Berita

Meki Nawipa: Festival Kopi Jangan Berhenti pada Seremoni, Petani Harus Rasakan Manfaat Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pengembangan kopi di Papua Tengah tidak boleh berhenti pada kegiatan festival. Pemerintah harus memastikan program pendampingan, peningkatan kualitas produksi, dan perluasan pasar berjalan agar memberikan manfaat nyata bagi petani.

Penegasan tersebut disampaikan Meki Nawipa melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Tumiran, saat menutup Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Jumat (30/10/2026) sore.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2026, diikuti 27 kelompok kopi dari delapan kabupaten, yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, dan Mimika.

Meki mengatakan festival tersebut menjadi ruang pertemuan bagi petani, pelaku usaha, pengolah kopi, dan pencinta kopi untuk bertukar pengalaman, memperluas pengetahuan, serta membangun jaringan kerja sama.

“Melalui berbagai kegiatan seperti pameran kopi, diskusi, pelatihan, dan promosi produk lokal, kita berharap semakin banyak masyarakat mengenal dan menghargai kualitas kopi yang dihasilkan oleh para petani Papua Tengah,” ujar Meki dalam sambutan tertulis yang dibacakan Tumiran.

Menurutnya, kopi Papua Tengah bukan sekadar hasil perkebunan, tetapi bagian dari kekayaan alam, identitas daerah, sekaligus sumber penghidupan masyarakat yang memiliki peluang ekonomi besar.

“Oleh karena itu, potensi tersebut harus kita kelola secara serius agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” tegasnya.

Meki menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah telah menetapkan pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu program prioritas daerah.

Karena itu, ia meminta petani meningkatkan kualitas budidaya dan menjaga mutu hasil panen. Dinas Pertanian di setiap Kabupaten juga diminta memastikan pendampingan kepada petani dan pelaku usaha dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita harus memastikan bahwa pengembangan kopi Papua Tengah tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi terus ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Selain peningkatan produksi, Gubernur menyoroti pentingnya akses pemasaran agar kopi Papua Tengah mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia berharap pertemuan antara petani, kelompok tani, koperasi, pelaku UMKM, pengusaha kopi, dan calon pembeli selama festival dapat menjadi awal terbentuknya kerja sama usaha yang berkelanjutan.

“Kita menginginkan agar kopi Papua Tengah semakin dikenal, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Meki juga menegaskan bahwa petani harus menjadi pihak yang memperoleh manfaat utama dari peningkatan nilai ekonomi komoditas kopi. Pengembangan industri kopi diharapkan turut membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi generasi muda.

Ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan festival bukan sekadar jumlah peserta atau kemeriahan kegiatan, melainkan hasil yang dapat diwujudkan setelah acara berakhir.

“Keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara atau banyaknya peserta yang hadir, tetapi juga dari manfaat dan tindak lanjut yang dapat kita wujudkan setelah kegiatan ini berakhir,” tegas Meki.

Ia berharap seluruh pengalaman, masukan, dan peluang kerja sama yang diperoleh selama festival menjadi dasar untuk memperkuat pengembangan kopi Papua Tengah.

Meki mengajak petani terus meningkatkan kualitas hasil perkebunan, pelaku UMKM dan pengusaha kopi memperluas jaringan usaha, serta perangkat daerah memperkuat koordinasi agar pengembangan komoditas kopi berjalan terarah dan berkelanjutan.

“Kita memiliki harapan besar agar kopi Papua Tengah menjadi komoditas unggulan yang mampu mengangkat perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan petani, dan membawa nama Papua Tengah semakin dikenal luas,” pungkasnya.

Festival Kopi Papua Tengah 2026 ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berdasarkan hasil penilaian dewan juri pada Jumat sore. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pangkalan Kaka Tua 88 dan Masyarakat Yahukimo Desak Pembukaan Jalan Dekai–Seradala

DEKAI, TOMEI.ID | Pengurus Pangkalan Kaka Tua Delapan-Delapan (88) bersama masyarakat Yahukimo berencana menggelar aksi…

2 jam ago

Reviu Masterplan Pusat Pemerintahan Papua Tengah, Gubernur Meki Minta Parkir Terpusat dan Pengelolaan Sampah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta agar penataan kawasan pusat pemerintahan memperhatikan…

5 jam ago

Siapkan Lahan 20 Hektare, Deinas Geley Perjuangkan Rumah Sakit Besar dan Ambulans Udara untuk Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung…

5 jam ago

Festival Kopi Papua Tengah 2026, Petani Siriwo Perkenalkan Kopi Arabika Siriwo dan Minta Perhatian Pemerintah

NABIRE, TOMEI.ID | Petani kopi dari Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai memperkenalkan potensi…

6 jam ago

Pemprov Papua Tengah Dorong Ormas Tertib Administrasi, Kesbangpol Diminta Perkuat Pembinaan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) meningkatkan ketertiban…

6 jam ago

Penilaian Lomba Festival Kopi Papua Tengah 2026 Tuntas, Pemenang Diumumkan Saat Penutupan

NABIRE, TOMEI.ID | Proses penilaian berbagai kategori lomba dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 telah…

6 jam ago