Berita

Peradi Jayapura Bentuk TIFA 8, Desak PSSI Hadirkan Wasit Asing dalam Laga Penentuan Persipura vs Adhyaksa FC

JAYAPURA, TOMEI.ID | Menjelang laga hidup-mati playoff promosi BRI Super League 2026/2027 antara Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC Banten, DPC Peradi Jayapura resmi membentuk Tim Independen Fair Play (TIFA 8) sebagai bentuk pengawalan terhadap jalannya pertandingan yang akan digelar Jumat (8/5/2026) di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pembentukan TIFA 8 disebut sebagai respons atas kekhawatiran publik Papua terhadap potensi ketidakadilan perangkat pertandingan yang dinilai pernah merugikan Persipura pada sejumlah momentum penting, termasuk musim 2009 dan 2022.

Ketua TIFA 8, Billy Marcelino Maniagasi, menegaskan bahwa tim tersebut hadir untuk memastikan pertandingan berlangsung adil, profesional, dan bebas dari keputusan kontroversial.

“Kami dari Peradi Jayapura membentuk TIFA 8 karena tidak ingin Persipura kembali dirugikan oleh keputusan perangkat pertandingan. Tensinya tinggi, karena itu kami menuntut fair play sejak awal,” tegas Billy Marcelino Maniagasi dalam keterangannya kepada wartawan di Jayapura, Kamis (7/5).

Dalam pernyataan resminya, TIFA 8 melayangkan sejumlah tuntutan kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Salah satu poin utama adalah mendesak penunjukan wasit netral yang memiliki rekam jejak bersih dan berlisensi FIFA, bahkan membuka opsi penggunaan wasit asing demi menjaga integritas pertandingan.

Selain itu, TIFA 8 juga meminta pengawasan ketat terhadap jalannya laga, termasuk terhadap Adhyaksa FC Banten yang disebut kerap dikaitkan dengan kemenangan kontroversial di sejumlah pertandingan sebelumnya.

Tak hanya itu, mereka turut mendesak optimalisasi penggunaan Video Assistant Referee (VAR) agar seluruh keputusan krusial di lapangan dapat diputuskan secara objektif dan menghindari kesalahan fatal yang berpotensi memicu polemik.

Di sisi lain, aparat keamanan diminta bertindak tegas dan profesional selama pertandingan berlangsung di Stadion Lukas Enembe guna mencegah provokasi maupun potensi konflik horizontal antarsuporter.

“Kami mengapresiasi Stadion Lukas Enembe sebagai venue pertandingan, tetapi sportivitas harus dijaga mati-matian. Persipura siap bermain all-out, kami hanya meminta wasit bertindak adil,” tambah Billy.

Ia menegaskan, masyarakat Papua menginginkan Persipura kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional melalui proses yang bermartabat dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Persipura adalah Mutiara Hitam yang layak promosi dengan cara terhormat. Satu Hati, Satu Tujuan!” ujarnya.

Pertandingan penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat, 8 Mei 2026, dan diprediksi menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari PSSI maupun PT LIB terkait tuntutan yang disampaikan TIFA 8. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Paroki K3 Damabagata Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan Rp5 Miliar dari Gubernur

DEIYAI, TOMEI.ID | Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memasuki hari kedua di Kabupaten…

6 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Sengketa Tapal Batas Kapiraya Tuntas Sebelum Desember

DEIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan sengketa tapal batas Kapiraya yang selama…

11 jam ago

Kunker ke Deiyai, Meki Nawipa Soroti Asrama dan Ekonomi Mama-Mama Papua

DEIYAI, TOMEI.ID | Setelah menuntaskan kunjungan kerja hari pertama di Kabupaten Dogiyai, Gubernur Papua Tengah,…

11 jam ago

Terima Rp500 Juta dan Bantuan Alkes, Maria Clara: Terima Kasih Pak Gubernur

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ucapan terima kasih disampaikan Direktur RSUD Pratama Dogiyai, dr. Maria Clara Giyai,…

1 hari ago

Meki Nawipa di Dogiyai: Politik Selesai, Jangan Palang Pembangunan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta masyarakat Kabupaten Dogiyai menghentikan berbagai tindakan…

1 hari ago

Dari Panen Kacang ke Panen Generasi, Meki Nawipa Mulai Babak Baru Pendidikan Mapia

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ada tempat yang tidak pernah meminta untuk disebut besar dan tidak selalu…

1 hari ago