Berita

Perdamaian Perang Keluarga di Wamena Disepakati, Asis Lani: Ini Perang Pertama dan Terakhir

WAMENA, TOMEI.ID | Konflik perang keluarga yang sempat mengguncang Kabupaten Jayawijaya akhirnya resmi diakhiri melalui kesepakatan damai yang digelar di Mapolres Jayawijaya, Sabtu (24/5). Momentum perdamaian tersebut dinilai sebagai tonggak penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat persatuan masyarakat di Papua Pegunungan.

Koordinator Kum Profesional Kemah Injil di Tanah Papua, Asis Lani, menyebut perdamaian ini sebagai langkah bersejarah yang harus menjadi perang keluarga pertama sekaligus terakhir di wilayah Papua Pegunungan.

Dalam pernyataannya, Asis Lani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam proses penyelesaian konflik, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, hingga lembaga masyarakat.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Papua Pegunungan, Polda Papua, Kodam XVII Cenderawasih, para bupati, kapolres, dandim, serta seluruh tokoh masyarakat dan organisasi yang telah mengambil langkah perdamaian ini,” ujar Asis Lani.

Menurutnya, kesepakatan damai yang dicapai bukan sekadar penghentian konflik, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menjaga masa depan Papua Pegunungan agar tetap aman dan kondusif.

“Hari ini secara resmi perang keluarga sudah selesai. Langkah-langkah selanjutnya sesuai kesepakatan akan dilaksanakan. Harapan saya, perang ini menjadi perang pertama dan terakhir,” tegasnya.

Asis Lani yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB Papua Pegunungan menekankan bahwa Wamena dan Papua Pegunungan merupakan milik bersama seluruh masyarakat lintas suku, sehingga semangat persaudaraan harus terus dijaga demi pembangunan daerah.

“Wamena milik bersama, bukan satu suku. Untuk itu kita bergandengan tangan membangun Papua Pegunungan,” katanya.

Prosesi perdamaian turut dihadiri pimpinan dari kedua kelompok keluarga yang bertikai, yakni perwakilan dari Lani Jaya dan Wouma-Kurima. Kedua pihak secara terbuka menyatakan komitmen untuk mengakhiri konflik dan menjaga hubungan persaudaraan demi terciptanya keamanan serta kedamaian di Jayawijaya.

Kesepakatan damai tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Papua Pegunungan untuk menutup lembaran konflik sosial dan mengarahkan energi bersama pada pembangunan, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat Siap Kawal dan Sukseskan Pesparawi Nasional XIV 2026

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah Komite Pemuda Pembangunan Indonesia Timur Provinsi Papua Barat (DPD…

5 jam ago

Ratusan Massa Kibarkan Bendera Senegal dalam Pawai Solidaritas di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan mahasiswa, pemuda, dan warga menggelar pawai solidaritas dengan mengibarkan bendera Senegal…

9 jam ago

Kesenjangan IPM Tanah Papua Masih Tinggi, Papua Pegunungan Tertinggal Hampir 20 Poin dari Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Kesenjangan kualitas pembangunan manusia di Tanah Papua masih menjadi pekerjaan rumah besar…

14 jam ago

Papua Tengah Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV, Catat Sejarah Perdana sebagai DOB

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara…

15 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Kirim Empat Pemuda Pelopor ke Yogyakarta untuk Tingkatkan Kapasitas dan Pengembangan UMKM

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan memberangkatkan empat pemuda pelopor hasil seleksi dari…

16 jam ago

Der Panzer Pesta Gol, Jerman Gilas Curacao 7-1 di Grup E

TEXAS, TOMEI.ID | Tim Nasional Jerman tampil perkasa saat menghadapi Curacao pada laga perdana Grup…

1 hari ago