Berita

Pdt. Yulianus Anouw Dorong Pemuda Kingmi Efata Teguh dalam Iman di Tengah Tantangan Zaman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda dan pemudi Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, didorong untuk tetap teguh dalam iman dan mampu membedakan pengaruh positif maupun negatif di tengah perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Pdt. Yulianus Anouw, M.Mis, saat menyampaikan firman Tuhan dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang menjadi puncak rangkaian penerimaan pemuda dan pemudi baru Tahun 2026 di Gedung Gereja Kingmi Efata, Karang Barat, Nabire, Senin (31/8/2026).

Mengangkat tema “Turutilah Yang Baik, Jauhilah Yang Jahat” berdasarkan 1 Tesalonika 5:21, Pdt. Yulianus menekankan pentingnya pemuda memiliki dasar iman yang kuat agar tidak mudah terbawa berbagai pengaruh yang berkembang di tengah kehidupan sosial dan kemajuan teknologi.

“Pemuda harus tetap berdiri kuat di atas dasar iman. Kita harus mampu menguji segala sesuatu dan memegang yang baik,” pesan Pdt. Yulianus.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak peluang bagi generasi muda, tetapi pada saat yang sama membawa berbagai tantangan yang membutuhkan sikap kritis dan kedewasaan iman.

Karena itu, pemuda dan pemudi tidak cukup hanya mengikuti perkembangan zaman. Mereka harus mampu menilai setiap pengaruh, mengambil hal-hal yang baik, serta meninggalkan sesuatu yang dapat merusak kehidupan, karakter, dan iman.

Anouw Pesan: Anggota Baru Jangan Minder

Pdt. Yulianus juga memberikan pesan khusus kepada pemuda dan pemudi yang baru diterima dalam persekutuan.

Ia mendorong anggota baru agar tidak minder, tidak mudah menyerah, dan tidak merasa bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terlibat dalam pelayanan.

Sebaliknya, mereka harus menjadikan persekutuan pemuda sebagai ruang untuk bertumbuh dalam iman, membangun karakter, mengembangkan kemampuan, serta belajar mengambil tanggung jawab dalam pelayanan jemaat.

Pesan tersebut dinilai penting karena penerimaan anggota baru bukan sekadar penambahan jumlah anggota, tetapi harus menjadi awal pembentukan generasi muda yang memiliki komitmen terhadap kehidupan gereja dan pelayanan.

Romandus: Jangan Terjebak Masa Lalu

Sebelumnya, ibadah KKR dipimpin Romandus Yeimo, mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) sekaligus Wakil Ketua Badan Pengurus Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Romandus mengajak pemuda dan pemudi untuk tidak terus hidup dalam kesalahan masa lalu. Ia menekankan pentingnya membuka lembaran kehidupan baru dengan mendekatkan diri kepada Tuhan serta bertumbuh dalam iman dan pelayanan.

“Mari kita memuliakan nama Tuhan dengan sungguh-sungguh. Jangan lagi memikirkan hal-hal yang pernah kita lakukan di masa lalu. Kita adalah anak-anak Tuhan, sebab Tuhan mampu mengubah dan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita,” ungkap Romandus.

Ia menegaskan bahwa masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk berhenti bertumbuh. Sebaliknya, pengalaman masa lalu harus menjadi pembelajaran untuk memperbaiki kehidupan dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Penerimaan Pemuda Ditutup dengan KKR

KKR tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan penerimaan pemuda dan pemudi baru Jemaat Kingmi Efata Tahun 2026.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan diisi dengan pencarian dana, seminar, dan orientasi bagi pemuda dan pemudi baru.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur komisi jemaat, antara lain Komisi Perkaria, Komisi Pelayanan Perempuan, Komisi Sekolah Minggu, serta jemaat dan pemuda-pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Markus Iyai: Anggota Baru Harus Ambil Bagian

Ketua Panitia Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Tahun 2026, Markus Iyai, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh anggota baru.

Ia berharap anggota baru tidak berhenti pada proses penerimaan secara administratif, tetapi benar-benar mengambil bagian dalam kehidupan persekutuan dan pelayanan Jemaat Kingmi Efata.

Menurutnya, pemuda dan pemudi merupakan bagian penting dari keberlanjutan pelayanan gereja sehingga dibutuhkan keterlibatan, kebersamaan, dan komitmen dari setiap anggota.

Setelah pelaksanaan KKR, panitia secara resmi dibubarkan dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat serta Surat Keputusan (SK) panitia.

Rangkaian tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh proses penerimaan pemuda dan pemudi baru Tahun 2026.

Namun, pesan yang disampaikan dalam KKR menjadi bagian penting yang diharapkan terus dibawa oleh anggota baru dalam kehidupan sehari-hari: menguji segala sesuatu, memegang yang baik, menjauhi yang buruk, serta tetap berdiri teguh dalam iman dan pelayanan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa Dorong RRI Perkuat Suara Masyarakat dan Jaga Kepercayaan Publik

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) memperkuat perannya…

12 jam ago

Deinas Geley: Delapan Kabupaten Harus Dapat Kesempatan dalam Pembinaan Sepak Bola

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan tata kelola PSSI Papua Tengah…

12 jam ago

Dogiyai Beri 67 Ribu Suara, Meki Nawipa: Saya Balas dengan Pembangunan, Bukan Uang

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan dukungan politik masyarakat Kabupaten Dogiyai tidak…

13 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Jangan Miras dan Makan Pinang di Tempat Sakral, Jaga Warisan Leluhur Meeuwo

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta masyarakat Kabupaten Dogiyai menjaga tempat-tempat yang…

13 jam ago

Wagub Deinas Geley Dorong Wartawan Ukir Ribuan Kata untuk Papua

PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mendorong wartawan di Paniai terus bekerja…

1 hari ago

IDI Papua Tengah 2025 Capai 59,24, Ukkas Dorong RAD Demokrasi Lebih Terukur

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kualitas demokrasi melalui penyusunan Rencana…

1 hari ago