Uncategorized

Meriah! Barongsai Papua Golden Tiger Semarakkan Imlek 2026 di Jayapura, Tegaskan Olah Raga Budaya Pemersatu

JAYAPURA, TOMEI.ID | Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Vihara Arya Dharma, Jalan Raya Abepura–Entrop, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan, Selasa (17/2/2026).

Sejak pagi, umat Buddha dan masyarakat lintas agama memadati vihara untuk bersembahyang sekaligus menyaksikan atraksi barongsai yang dimeriahkan tim Papua Golden Tiger.

baca juga: Imlek 2577 Kongzili Dirayakan Meriah di Vihara Arya Dharma, Harmoni Lintas Iman Semarakkan Jayapura

Pertunjukan barongsai menjadi daya tarik utama dalam perayaan Imlek tahun ini. Gerakan lincah para pemain yang diiringi tabuhan musik khas Tionghoa mengundang tepuk tangan serta antusiasme warga yang hadir.

Pelatih Papua Golden Tiger, Budi, mengatakan timnya fokus pada pembinaan olahraga barongsai di bawah naungan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI), sebagai wadah prestasi, disiplin, dan pembinaan generasi muda.

Pelatih Barongsai tim Papua Golden Tiger, Budi, memberikan keterangan pers usai kegiatan di Kota Jayapura. [Foto: Yeremias Edowai/tomei.id].

“Kalau kami sebenarnya fokus di olahraga. Kami latihan rutin seminggu tiga kali. Untuk Imlek ini tidak ada persiapan khusus karena memang sudah latihan rutin. Barongsai ini selain olahraga juga bagian dari budaya Tionghoa yang menjadi bagian dari NKRI,” ujar Budi.

Budi menegaskan barongsai yang mereka tekuni merupakan cabang olahraga dan tidak berkaitan dengan unsur keagamaan tertentu, melainkan seni budaya yang menjunjung sportivitas, persatuan, dan prestasi.

“Ini olahraga, tidak ada unsur keagamaannya. Anak-anak juga kami tekankan seperti itu demi menjaga persatuan, sportivitas, dan semangat kebersamaan generasi muda,” tegas Budi.

Atraksi tim Barongsai Papua Golden Tiger tampil memukau dan energik saat memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Vihara Arya Dharma Jayapura, Kota Jayapura, Selasa (17/2/2026). [Foto: Yeremias Edowai/tomei.id].

Budi menyebut anggota sasana Papua Golden Tiger berjumlah sekitar 32 orang yang berasal dari berbagai latar belakang suku di Papua maupun luar Papua.

“Di Jayapura ini multi-etnis. Ada dari Jayapura, Sarmi, Serui, Biak, juga dari Buton dan Manado. Saya sendiri orang Suku Tengger dari Malang,” kata Budi.

Menurut Budi, tantangan yang dihadapi adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa barongsai hanya milik etnis Tionghoa, sehingga perlu edukasi agar dipahami sebagai olahraga inklusif.

Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Arya Dharma Jayapura, Kota Jayapura, tampak semarak dengan atraksi barongsai Papua Golden Tiger yang disaksikan masyarakat lintas agama, Selasa (17/2/2026). [Foto: Yeremias Edowai/tomei.id].

“Padahal ini sudah menjadi olahraga nasional. Di Jawa sendiri sudah lama berasimilasi. Jadi kami ingin menunjukkan bahwa ini olahraga terbuka untuk siapa saja,” ujar Budi.

Sementara itu, Ketua FOBI Papua, Irwan Saiful, mengatakan pihaknya terus membuka kesempatan bagi anak-anak Papua yang ingin bergabung menjadi atlet barongsai guna meraih prestasi dan masa depan lebih baik.

“Kita butuh atlet lebih banyak supaya bisa berkembang. Kalau ada yang mau berlatih silakan daftar. Kita mendidik tanpa bayaran,” kata Irwan Saiful.

Irwan Saiful mengakui pembinaan barongsai di Papua masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan biaya dan belum adanya tempat latihan permanen yang memadai untuk pembinaan atlet berkelanjutan.

“Kita juga belum diterima sebagai anggota KONI. Padahal barongsai sudah dipertandingkan di tingkat nasional dan sudah masuk PON pertama kali di Medan,” jelas Irwan Saiful.

Menurut Irwan Saiful, untuk mengirim atlet ke luar daerah membutuhkan biaya besar, sehingga dukungan semua pihak sangat dibutuhkan bersama.

“Minimal sekitar Rp500 juta. Selama ini semua biaya dari kantong pribadi. Belum ada bantuan dari mana pun,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Irwan Saiful berharap barongsai di Papua terus berkembang dan semakin banyak anak Papua yang menjadi atlet berprestasi serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

“Harapan saya ke depan perekonomian makin baik dan atlet barongsai kita makin banyak,” tutup Irwan Saiful, demi kemajuan daerah serta kesejahteraan generasi muda Papua.

Perayaan Imlek 2026 di Vihara Arya Dharma berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat toleransi, keberagaman, dan harmoni sosial di Kota Jayapura yang terus terjaga dalam kehidupan masyarakat. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

12 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

13 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

13 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

1 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

1 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

2 hari ago