Berita

Mayor Aibon Kogoya Minta Operasi Militer di Intan Jaya Dihentikan, Sebut Jalan Trans Nabire sebagai Wilayah Perang

NABIRE, TOMEI.ID | Komandan TPNPB di Intan Jaya, Mayor Aibon Kogoya, meminta Pemerintah Indonesia dan aparat keamanan menghentikan operasi militer di Kabupaten Intan Jaya. Ia menegaskan bahwa wilayah yang disebut sebagai area pertempuran oleh kelompoknya berada di sepanjang Jalan Trans Nabire.

Pernyataan tersebut disampaikan Mayor Aibon Kogoya melalui laporan yang diterima Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) TPNPB dan dipublikasikan dalam siaran pers yang diterbitkan Sabtu (6/6/2026).

“Wilayah perang kami ada di Jalan Trans Nabire. Jika mau cari saya silakan datang di Jalan Trans Nabire, jangan lagi membunuh warga sipil yang tidak bersalah,” kata Mayor Aibon Kogoya sebagaimana dikutip dalam siaran pers tersebut.

Dalam keterangannya, Aibon juga mengimbau Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar menghentikan operasi militer di Intan Jaya. Ia turut menyoroti dugaan penggunaan serangan udara, bom, dan ranjau darat yang menurutnya berdampak terhadap masyarakat sipil.

Mayor Aibon Kogoya juga meminta agar tempat-tempat ibadah tidak dijadikan sasaran dalam operasi keamanan. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari tuntutan yang disampaikan TPNPB kepada pemerintah pusat melalui siaran pers mereka.

Selain itu, Aibon mengklaim bahwa sejak Agustus 2025 hingga April 2026 telah terjadi serangkaian kontak senjata antara TPNPB dan aparat keamanan Indonesia di wilayah yang disebutnya mencakup Intan Jaya, Paniai, dan Nabire.

Dalam pernyataannya, ia mengklaim kelompoknya kehilangan ratusan butir amunisi yang dirampas aparat keamanan. Di sisi lain, ia juga mengklaim TPNPB berhasil merampas amunisi dan senjata milik aparat keamanan serta menyebabkan korban jiwa dalam sejumlah kontak senjata.

Namun demikian, seluruh klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait pernyataan yang disampaikan Mayor Aibon Kogoya.

Dalam siaran pers yang sama, Aibon Kogoya kembali menyampaikan pandangan politik TPNPB terkait status Papua serta alasan kelompoknya melakukan perlawanan bersenjata terhadap pemerintah Indonesia.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, DPRK Intan Jaya, para kepala suku, dan masyarakat untuk menghentikan pembahasan maupun pengembangan proyek pertambangan di wilayah Intan Jaya, khususnya proyek pertambangan emas di Blok Wabu.

Menurut Aibon, keberadaan perusahaan pertambangan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan meningkatkan konflik di wilayah tersebut. Ia mencontohkan kondisi di kawasan pertambangan Papua yang menurutnya telah menimbulkan berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom serta jajaran pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun pemerintah pusat terkait sejumlah klaim dan pernyataan yang disampaikan Mayor Aibon Kogoya melalui siaran pers TPNPB tersebut.

Tomei.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang, akurat, lengkap, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

15 jam ago

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…

15 jam ago

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Setelah empat hari bertahan di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari, mahasiswa…

15 jam ago

Gubernur Papua Barat Tangani Krisis Hunian Mahasiswa Yahukimo, Pembina Dorong Asrama Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan tempat tinggal yang dialami lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo…

16 jam ago

Pdt. Menaser Labene Klarifikasi Pemberian Dua Anggota Polres Puncak: Amplop Berisi Rp100 Ribu dan Bingkisan Sembako

ILAGA, TOMEI.ID | Hamba Tuhan Pdt. Menaser Labene memberikan klarifikasi terkait kedatangan dua anggota Polres…

16 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen, OPD Diminta Percepat Kerja Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong percepatan kerja seluruh perangkat daerah untuk…

17 jam ago