Berita

Perempuan Kimyal Didorong Jadi Pemimpin dan Agen Perubahan di Era Global

JAYAPURA, TOMEI.ID | Perempuan Kimyal didorong untuk mengambil peran lebih besar sebagai pemimpin, agen perubahan, dan penggerak pembangunan sumber daya manusia (SDM) di tengah tantangan peradaban global. 

Seruan tersebut mengemuka dalam Seminar Sehari bertema “Transformasi Perempuan Kimyal dalam Peradaban Global” yang diselenggarakan Peranan Wanita Ikatan Suku Kimyal di Gereja GBI Pengharapan, Camar, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan tujuh narasumber dari berbagai latar belakang tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas perempuan Kimyal dalam bidang pendidikan, kepemimpinan, moralitas, komunikasi, serta pembangunan karakter generasi masa depan.

Ketua Paniai, Nita Keroman,mengatakan seminar tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat kualitas dan partisipasi perempuan Kimyal dalam berbagai sektor kehidupan.

“Kami berharap kegiatan seminar sehari ini dapat menjadi kegiatan tahunan yang terus kami selenggarakan. Perempuan Kimyal wajib ikut serta dan menerima materi yang disampaikan oleh narasumber yang luar biasa dan kompeten. Kegiatan ini juga membutuhkan partisipasi dari semua pihak orang Kimyal yang ada di Jayapura,” ujarnya.

Menurut Nita, kehadiran masyarakat Kimyal dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus motivasi bagi panitia untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan perempuan.

Seminar diawali dengan pemaparan materi oleh Som Feri Dapla, yang mengangkat tema “Sejarah Perempuan Kimyal”. Ia mengulas perjalanan perempuan Kimyal dari masa lalu hingga saat ini serta tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Menurutnya, perempuan Kimyal perlu membangun moralitas yang kuat, karakter kepemimpinan yang baik, serta kemampuan mengelola kehidupan keluarga dan sosial secara bertanggung jawab.

Narasumber kedua, Betira Sub, yang dikenal sebagai salah satu perempuan Kimyal pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, membagikan pengalaman perjuangannya membuka akses pendidikan bagi perempuan Kimyal. Ia juga memberikan edukasi mengenai sejarah perjalanan perempuan Kimyal dalam memperoleh kesempatan belajar dan berkembang di berbagai bidang.

Sementara itu, Abirana Soll, memaparkan kilas balik perjuangan perempuan Kimyal sejak tahun 1963 hingga sekarang. Ia menilai perjuangan generasi terdahulu telah membuka jalan bagi perempuan Kimyal untuk berkiprah lebih luas dalam pendidikan, pengabdian, dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.

“Perjuangan awal perempuan Kimyal merupakan bagian penting dalam membuka akses pendidikan, pengabdian, dan memperkuat kedudukan perempuan dalam kehidupan masyarakat Kimyal,” katanya.

Pada sesi berikutnya, Irene Waromi, membawakan materi bertajuk “Cinta, Pacaran dan Seksualitas”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya perempuan Kimyal memiliki prinsip hidup yang kuat, integritas, tanggung jawab, dan keberanian dalam memimpin.

“Perempuan Kimyal harus berdiri memimpin, memiliki tanggung jawab yang tinggi serta menjunjung nilai moral dan integritas dalam kehidupan,” tegasnya.

Materi mengenai kepemimpinan perempuan disampaikan oleh Gerats Nepsan, melalui tema “Women’s Leadership”. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun generasi masa depan dan menciptakan perubahan sosial yang positif.

Menurutnya, kepemimpinan perempuan saat ini tidak lagi dipandang sebagai isu budaya semata, melainkan telah menjadi bagian dari nilai-nilai global yang ikut membentuk peradaban dunia modern.

Narasumber lain, Lesly Soll, membahas pentingnya etika dan komunikasi yang efektif dalam kehidupan perempuan Kimyal. Ia menilai banyak persoalan sosial dan kesalahpahaman yang berawal dari komunikasi yang tidak tepat.

“Kesalahpahaman sering muncul dari komunikasi yang salah. Karena itu, perempuan Kimyal perlu membangun etika komunikasi yang baik agar mampu menjaga hubungan sosial yang sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

Pengurus Ikatan Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Kimyal (IPM2K) Jayapura, Denias Nepsan, memberikan apresiasi atas pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana pembentukan moral, karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan perempuan Kimyal dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.

“Seminar sehari merupakan bagian dari pembentukan moral, karakter, dan intelektual dalam leadership women’s. Karena itu seluruh perempuan Kimyal semestinya berpartisipasi dengan antusias dan menjunjung tinggi semangat kolektif,” katanya.

Ketua Ikatan Suku Kimyal Jayapura, Metanus Soll, turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi energi bagi organisasi untuk terus menjalankan amanah yang diberikan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Kimyal di Jayapura.

“Terima kasih kepada Peranan Wanita Suku Kimyal, para partisipan, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Atensi dan dukungan yang diberikan menjadi semangat bagi kami untuk terus menjalankan amanah organisasi demi kemajuan masyarakat Kimyal,” tutupnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Tokoh Adat Wate Serahkan Pengelolaan Lahan kepada Jhon Kayame, Buka Jalan Pemukiman Baru Masyarakat Mee

NABIRE, TOMEI.ID | Tokoh Adat Suku Wate, Kostan Waray, secara resmi menyerahkan kuasa pengelolaan lahan…

10 jam ago

“Hutan Adat Adalah Hati Kami”, Seruan Masyarakat Kampung Subur Boven Digoel pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia

BOVEN DIGOEL, TOMEI.ID | Seruan "Hutan Adat Adalah Hati Kami" menggema dari masyarakat adat Kampung…

10 jam ago

Pemuda Adat Papua Serukan Hentikan Deforestasi dan Operasi Militer di Wilayah Adat

SORONG, TOMEI.ID | Puluhan pemuda adat dari kawasan Kepala Burung Papua menyerukan penghentian deforestasi, ekspansi…

10 jam ago

Sampah Muara Kaibus Diantar ke Kantor Bupati, Pemuda Sorsel Tuntut Penanganan Serius

TEMINABUAN, TOMEI.ID | Tumpukan sampah plastik dari Muara Sungai Kaibus diangkut menggunakan truk dan diantar…

11 jam ago

HUT Ke-62 Jemaat Maranatha, Pemprov Papua Tengah Tegaskan Gereja sebagai Pilar Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam…

11 jam ago

Mayor Aibon Kogoya Minta Operasi Militer di Intan Jaya Dihentikan, Sebut Jalan Trans Nabire sebagai Wilayah Perang

NABIRE, TOMEI.ID | Komandan TPNPB di Intan Jaya, Mayor Aibon Kogoya, meminta Pemerintah Indonesia dan…

14 jam ago