilayah lain.

Selain jalan, kebutuhan mendesak lainnya adalah penyediaan dan pemasangan jaringan penerangan listrik yang merata serta berkelanjutan di seluruh wilayah Kampung Tibai.

Levinus menjelaskan, kebutuhan listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah warga. Ketersediaan listrik juga berhubungan dengan kegiatan belajar anak-anak pada malam hari, aktivitas masyarakat, serta dukungan terhadap kegiatan ekonomi di tingkat kampung.

Penerangan yang memadai juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas setelah malam hari. Karena itu, kebutuhan listrik bagi warga Tibai dinilai memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penerangan.

Levinus menegaskan, pembangunan jalan dan jaringan listrik harus dipandang sebagai infrastruktur dasar yang memiliki kaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kami memohon agar kedua infrastruktur dasar ini, Jalan dan Penerangan Listrik dapat ditetapkan sebagai prioritas utama dalam rencana pembangunan daerah, karena merupakan pondasi vital bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan seluruh masyarakat adat di Kampung Tibai,” tegas Levinus, dikutip tomei.id, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, pembangunan kedua infrastruktur tersebut akan memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Jalan dapat memperkuat mobilitas dan distribusi, sementara listrik dapat menunjang pendidikan, aktivitas rumah tangga, serta kegiatan ekonomi warga.

Karena itu, masyarakat berharap kebutuhan tersebut tidak berhenti sebagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan atau menjadi catatan dalam rencana pembangunan semata. Mereka menginginkan adanya perencanaan, penganggaran, dan tindak lanjut yang konkret dari pemerintah sesuai kemampuan dan tahapan pembangunan daerah.

Levinus berharap Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Kampung Tibai melalui kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar membutuhkan proses yang terencana agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Bagi masyarakat Tibai, jalan dan listrik bukan sekadar fasilitas tambahan. Keduanya menjadi kebutuhan mendasar yang menentukan kelancaran pendidikan, pelayanan publik, mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta pengembangan potensi ekonomi kampung.

Harapan masyarakat kini mengarah pada tindak lanjut pemerintah. Mereka ingin kebutuhan jalan dan penerangan listrik dapat masuk dalam pembahasan serta prioritas perencanaan pembangunan daerah, sehingga Kampung Tibai tidak hanya menerima janji pembangunan, tetapi memperoleh langkah nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

17 menit ago

Hadapi KLB Campak, Puskesmas Mokwam Siapkan ORI dan Kejar Cakupan 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat…

27 menit ago

100 lebih Mahasiswa Yahukimo Kehilangan Tempat Tinggal, Mengungsi di Gereja GIDI Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang sedang menempuh…

3 jam ago

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

21 jam ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

21 jam ago

Dari Tapak ke KTT Hukum Rakyat 2026, Empat Regio Bawa Suara Tanah, Hutan dan Wilayah Adat

JAKARTA, TOMEI.ID | Persoalan penguasaan tanah, konflik tenurial, tekanan industri ekstraktif, hingga perjuangan mempertahankan wilayah…

1 hari ago