Berita

Nobar Film “Pesta Babi” di Jayapura Jadi Ruang Kritik Sosial, AKJB Soroti Perampasan Tanah dan Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komunitas Anak Kompleks Jalan Baru (AKJB), Kotaraja, Kota Jayapura, menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter berjudul Pesta Babi sebagai ruang refleksi sosial dan kritik terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua.

Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Jalan Baru, Kotaraja, Kamis (21/5/2026), itu terbuka bagi remaja, pemuda, orang tua, hingga masyarakat umum di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya.

Panitia menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar agenda hiburan komunitas, melainkan forum edukasi publik untuk membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap isu-isu sosial, hak masyarakat adat, hingga dampak konflik kemanusiaan di Papua.

Moderator kegiatan sekaligus perwakilan AKJB, Vian Gobai, mengatakan ruang-ruang diskusi seperti ini penting dihidupkan kembali agar masyarakat, khususnya generasi muda Papua, memiliki tempat berdialog secara terbuka dan damai.

“Melalui film dan diskusi ini kami ingin membuka ruang refleksi bersama tentang berbagai persoalan yang sedang terjadi di Papua. Masyarakat harus punya ruang untuk berdialog, berpikir kritis, dan menyampaikan pandangan tanpa rasa takut,” ujar Vian Gobai dalam keterangan tertulis yang diterima di Jayapura, Selasa, (19/5/2026).

Film dokumenter Pesta Babi yang diputar dalam kegiatan tersebut mengangkat sejumlah isu sensitif di Papua, mulai dari dugaan perampasan tanah adat, pengungsian warga sipil, konflik sosial, hingga dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang disebut masih terus terjadi di berbagai wilayah.

Dalam undangan yang disebarkan panitia, film tersebut disebut menghadirkan realitas sosial yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka di ruang publik.

“Film ini mengajak kita melihat kenyataan yang disembunyikan: ada yang berpesta di tengah perampasan tanah masyarakat adat, pengungsian, pelanggaran HAM, dan tangisan darah masyarakat,” demikian kutipan pernyataan panitia dalam materi undangan kegiatan.

Diskusi publik menghadirkan dua narasumber, yakni aktivis mahasiswa Kamus Bayage dan Vigo Iyaba dari Lusiver Papua. Keduanya membahas berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang berkembang di Papua, termasuk dampak pembangunan, konflik, dan posisi masyarakat adat di tengah berbagai kepentingan politik maupun ekonomi.

Forum diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta turut menyampaikan pandangan, pengalaman, serta keresahan mereka terkait situasi sosial yang berkembang di Papua dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut AKJB, kegiatan komunitas berbasis diskusi publik menjadi bagian penting dalam merawat kesadaran kolektif masyarakat Papua, terutama di tengah meningkatnya persoalan sosial, ketimpangan pembangunan, dan konflik kemanusiaan di sejumlah daerah.

Panitia menilai film dokumenter dapat menjadi medium alternatif untuk membantu masyarakat memahami realitas sosial dari sudut pandang warga yang mengalami langsung dampak konflik dan ketidakadilan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dipandang sebagai bentuk partisipasi masyarakat sipil dalam memperkuat solidaritas antarwarga serta menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi secara damai di Papua.

AKJB menegaskan bahwa kegiatan nobar dan diskusi terbuka seperti ini akan terus dilakukan sebagai ruang belajar bersama, terutama bagi generasi muda Papua agar lebih aktif memahami persoalan sosial di daerahnya sendiri.

“Kami ingin membangun budaya diskusi di tengah masyarakat. Papua membutuhkan ruang-ruang dialog yang sehat agar masyarakat bisa saling mendengar dan mencari jalan yang lebih adil untuk masa depan bersama,” tutup Vian Gobai.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.30 WIT hingga malam hari dan dihadiri berbagai elemen masyarakat sipil, komunitas pemuda, mahasiswa, serta warga di Kota Jayapura. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Empat Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas di Dekai, TPNPB Umumkan Duka Nasional

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

11 jam ago

ASN Asal Dogiyai Konsolidasikan Kekuatan, Matangkan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Dogiyai yang bertugas di lingkungan Pemerintah…

11 jam ago

PTFI Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Tim Medis Layani Hampir 500 Pasien

KUPANG, TOMEI.ID | PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk membantu…

11 jam ago

Eka Murib Yeimo Dorong Enam Gubernur Gelar Doa dan Puasa Serentak untuk Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Senator Papua Tengah sekaligus Wakil Ketua Alliance Women Ester Papua, Eka Kristina…

12 jam ago

Skabies Merebak di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Kirim Tim Medis dan Obat

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah memperkuat respons kesehatan terhadap meningkatnya laporan…

16 jam ago

Mahasiswa Fakultas Hukum Uncen Galang Dana untuk Korban Kebakaran Tujuh Rumah di Endomen

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas…

19 jam ago