Berita

Pemprov Papua Tengah Siapkan Bandara Nabire Layani Pesawat Berbadan Lebar

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menargetkan pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire pada tahun anggaran 2026, sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2026, dengan fokus utama dan intens pada peningkatan kapasitas bandara agar mampu melayani pesawat berbadan lebar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Ewanggen Kogoya, menegaskan sektor transportasi udara menjadi prioritas pemerintah daerah untuk membuka keterisolasian wilayah dan menekan tingginya biaya logistik.

Hal tersebut disampaikan Ewanggen dengan tegas dan jelas saat ditemui langsung di Kantor Dinas Perhubungan Papua Tengah, Senin (19/1/2026).

Menurut Ewanggen, pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire tidak hanya diarahkan pada peningkatan pelayanan penerbangan penumpang, tetapi juga untuk memperkuat distribusi barang dan jasa antarwilayah. Infrastruktur bandara yang memadai menjadi prasyarat penting dalam mendorong pemerataan pembangunan serta menarik investasi di berbagai sektor strategis.

“Pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ewanggen.

Saat ini, Bandara Douw Aturure Nabire telah melayani sejumlah maskapai nasional, seperti Wings Air dan Sriwijaya Air. Kondisi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kapasitas bandara ke tingkat pelayanan lebih tinggi, termasuk membuka peluang bagi pengoperasian pesawat berbadan lebar.

Selain peningkatan fasilitas fisik, Dinas Perhubungan Papua Tengah menjajaki kerja sama dengan maskapai berskala nasional seperti Batik Air, Super Air Jet, dan Garuda Indonesia. Penjajakan mencakup kesiapan landasan pacu, terminal penumpang, sistem keselamatan penerbangan, serta potensi pembukaan rute baru yang menghubungkan Nabire dengan kota-kota besar di Indonesia.

Meski masih menunggu tindak lanjut resmi dari maskapai terkait rencana operasional penuh, Pemprov Papua Tengah optimistis pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire dapat terealisasi sesuai target.

“Apabila pesawat berbadan lebar dapat beroperasi di Bandara Nabire, dampaknya akan sangat besar, baik dari sisi efisiensi transportasi, penurunan biaya logistik, maupun percepatan pembangunan di Papua Tengah,” tambah Ewanggen.

Pemprov Papua Tengah menargetkan Bandara Douw Aturure Nabire menjadi simpul utama transportasi udara wilayah tengah Papua, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

14 jam ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

14 jam ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

22 jam ago

Kurikulum Harus Berakar pada Kehidupan Anak, Bukan Sekadar Aturan dari Jauh

Oleh: Yudas Degei Pendidikan adalah hak setiap anak, di mana pun ia dilahirkan dan dalam…

1 hari ago

Waket II DPR Papua Tengah Soroti Pendidikan dan Pertanian Usai Peresmian PLTS di Puncak

PUNCAK, TOMEI.ID | Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus…

1 hari ago

PT Freeport Indonesia Bawa Talenta Musisi Papua ke Panggung Asian Games 2026

NAGOYA, TOMEI.ID | Musisi asal Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa…

1 hari ago