Meki Nawipa Targetkan Intan Jaya Terang 24 Jam Mulai Desember 2026

oleh -1183 Dilihat

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan Kabupaten Intan Jaya mulai menikmati layanan listrik 24 jam pada Desember 2026, sebagai langkah memperkuat pelayanan dasar dan mendorong aktivitas masyarakat serta pembangunan daerah.

BACA JUGA: Meki Nawipa Cek Sekolah dan PLN di Intan Jaya, Janji Percepat Pembangunan

banner 728x90

Target tersebut disampaikan saat melanjutkan kunjungan kerja di Yokatapa, Selasa (15/9/2026), sekaligus menegaskan arah pembangunan daerah yang menurutnya harus dimulai dari kebutuhan dasar masyarakat.

Meki mengatakan, pembangunan Intan Jaya tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik, tetapi harus diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, membuka konektivitas, menyediakan energi, serta menciptakan ruang bagi anak-anak asli Intan Jaya untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.

Menurutnya, pembangunan asrama siswa yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang membangun sumber daya manusia. Asrama tersebut disiapkan untuk menampung anak-anak dari berbagai wilayah agar dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih terpusat dan didukung fasilitas yang memadai.

“Jadi Asrama ini, kita bawa dari pinggiran semua, kasih sekolah di sini. Besok gubernur akan siapkan tempat tidur 120 set, kasur lengkap, lemari lengkap. Ini asrama terbesar yang kita bangun. Maka itu kepala PU anggarkan supaya pagar satu kali,” kata Meki.

Ia menegaskan pembangunan tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai gedung, tetapi menjadi bagian dari investasi pendidikan untuk mempersiapkan generasi muda Intan Jaya menghadapi masa depan.

“Saya meletakkan batu pertama dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus supaya nanti sumber daya manusia, anak-anak Papua asli Intan Jaya bisa bertumbuh, berkembang dan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan negeri ini,” katanya.

Dorong Anak Intan Jaya Jadi Pemimpin

Meki kemudian menyampaikan pesan khusus kepada para siswa agar tidak melihat kondisi mereka saat ini sebagai batas untuk meraih masa depan.

Menurutnya, anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin apabila memiliki kemauan belajar dan menjaga nilai kehidupan.

“Jadi saya tidak perlu bicara banyak, tapi anak-anak sekolah kamu ingat baik-baik, suatu saat kamu akan jadi pemimpin di negeri ini,” ujarnya.

Ia meminta para siswa membangun karakter sejak dini dengan menjadikan Tuhan sebagai dasar kehidupan, menghormati orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh, serta menjaga integritas dan kejujuran.

“Mungkin hari ini, kamu biasa-biasa saja, tapi waktu kamu mau jadi pemimpin, kamu harus pertama takut sama Tuhan, kedua dengar-dengar sama orang tua, harus belajar keras, keempat jaga integritas, kejujuran yang bisa membawa anda sukses,” katanya.

Bagi Meki, pendidikan menjadi salah satu fondasi utama untuk mengubah masa depan Intan Jaya. Karena itu, pembangunan fasilitas pendidikan, asrama, penyediaan perangkat belajar hingga dukungan terhadap kegiatan siswa dinilai perlu berjalan secara bersamaan.

Laptop untuk Siswa Pelestari Budaya Migani

Dalam kunjungan tersebut, Meki juga menyerahkan laptop kepada siswa yang sebelumnya mengikuti Festival Pelajar tingkat Provinsi Papua Tengah di Nabire bersama guru pendamping.

Ia mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk mendukung proses belajar sekaligus mendorong anak-anak Intan Jaya terus mengembangkan kemampuan akademik dan budaya daerah.

“Jadi saya pikir itu, saya akan kasih laptop itu dari keluarga saya kepada anak-anak sekolah yang melestarikan Budaya Migani. Laptop ini, ini ada foto saya di dalam jadi ke manapun kau pergi ko tahu laptop ini Meki Nawipa yang kasih,” katanya.

Meki juga meminta agar pelajar SMP asal Intan Jaya dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan sepak bola tingkat Provinsi Papua Tengah pada tahun depan.

“Tahun besok anak-anak SMP ikut, kemarin tidak ikut, jadi tahun besok harus ikut pertandingan sepak bola di tingkat provinsi. Jadi Pak Bupati begitu, seluruh biaya ditanggung oleh gubernur,” ujarnya.

Ia menyebut biaya tersebut mencakup kebutuhan perjalanan dan kegiatan siswa, termasuk transportasi, konsumsi dan mobilitas selama mengikuti pertandingan.

“Pesawat ke Nabire, pesawat ke Sugapa, makan, minum, mobil, kamu ini punya negeri ini. Jadi Gubernur tanggung, jadi kita akan buat itu juga. Jadi tahun depan siap-siap kasih latihan, latihan di bawah lapangan sini,” katanya.

Sekolah YPPK Didorong Lebih Layak

Selain pembangunan asrama, Meki menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyiapkan dukungan terhadap pengembangan sekolah YPPK di Intan Jaya.

Ia mengatakan desain pembangunan sekolah akan disiapkan dengan melibatkan perangkat teknis pemerintah sehingga fasilitas pendidikan dapat dikembangkan secara lebih terarah.

“Soal Sekolah YPPK, kepala PU sudah ada, toh. Grand design kita buat supaya sekolah ini bagus. Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sudah jalan, kita sudah mulai taruh alat berat, sedikit lagi masuk kota hingga masuk Sugapa kita akan timbun,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan pendidikan di Intan Jaya tidak hanya diarahkan pada bantuan langsung kepada siswa, tetapi juga pada pembenahan sarana, lingkungan sekolah, akses jalan dan fasilitas pendukung pembelajaran.

Meki mengatakan pembangunan harus dimulai sekarang karena kebutuhan masyarakat tidak dapat terus menunggu.

“Tujuan membangun negeri ini dengan baik, kita mau kasih tahu bahwa habis gelap, terbitlah terang. Maka itu hari ini kita akan meletakkan batu ini sebagai batu peradaban bagaimana orang Migani, orang Moni, orang Wolani, dan suku-suku lain yang ada di sini bisa menjadi berkat buat negeri Papua Tengah ke depan,” katanya.

Intan Jaya Ditargetkan Terang 24 Jam

Salah satu target utama yang disampaikan Meki adalah memastikan pelayanan listrik di Intan Jaya dapat beroperasi 24 jam mulai Desember 2026.

Ia menyebut mesin pembangkit telah dikirim, sementara Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah menyiapkan tangki dan pihak PLN disebut telah menyampaikan komitmen untuk mendukung pengoperasian listrik tersebut.

“Mulai Desember, Bupati Aner Maisini, Elias Igapa, dan Gubernur Meki Nawipa akan kasih nyala listrik 24 jam di Intan Jaya,” katanya.

“Mesin sudah saya kirim, bupati dan wakil bupati sudah bangun tangki, PLN sudah janji sama saya. Jadi kalau tidak kasih nyala berarti dia yang salah. Tapi sudah janji sama saya, kita kasih nyala listrik 24 jam,” lanjutnya.

Meki mengatakan target penerangan tersebut merupakan bagian dari gagasan yang lebih luas untuk mendorong Papua Tengah terang secara bertahap.

“Berarti Nabire 24 jam, Timika 24 jam, Deiyai, Dogiyai, dan Paniai 24 jam, Intan Jaya 24 jam, Puncak dan Puncak Jaya kita pelan-pelan kasih nyala 24 jam, Papua Tengah terang. Itu yang kita akan buat ke depan,” ujarnya.

Jalan dan Infrastruktur Harus Dibangun

Meki juga menyinggung kebutuhan pembangunan jalan sebagai bagian penting untuk membuka akses masyarakat dan memperlancar mobilitas barang maupun orang di wilayah pegunungan Papua Tengah.

