Berita

Pemuda Dogiyai Sebut Melkias Keiya “Kepala Suku Gadungan”

NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda Dogiyai melontarkan kritik keras terhadap Melkias Keiya yang mereka sebut sebagai “kepala suku gadungan” menyusul pernyataannya terkait rencana aksi nasional mahasiswa dan pelajar Dogiyai yang akan digelar pada Senin, 11 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang aksi demonstrasi damai yang akan berlangsung di berbagai kota studi, termasuk di Nabire bersama IPMADO Kota Studi Nabire.

Dalam keterangannya, Pemuda Dogiyai, Ando Douw menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan merupakan demonstrasi damai, bermartabat, dan penuh tanggung jawab sebagai bentuk penyampaian aspirasi rakyat secara terbuka.

“Kami selalu pemuda Dogiyai yang akan turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi damai besok. Aksi besok adalah aksi demonstrasi damai, bermartabat dan penuh tanggung jawab,” ujar Ando dalam pernyataan resmi, Minggu (10/5/2026).

Mereka juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang dinilai sengaja dibangun untuk melemahkan gerakan aksi mahasiswa dan pemuda.

Sorotan utama diarahkan kepada pernyataan Melkias Keiya yang meminta mahasiswa mengedepankan dialog. Pemuda Dogiyai menilai pernyataan tersebut justru menjadi bentuk pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi masyarakat Papua.

“Pernyataan ini kami menilai bagian dari membungkam ruang demokrasi (ekspresi) di Papua Tengah – Nabire, yang mana rakyat secara bebas mau menyampaikan, mengekspresikan, dan mau merasakan kebebasan dan kesedihan penderitaan yang selama ini dibungkam terus,” tegas mereka.

Pemuda Dogiyai juga memperingatkan bahwa setiap upaya pembatasan terhadap aksi demonstrasi akan dianggap sebagai bagian dari rentetan persoalan yang selama ini dialami masyarakat Dogiyai.

“Dan kami secara tegas menyampaikan bahwa apapun pembatasan atau isu-isu yang dilakukan oleh pihak manapun untuk membatasi aksi kami, maka kami anggap sebagai pelaku dari rentetan peristiwa yang dialami oleh rakyat Papua di Dogiyai,” lanjut pernyataan tersebut.

Aksi nasional mahasiswa dan pelajar Dogiyai dijadwalkan berlangsung serentak di sejumlah kota studi sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan solidaritas terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IPMADEI Kendari Soroti Investasi dan Militerisme, Sampaikan Lima Tuntutan untuk Papua

KENDARI, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Deiyai (IPMADEI) Kota Studi Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara,…

50 detik ago

Gubernur Meki Nawipa Salurkan Alat Pascapanen Kopi, Petani Mimika Didorong Tingkatkan Nilai Jual

MIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dengan rendah hati menyalurkan bantuan lima jenis…

13 jam ago

Dinkes Papua Tengah Perkuat Mutu Pelayanan Rumah Sakit, Pelaporan Online Jadi Perhatian

TIMIKA, TOMEI.ID | Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan standar administrasi.…

15 jam ago

LMS 2026 Resmi Ditutup, Pemred Suara.com Dorong Terapkan Materi untuk Kemajuan Media Lokal

JAKARTA, TOMEI.ID | Local Media Summit 2026 yang digagas Suara.com resmi ditutup oleh Pemimpin Redaksi…

1 hari ago

IUP Tambang PT Kristalin Resmi Dicabut, PT Antam Disiapkan Kelola Tambang Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah resmi mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Kristalin Eka Lestari di…

2 hari ago

Bakom RI Soroti Media Kejar Viralitas, Bagaimana Nasib Kepercayaan Publik?

JAKARTA, TOMEI.ID | Di tengah persaingan media digital yang semakin cepat, mengejar viralitas tidak cukup…

2 hari ago