MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya mematangkan rencana pembangunan asrama mahasiswa di Kota Studi Manokwari, Papua Barat. Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan langsung kepada mahasiswa asal Lanny Jaya, peninjauan rumah kontrakan, sekaligus pengukuran lahan yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan asrama permanen, Selasa (28/7/2026).
Kunjungan dilakukan oleh perwakilan Pemkab Lanny Jaya, Deminus Kiwo dan Joko Suprianto. Selain memastikan kondisi mahasiswa, pemerintah juga mengecek kesiapan lahan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas hunian yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mahasiswa di Manokwari.
Perwakilan Pemkab Lanny Jaya, Deminus Kiwo, menegaskan penyediaan asrama merupakan tanggung jawab pemerintah dalam mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa yang menempuh studi di luar daerah.
“Kami datang melihat langsung kondisi mahasiswa di Kota Studi Manokwari. Kami sudah melihat dua kontrakan yang ditempati mahasiswa. Pemerintah berkewajiban menyediakan sarana berupa asrama agar mahasiswa memiliki tempat belajar dan tinggal yang lebih baik,” ujar Deminus Kiwo.
Ia menambahkan, keberadaan asrama akan memberikan kepastian tempat tinggal yang layak sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif.
Sementara itu, Joko Suprianto mengatakan perhatian pemerintah terhadap mahasiswa merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Lanny Jaya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah bersama pihak terkait melakukan pengukuran lahan calon lokasi pembangunan asrama. Hasil pengukuran sementara menunjukkan lahan memiliki panjang sekitar 65,70 meter dan lebar 24,50 meter.
Pemilik lahan, Laus Doansiba, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan siap mendukung apabila pemerintah memutuskan membeli lahannya.
“Saya berterima kasih karena pemerintah sudah datang melihat langsung mahasiswa. Apabila Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya siap membeli tanah atau membangun asrama, saya siap menyerahkan lahan tersebut,” ungkap Laus Doansiba.
Dewan Penasihat Organisasi Mahasiswa, Melius Tabuni, menilai lokasi tersebut strategis karena telah memiliki akses air bersih dan dinilai memenuhi syarat untuk pembangunan asrama.
Menurutnya, keberadaan Universitas Papua (UNIPA) sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Papua Barat menjadi alasan kuat bagi Pemkab Lanny Jaya untuk segera merealisasikan pembangunan asrama permanen bagi mahasiswa asal daerah.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa juga mengklarifikasi informasi yang sebelumnya beredar terkait pembayaran kontrakan. Mereka menegaskan biaya kontrakan telah diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan mahasiswa di Kota Studi Manokwari.
Selain itu, mahasiswa meminta Pemkab Lanny Jaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) membentuk tim pelayanan perekaman KTP elektronik bagi mahasiswa di berbagai kota studi. Menurut mereka, layanan tersebut akan mempermudah pengurusan administrasi kependudukan tanpa harus kembali ke Kabupaten Lanny Jaya. [*].
TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada peningkatan…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe bersama perwakilan 8 kepala kampung menemui aparat…
NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah,…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Delapan tahun setelah Deklarasi Manokwari tentang perlindungan hutan Papua ditandatangani, kebakaran hutan…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa Papua sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Universitas Cenderawasih (Uncen), Darki…
NABIRE, TOMEI.ID | Ketua I Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB) Nabire, Jeckson…