Berita

Pemprov Papua Terima Kunker Dubes Kanada, Perkuat Kerja Sama Perlindungan Perempuan dan Anak

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dalam upaya memperkuat komitmen perlindungan sosial daerah dan memperluas kemitraan internasional strategis, Pemerintah Provinsi Papua menerima kunjungan kerja Kedutaan Besar (Kedubes) Kanada di Kantor Gubernur Papua, Rabu (11/2/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan pada pemantauan capaian program serta pembahasan kelanjutan kerja sama di bidang perlindungan perempuan dan anak, termasuk pencegahan kekerasan seksual yang masih menjadi tantangan serius di Papua.

Second Secretary Political and Public Affairs, Foreign Policy and Diplomacy Services (FPDS), Embassy of Canada to Indonesia and Timor-Leste, Arielle Sobhani, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mengevaluasi implementasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan rencana penguatan kerja sama ke depan.

“Kedutaan Besar Kanada menaruh perhatian pada program perlindungan perempuan dan anak serta upaya pencegahan kekerasan seksual di Papua yang membutuhkan penguatan kebijakan dan dukungan berkelanjutan,” ujar Arielle Sobhani.

Pelaksana Tugas Asisten Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, menjelaskan bahwa dukungan Pemerintah Kanada terhadap Papua telah berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang, khususnya pada isu perlindungan perempuan dan anak yang masih menjadi tantangan serius di daerah tersebut.

Menurut Suzana D. Wanggai, program tersebut didanai oleh Pemerintah Kanada dan saat ini dilaksanakan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) sebagai mitra pelaksana di lapangan melalui pendekatan berbasis komunitas dan pendampingan berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Papua telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah guna memastikan efektivitas serta keberlanjutan program secara terukur, akuntabel, dan selaras kebijakan nasional,” kata Suzana D. Wanggai.

Suzana D. Wanggai menambahkan bahwa hasil pembahasan bersama Pemerintah Kanada akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah, dengan tetap mengacu pada kebijakan nasional dan kerangka hubungan bilateral Indonesia–Kanada serta memperhatikan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari kemitraan Indonesia dan Kanada yang telah terjalin lama, dengan fokus pada penguatan isu sosial dan kesehatan masyarakat, termasuk perlindungan kelompok rentan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Intelektual Dogiyai Minta Polres Kedepankan Prosedur dan Pendekatan Humanis dalam Sweeping di Mauwa

DOGIYAI, TOMEI.ID | Intelektual Dogiyai, Fransiskus Yobee, meminta Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai mengedepankan prosedur hukum,…

8 jam ago

Puskesmas Warmare Capai Imunisasi 95 Persen, Edukasi Bahasa Daerah Sasar Warga di Tengah KLB Campak

MANOKWARI, TOMEI.ID | Puskesmas Warmare mengintensifkan pelayanan imunisasi campak-rubela di tengah upaya penanggulangan kejadian luar…

8 jam ago

Libatkan 1.200 Pemuda, Baptis Cup 2026 Jadi Ajang Persatuan Lintas Gereja di Papua Pegunungan

WAMENA, TOMEI.ID | Sebanyak 1.200 pemuda terlibat dalam Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026…

8 jam ago

Fredi Bunai Dorong Barista Muda Angkat Kopi Lokal Papua Tengah ke Pasar Dunia

NABIRE, TOMEI.ID | Pelatihan barista bagi Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Tengah diharapkan…

17 jam ago

Papua Tengah Catat Kesenjangan 30.941 Peserta Jaminan Sosial, 74 OAP Disiapkan Ikuti Pelatihan Kerja

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan…

17 jam ago

Meki Nawipa: Pendataan Akurat Jadi Kunci Tekan Pengangguran OAP di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya pendataan yang akurat untuk mengidentifikasi…

17 jam ago