Berita

Tokoh Adat Wate Serahkan Pengelolaan Lahan kepada Jhon Kayame, Buka Jalan Pemukiman Baru Masyarakat Mee

NABIRE, TOMEI.ID | Tokoh Adat Suku Wate, Kostan Waray, secara resmi menyerahkan kuasa pengelolaan lahan adat kepada Jhon Kayame dalam mediasi yang berlangsung di kawasan Kimi Borate, samping Kompi Senapan, Kabupaten Nabire, Sabtu (6/6/2026).

Penyerahan tersebut disaksikan puluhan masyarakat dari Suku Wate dan Suku Mee sebagai bagian dari kesepakatan adat terkait pengaturan lahan yang diperuntukkan bagi masyarakat Suku Mee yang ingin menetap di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kostan Waray menyatakan bahwa dirinya menyerahkan kewenangan pengelolaan lahan seluas kurang lebih dua kilometer kepada Jhon Kayame untuk selanjutnya diatur bagi masyarakat Suku Mee.

“Saya menyerahkan dan melepaskan pengelolaan lahan ini sepenuhnya kepada adik Jhon Kayame. Untuk selanjutnya, khusus masyarakat Suku Mee yang berkepentingan dengan lahan ini dapat berkoordinasi langsung dengan yang bersangkutan,” ujar Kostan Waray.

Keputusan tersebut sekaligus menandai penyerahan tanggung jawab pengaturan lahan kepada Jhon Kayame sebagai perwakilan masyarakat Mee dalam proses penataan pemukiman di kawasan tersebut.

Menanggapi kepercayaan yang diberikan, Jhon Kayame menyampaikan apresiasi kepada tokoh adat dan masyarakat Suku Wate yang telah menyerahkan kewenangan pengelolaan lahan kepadanya.

“Saya sebagai anak adat Suku Mee yang lahir dari keluarga Waray menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mengatur lahan ini bagi masyarakat kami, khususnya warga Suku Mee yang berdomisili di Kabupaten Nabire dan wilayah Papua Tengah,” kata Jhon Kayame.

Jhon mengimbau masyarakat Suku Mee yang telah memperoleh bagian lahan agar segera mengurus perpindahan domisili secara resmi ke Kabupaten Nabire sebagai syarat administrasi bagi warga yang akan menetap dan membangun rumah di lokasi tersebut.

“Mulai sekarang, saya memberikan waktu selama dua minggu kepada masyarakat yang sudah mendapatkan lahan untuk mengurus surat pindah domisili dari daerah asal masing-masing ke Kabupaten Nabire,” tegasnya.

Menurut Jhon, penataan administrasi kependudukan menjadi langkah awal untuk mendukung pengembangan kawasan pemukiman yang tertib dan terorganisir.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah proses perpindahan domisili masyarakat selesai dilakukan, pihaknya akan berupaya mengusulkan pembentukan kampung baru kepada Pemerintah Kabupaten Nabire.

Menurutnya, keberadaan kampung baru nantinya diharapkan dapat mendukung penataan pemukiman masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan pemerintahan bagi warga yang tinggal di wilayah tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat memberikan perhatian serius kepada masyarakat Suku Mee yang berencana menetap dan membangun kehidupan di lokasi ini,” ujarnya.

Mediasi tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi bagian dari upaya penyelesaian serta penataan pemanfaatan lahan adat yang melibatkan masyarakat Suku Wate dan Suku Mee di Kabupaten Nabire. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

5 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

5 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

6 jam ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

6 jam ago

Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tutup Layanan Penyelesaian Adat di Jayanti

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tota Mapia, Fabianus Tebai, secara resmi menghentikan layanan…

11 jam ago

Kontrakan Mahasiswa Puncak Jaya di Bandung Belum Lunas, IPMAPUJA Desak Pemda Segera Menyelesaikan

BANDUNG, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Puncak Jaya di Kota Bandung, Jawa…

11 jam ago