Berita

Menjelang 1 Desember, KNPB Nabire serukan peringatan damai dan investigasi kematian Yoas Pigai

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Teluk Cenderawasih Nabire, mengeluarkan himbauan dan pernyataan sikap menyambut 1 Desember 2025, sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua tahun 1961.

KNPB Nabire meminta masyarakat Papua, termasuk individu, gereja, kelompok, dan organisasi untuk memperingati 1 Desember secara damai serta tidak terprovokasi isu-isu yang dinilai berpotensi memecah belah.

Ketua I KNPB Nabire, Shon Adii, turut menyampaikan kritik terhadap tindakan aparat Kepolisian Resor Nabire terkait peristiwa meninggalnya Yoas Pigai pada 29 November 2025.

Menurut KNPB, informasi mengenai insiden tersebut terlambat dipublikasikan hampir 30 jam, dan pembubaran konvoi yang terjadi pada hari yang sama dinilai menggunakan kekerasan berlebih.

“Tindakan aparat tidak sejalan dengan prinsip hak asasi manusia dan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum,” tegas Adii dalam keterangan yang diterima redaksi tomei.id, Minggu (30/11/2025).

Dalam pernyataan sikapnya, KNPB Nabire menyampaikan tiga tuntutan utama:

Pertama, mendesak Kapolda Papua Tengah membentuk tim investigasi independen untuk mengusut dugaan pelanggaran prosedur dan penggunaan kekerasan yang disebut berujung pada kematian Yoas Pigai.

Kedua, meminta Kapolres Nabire menghentikan pembubaran konvoi dengan tindakan represif yang dinilai melampaui prosedur.

Ketiga, menegaskan bahwa 1 Desember merupakan hari besar bagi bangsa West Papua menurut KNPB, serta meminta aparat tidak melakukan tindakan yang dinilai menghalangi bentuk peringatan damai.

Son Adii menutup pernyataan dengan menyebut sikap tersebut merupakan bentuk protes atas serangkaian tindakan aparat yang dinilai merugikan masyarakat sipil.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepolisian Resor Nabire maupun Polda Papua Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

2 jam ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

2 jam ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

2 jam ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

15 jam ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

1 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

1 hari ago