Berita

Musrenbang Otsus Dogiyai 2026 Dipacu Jadi Instrumen Kunci Percepatan Pembangunan OAP

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai menegaskan posisi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus Tahun 2026 sebagai instrumen strategis dalam mengakselerasi pembangunan berbasis kebutuhan riil Orang Asli Papua (OAP), sekaligus memperkuat arah kebijakan anggaran yang terukur, terarah, dan berdampak nyata.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Digiyai, Yuliten Anouw, SE, di Aula Koteka Moge Dogiyai, Senin (30/3/2026).

Forum perencanaan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi diarahkan sebagai ruang konsolidasi kebijakan untuk menyusun Rencana Anggaran Program (RAP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 secara lebih presisi, adaptif, dan responsif terhadap persoalan masyarakat di tingkat kampung hingga distrik.

Kesempatan itu, Kepala Bappeda dan Litbang Dogiyai, Yakobus Dogomo, S.S, menegaskan bahwa Musrenbang Otsus merupakan tahapan krusial dalam memastikan sinkronisasi antara perencanaan daerah dan kebijakan nasional, khususnya dalam kerangka implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP).

“Musrenbang Otsus harus menjadi ruang validasi kebutuhan masyarakat. Seluruh usulan program wajib bersumber dari bawah, mulai dari kampung, distrik, hingga pokok pikiran DPRD, bukan sekadar formalitas perencanaan,” tegas Yakobus.

Ia menyoroti bahwa arah pembangunan Dogiyai harus linier dengan prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029, yang menitikberatkan pada percepatan pembangunan Papua melalui tiga pilar utama: Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Menurutnya, fokus ini harus diterjemahkan secara konkret dalam program yang menyentuh langsung aspek pelayanan dasar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Yakobus mengingatkan pentingnya disiplin anggaran dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus. Ia menegaskan bahwa setiap alokasi harus menghindari duplikasi program, kegiatan seremonial, maupun rutinitas birokrasi yang tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Dalam konteks penguatan tata kelola, Bappeda juga mendorong integrasi sistem perencanaan dan penganggaran melalui pemanfaatan platform digital seperti SIPD, SIPPP, dan SIKD. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi atas hasil Musrenbang distrik dan pokok pikiran DPRD, yang wajib diakomodasi secara selektif dan berbasis prioritas. Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar perencanaan tidak bias elit, melainkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat akar rumput.

Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis data, Musrenbang Otsus 2026 diharapkan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi mampu menjadi instrumen eksekusi kebijakan yang efektif dalam menjawab tantangan pembangunan di Dogiyai, sekaligus mempercepat peningkatan kualitas hidup Orang Asli Papua secara berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Forum Papua Ditutup, Gubernur Papua Tengah Tegaskan Otsus Harus Tepat Sasaran dan Berpihak pada OAP

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa percepatan pembangunan Papua membutuhkan sinergi…

11 jam ago

Bakal Calon Ketua IMYAL Manokwari Usung Visi “IMYAL Sebagai Honai Kita”

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Koordinator Wilayah Kabupaten Yalimo (KORYAL) Kota Studi…

12 jam ago

HIPMI Papua Pegunungan Sinkronkan Diklatda dan Forum Bisnis dengan Visi Ekonomi Gubernur

WAMENA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Pegunungan menegaskan…

13 jam ago

Mahasiswa Papua di Malang Soroti Operasi Militer, Desak Negara Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Tanah Papua

MALANG, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) se-Malang Raya bersama Front Rakyat Indonesia…

13 jam ago

Mahasiswa Papua Pegunungan Didorong Jadi Pengusaha, HIPMI Ubah Pola Pikir Ketergantungan pada PNS

WAMENA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Pegunungan mulai…

13 jam ago

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Generasi Berkarakter Rohani Jadi Penentu Masa Depan Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembinaan rohani dan penguatan karakter generasi…

13 jam ago