Berita

Pasien Meninggal di Parkiran RSUD Yowari, Keluarga Tuding Kelalaian Medis Fatal

JAYAPURA, TOMEI.ID | Tragedi kemanusiaan ini memicu kemarahan publik yang luar biasa, kabar duka sekaligus protes keras menyelimuti RSUD Yowari setelah seorang mahasiswi bernama Marthina Biri (22) meninggal dunia, Minggu (8/3/2026).

Pihak keluarga menduga kuat adanya kelalaian prosedur dan lambatnya penanganan medis yang menyebabkan nyawa korban tidak tertolong, sehingga mendesak audit total manajemen Rumah Sakit Yowari. Pihak keluarga mendesak audit ini untuk memastikan transparansi dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Peristiwa tragis ini bermula saat keluarga membawa Marthina Biri ke RSUD Yowari sekitar pukul 15.00 WIT untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun, keluarga menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang dinilai membiarkan pasien menunggu tanpa penanganan cepat di ruang medis.

Tragisnya, Marthina Biri mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.00 WIT di area parkiran rumah sakit, bukan di dalam ruang perawatan.

Perwakilan keluarga mengungkapkan bahwa Marthina Biri telah berjuang melawan sakit sejak Februari lalu. Sebelumnya, keluarga sudah berupaya membawa korban ke rumah sakit, namun saat itu pasien justru diminta pulang tanpa penanganan yang serius.

“Kami sangat kecewa. Pihak rumah sakit tidak bekerja sesuai prosedur. Kelalaian dokter dalam memberikan penanganan cepat berujung pada hilangnya nyawa saudara kami,” ungkap pihak keluarga dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Keluarga menilai tragedi ini merupakan preseden buruk yang berulang di RSUD Yowari. Mereka membandingkan kasus ini dengan insiden serupa yang menimpa Irene Sokoy pada November 2025 lalu. Rentetan kejadian ini memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pelayanan medis di rumah sakit tersebut.

Soleng Soll, kakak kandung almarhumah, menyampaikan tuntutan keras kepada otoritas terkait. Soleng Soll mendesak Penjabat Gubernur Papua dan Bupati Jayapura segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap kinerja manajemen dan tenaga medis di RSUD Yowari.

“Pemerintah dan pihak berwenang harus segera mengevaluasi kinerja rumah sakit ini. Harus ada pertanggungjawaban atas kelalaian yang menyebabkan nyawa tidak terselamatkan,” tegas Soleng Soll.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Yowari belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penanganan medis dan tudingan kelalaian yang disampaikan oleh pihak keluarga korban. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

16 jam ago

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…

16 jam ago

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Setelah empat hari bertahan di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari, mahasiswa…

16 jam ago

Gubernur Papua Barat Tangani Krisis Hunian Mahasiswa Yahukimo, Pembina Dorong Asrama Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan tempat tinggal yang dialami lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo…

17 jam ago

Pdt. Menaser Labene Klarifikasi Pemberian Dua Anggota Polres Puncak: Amplop Berisi Rp100 Ribu dan Bingkisan Sembako

ILAGA, TOMEI.ID | Hamba Tuhan Pdt. Menaser Labene memberikan klarifikasi terkait kedatangan dua anggota Polres…

17 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen, OPD Diminta Percepat Kerja Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong percepatan kerja seluruh perangkat daerah untuk…

18 jam ago