“Kalau hari ini, Meki Nawipa, sebelah Mee, sebelah Moni. Kalau tidak bangun jalan belum tentu orang lain akan bangun. Jadi hari ini kerja selesai,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks dorongan agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada perencanaan, tetapi diwujudkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

Motor Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Selain pendidikan dan listrik, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyerahkan 34 unit sepeda motor secara simbolis kepada pemuda Intan Jaya. Penyerahan kunci motor diterima Wim Joani dan Mepa Sondegau.

Meki meminta kendaraan tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi. Ia mendorong penerima memanfaatkan sepeda motor untuk membantu mobilitas masyarakat sekaligus mengembangkan jasa transportasi lokal.

“Pakai motor baik-baik untuk kepentingan pribadi tapi juga tolong membantu masyarakat di sini ketika mereka ke pasar atau ke kebun, mohon supaya dengan motor ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang di Intan Jaya,” kata Meki.

Menurutnya, kendaraan tersebut dapat menjadi sarana ekonomi apabila dikelola dengan baik, terutama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi menuju pasar, kebun maupun pusat pelayanan.

Dukungan untuk Kesehatan

Dalam rangkaian agenda yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan dukungan sektor kesehatan berupa Rp500 juta dan alat penunjang lainnya kepada Puskesmas Bilogai dan RSU Intan Jaya.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan fasilitas penunjang di wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup berat.

Meki menilai pembangunan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Meki: Intan Jaya Tidak Seperti yang Dibicarakan di Media Sosial

Meki juga menyampaikan pesan kepada masyarakat di luar Intan Jaya agar tidak melihat daerah tersebut hanya berdasarkan pemberitaan atau percakapan di media sosial.

“Ini juga kita mau kasih tahu, dan kirim pesan kepada orang-orang di luar sana, Intan Jaya sudah tidak seperti yang mereka bicara di media sosial. Intan Jaya adalah orang-orang sonawi yang ada di tempat ini dan mereka akan menjadi orang besar dan hari ini kita memulai. Kalau hari ini kita tidak memulai, kapan lagi kita memulai,” katanya.

Ia menilai perbaikan keamanan dan pembangunan harus berjalan bersamaan. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran dalam menjaga kondisi daerah agar terus membaik.

Apresiasi Masyarakat dan Aparat Keamanan

Meki menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Intan Jaya, kepala kampung hingga pemerintah kabupaten atas dukungan terhadap pembangunan daerah.

Ia juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang menurutnya telah berperan dalam menjaga keamanan Intan Jaya.

“Jadi saya sampaikan terima kasih banyak kepada masyarakat di Intan Jaya ini, mulai dari masyarakat, kepala desa sampai pemerintah kabupaten. Terima kasih pula, TNI-Polri, terima kasih banyak sudah menjaga keamanan Intan Jaya dan sudah mulai membaik,” ujarnya.

Meki mengatakan kondisi keamanan yang semakin baik menjadi salah satu faktor penting untuk membuka ruang pembangunan dan memperkuat pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Saya melihat, sudah akan membaik dan akan membaik ke depan. Itu juga tergantung pemimpin,” katanya.

Ia kemudian mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap kepemimpinan pemerintah daerah agar program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kalau kita orang Intan Jaya tidak mendukung bupati dan wakil bupati Intan Jaya hari ini, siapa yang akan datang membangun negeri ini? Tidak ada orang yang sayang sama kita. Kita harus sayang diri kita sendiri untuk membangun negeri ini ke depan,” katanya.

Meki menekankan kepemimpinan daerah memiliki masa jabatan yang terbatas sehingga masyarakat dan pemerintah perlu menggunakan waktu tersebut untuk membangun fondasi pembangunan yang dapat diteruskan oleh kepemimpinan berikutnya.

Lanjut ke Hitadipa

Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah di Intan Jaya dijadwalkan berlanjut pada Rabu (16/9/2026). Meki bersama rombongan akan menuju Distrik Hitadipa untuk berdialog dan makan bersama masyarakat.

Kunjungan tersebut merupakan kali ketiga Meki Nawipa ke Intan Jaya selama masa kepemimpinannya di Papua Tengah. Rangkaian agenda kali ini menempatkan pendidikan, listrik, infrastruktur, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dari upaya memperkuat pembangunan di daerah tersebut. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.