Berita

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Pergub 59/2024: Perkuat Sistem Kewaspadaan Dini dan Kerukunan Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Gubernur Papua Tengah Nomor 59 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini, bertempat di Nabire, Selasa (29/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem deteksi sosial dini guna menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah Papua Tengah.

Sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Frit Nawipa, disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Marthen Ukago. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung lantaran agenda pemerintahan yang bersamaan.

Gubernur Nawipa menegaskan bahwa pelaksanaan pemerintahan yang baik (good governance) tidak akan terwujud tanpa fondasi utama berupa keamanan dan ketertiban daerah. Menurutnya, Pergub Nomor 59 Tahun 2024 bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan kerja kolektif untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mencegah potensi ancaman sosial yang dapat mengganggu stabilitas pembangunan.

“Papua Tengah harus belajar mendeteksi sebelum terlambat. Jangan menunggu konflik baru kita bertindak,” tegas Gubernur Nawipa dalam sambutan yang dibacakan oleh Marthen Ukago.

Kewaspadaan dini harus menjadi budaya kerja pemerintahan yang hidup di setiap tingkatan, dari provinsi sampai kampung.

Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan tiga arah kebijakan utama dari Pergub Nomor 59 Tahun 2024 yang menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan di Papua Tengah.

Pertama, penguatan dasar hukum dan kelembagaan. Pergub ini menegaskan kembali peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai ujung tombak deteksi sosial di lapangan. FKDM diharapkan aktif hingga ke tingkat distrik dan kampung untuk menjadi mata dan telinga tercepat pemerintah dalam mendeteksi dinamika sosial di wilayah.

Kedua, membangun sinergi lintas institusi. Kewaspadaan dini merupakan urusan bersama, tidak bisa dijalankan secara parsial. Oleh karena itu, pemerintah mendorong koordinasi yang kuat antara Pemda, TNI, Polri, dan unsur intelijen negara agar informasi yang cepat dan akurat dapat mencegah potensi konflik berkembang menjadi krisis.

Ketiga, memperkokoh kerukunan dan stabilitas sosial. Papua Tengah dikenal sebagai provinsi dengan keberagaman suku, agama, dan golongan yang tinggi. Pergub ini juga diarahkan untuk memperkuat kerukunan antar-suku, antar-umat beragama, dan antar-golongan agar perbedaan menjadi sumber kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Gubernur Nawipa berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi menghasilkan output yang konkret, berupa pemahaman bersama, rencana aksi nyata dari setiap perangkat daerah, serta komitmen kolektif dalam mendukung program kewaspadaan dini.

“Setiap instansi, baik perangkat daerah maupun lembaga vertikal, harus memiliki langkah nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini. Termasuk mengalokasikan sumber daya dan anggaran agar program ini berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat sistem temu cepat dan lapor cepat (quick response system) dalam menanggapi isu sosial dan keamanan yang berpotensi mengganggu stabilitas pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Gubernur Nawipa menegaskan bahwa Pergub Nomor 59 Tahun 2024 merupakan instrumen vital dalam menjamin kelancaran pembangunan dan menciptakan Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera.

“Mari jadikan peraturan ini sebagai pedoman bersama untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar, masyarakat hidup dalam kedamaian, dan Papua Tengah terus maju dalam semangat kebersamaan,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Papua Tengah, para Bupati se-Provinsi Papua Tengah atau yang mewakili, pejabat eselon II, III, dan IV, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan narasumber dari instansi keamanan dan intelijen daerah serta rekan-rekan media sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas pemahaman publik terhadap kebijakan kewaspadaan dini daerah.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam membangun sistem deteksi sosial dan keamanan daerah yang tangguh, kolaboratif, dan berbasis partisipasi masyarakat, demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Koalisi HAM Papua Desak Presiden Bertindak, Dugaan Penyiksaan dan Salah Tangkap Warnai Operasi Aparat di Tambrauw

JAYAPURA, TOMEI.ID | Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua mendesak Presiden Republik…

3 jam ago

TPNPB Kodap IV Sorong Raya Umumkan Duka Nasional, Jenazah Peltu Alfons Sorry Diklaim Ditahan Militer Indonesia

JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi mengumumkan duka nasional atas gugurnya…

4 jam ago

Panen Perdana di Hitadipa: Kelompok Tani Air Madu Buktikan Kemandirian, Desak Dukungan Nyata Pemda Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Panen perdana komoditas kentang oleh Kelompok Tani Air Madu di Kampung…

5 jam ago

ASN Fleksibel Saat Libur Panjang: Modernisasi atau Ujian Pelayanan Publik?

Oleh: Andreas Gobay, S.Sos., M.A. Kebijakan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diterapkan…

1 hari ago

TPNPB Klaim Serangan di Maybrat, Sebut 8 Aparat Tewas dan Sita Senjata

MAYBRAT, TOMEI.ID | Kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung…

1 hari ago

Bupati Dogiyai Terbitkan Instruksi Tegas: Miras, Kekerasan, dan Pemalangan Dilarang

DOGIYAI, TOMEI.ID | Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai dan wakil bupati, Yuliten Anouw, menerbitkan Instruksi…

1 hari ago