WAMENA, TOMEI.ID | Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Distrik Tagime, Kabupaten Jayawijaya, Mikana Tabuni, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menyediakan kios atau ruko bagi perajin lokal guna memperluas pemasaran produk kerajinan khas Papua.
Permintaan itu disampaikan Mikana saat ditemui di kawasan Pasar Baru, Jalan Papua, Wamena, Sabtu (27/6/2026). Selama ini, seluruh hasil kerajinannya masih dipasarkan dari rumah karena belum memiliki tempat usaha permanen.
Mikana memproduksi beragam kerajinan khas Papua, di antaranya noken asli, noken rajut bermotif burung cendrawasih, anting-anting, gelang, pita rambut, bandana, sali, pot bunga, sepatu, sandal, rok rajut, topi rajut, hingga pakaian bermotif Papua yang dibuat secara mandiri.
“Di sini ada noken asli, ada noken benang yang sudah dirajut dengan motif burung cendrawasih. Ada warna cendrawasih jantan dan ada juga warna cendrawasih betina. Selain itu ada anting-anting, gelang, pita rambut, sepatu anyaman, sandal, pot bunga, sali, serta baju dengan berbagai motif hasil desain kami sendiri,” ujar Mikana.
Menurutnya, usaha tersebut menjadi sumber penghasilan utama keluarga sekaligus membiayai pendidikan dan membantu kebutuhan sosial masyarakat.
“Dari hasil jualan ini kami bisa membangun ekonomi keluarga. Kami bisa membantu biaya pendidikan adik-adik, membayar uang sekolah, uang kuliah, membeli kebutuhan pendidikan, bahkan membantu teman-teman atau keluarga yang sedang sakit untuk berobat,” katanya.
“Dari hasil jualan saya bisa menafkahi keluarga dan menambah ekonomi kami sebagai masyarakat lokal. Dengan kerajinan tangan sendiri kami bisa membantu ekonomi keluarga kami,” ungkapnya.
Meski permintaan pasar terus ada, keterbatasan tempat usaha menjadi hambatan utama pengembangan usahanya.
“Barang sudah ada, tetapi saya tidak punya tempat jualan. Sementara ini saya melayani pembeli dari rumah. Saya ingin berjualan di pasar atau tempat-tempat tertentu, tetapi saya tidak memiliki tempat,” tuturnya.
Mikana berharap pemerintah melalui dinas yang membidangi UMKM, koperasi, dan pariwisata memberikan dukungan berupa penyediaan kios atau ruko bagi pelaku usaha lokal.
“Saya minta kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, khususnya dinas-dinas terkait seperti UMKM dan pariwisata, agar memperhatikan usaha kami. Saya membutuhkan tempat atau ruko untuk berjualan sehingga produk-produk ini bisa dipasarkan dengan lebih baik,” harapnya.
“Usaha ini sudah mulai bangkit. Saya hanya membutuhkan tempat untuk berjualan agar hasil karya kami dapat dikenal lebih luas dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga maupun masyarakat,” tutup Mikana. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…
NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…
NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengajak seluruh pemerintah daerah se-Tanah…
NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Rasta Kribo Papua, Thedy Pekei, mendorong pemerintah daerah dan…
NABIRE, TOMEI.ID | Total hadiah pribadi Rp100 juta rupiah disiapkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa…