Berita

Panen Perdana di Hitadipa: Kelompok Tani Air Madu Buktikan Kemandirian, Desak Dukungan Nyata Pemda Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Panen perdana komoditas kentang oleh Kelompok Tani Air Madu di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa, menjadi penanda nyata bangkitnya kemandirian pangan berbasis masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada awal 2026.

Kelompok tani yang dibentuk pada 20 Oktober 2025 itu berhasil membuktikan bahwa pengelolaan lahan secara mandiri mampu menghasilkan produksi pertanian, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, minimnya dukungan teknis, serta akses logistik yang terbatas.

Ketua Kelompok Tani Air Madu, Setianus Yegeseni, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif masyarakat yang secara konsisten membangun sektor pertanian sebagai sumber ekonomi berkelanjutan di wilayah pedalaman.

“Kami sudah bekerja dan hari ini kami panen. Ini bukti bahwa masyarakat mampu bertahan dan hidup dari hasil sendiri jika diberi ruang dan kesempatan,” ujarnya kepada tomei.id, Kamis (26/3/2026).

Namun demikian, keberhasilan panen perdana tersebut belum sepenuhnya menjamin keberlanjutan produksi. Kelompok tani masih menghadapi persoalan mendasar, terutama keterbatasan biaya operasional serta minimnya peralatan pertanian modern yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

Dalam kondisi tersebut, Kelompok Tani Air Madu secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, khususnya Bupati dan Dinas Pertanian, agar segera memberikan dukungan konkret dan terukur bagi pengembangan sektor pertanian masyarakat.

Adapun kebutuhan prioritas yang disampaikan meliputi pembiayaan untuk pembayaran tenaga kerja lokal yang terlibat sejak pembukaan lahan hingga masa panen, serta pengadaan alat pertanian guna menunjang proses tanam lanjutan dan ekspansi lahan produktif.

Masyarakat menilai, kebijakan pemerintah daerah yang mendorong prinsip kerja produktif, bahwa siapa yang bekerja akan memperoleh hasil, telah menjadi pemicu meningkatnya partisipasi warga dalam membuka lahan dan membangun kelompok tani secara mandiri.

Keberhasilan panen di Pugisiga kini dipandang sebagai momentum strategis yang tidak boleh berhenti pada capaian simbolik semata, melainkan harus ditindaklanjuti melalui intervensi kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi berbasis kampung.

Dengan dukungan anggaran, pendampingan teknis, serta akses sarana produksi yang memadai, masyarakat optimistis sektor pertanian dapat berkembang menjadi fondasi ekonomi lokal yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

21 jam ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

22 jam ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

22 jam ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

1 hari ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

2 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

2 hari ago