Perpustakaan Kampung Kigamani Jadi Binaan Dinas, Dogiyai Perkuat Gerakan Literasi

oleh -1215 Dilihat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai menetapkan Perpustakaan Kampung Kigamani sebagai salah satu perpustakaan binaan melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas, disertai bantuan koleksi buku dan dana pembinaan, Selasa (3/11/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat budaya literasi dan memperluas akses belajar masyarakat mulai dari tingkat kampung, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.

banner 728x90

Kunjungan kerja tersebut disambut pengelola Perpustakaan Kampung Kigamani, penggerak Komunitas Literasi Dogiyai Maju (KLDM) Pos Kampung Kigamani, peserta kegiatan literasi yang terdiri dari anak-anak SD YPPK St. Paulus Idadagi, serta masyarakat setempat.

Kunjungan itu juga dimanfaatkan untuk melakukan pembinaan dan monitoring terhadap keberlangsungan perpustakaan kampung yang telah dibentuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai sejak 2023.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai, Obeth Magai, mengatakan pihaknya telah membentuk 13 perpustakaan kampung sejak 2023. Perpustakaan Kampung Kigamani menjadi salah satu fasilitas literasi yang mendapat perhatian melalui program pembinaan tersebut.

Menurut Magai, kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas perpustakaan, mengidentifikasi kendala, serta memastikan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.

“Dari 13 perpustakaan kampung yang kami bentuk sejak 2023, salah satunya Perpustakaan Kampung Kigamani. Sekarang kami turun ke lapangan melakukan pembinaan dan monitoring untuk memastikan apakah perpustakaan tersebut aktif menjalankan kegiatan atau masih berada di tempat,” ujar Magai.

Ia menjelaskan, hasil pemantauan terhadap masing-masing perpustakaan akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya.

Salah satu kendala yang ditemukan di Kampung Kigamani adalah belum tersedianya bangunan atau ruang belajar permanen. Selama ini, kegiatan membaca, menulis, dan berhitung masih memanfaatkan Balai Kampung Kigamani sebagai tempat belajar masyarakat.

Magai juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kampung Kigamani, Daud Tebai, yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan literasi, khususnya dalam menyediakan ruang belajar bagi anak-anak sekolah.

Menurutnya, dukungan pemerintah kampung dan inisiatif pengelola perpustakaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat.

“Atas nama Bupati Dogiyai, kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kampung Kigamani yang peduli terhadap masyarakat dan selalu mendukung pengelola perpustakaan untuk menyediakan ruang belajar bagi anak-anak sekolah,” katanya.

Melalui penetapan sebagai perpustakaan binaan, Magai berharap kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan pengelola perpustakaan semakin kuat dalam mengembangkan budaya membaca serta meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

“Ke depannya kita akan selalu berkolaborasi untuk mengembangkan perpustakaan dan mewujudkan visi Bupati Dogiyai tentang Dogiyai Cerdas, mulai dari kampung masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Kigamani, Daud Tebai, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai, khususnya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, atas kunjungan serta perhatian terhadap pengembangan tempat belajar masyarakat di Kampung Kigamani.

Tebai menjelaskan, selama ini kegiatan perpustakaan berjalan dengan memanfaatkan Balai Kampung yang telah diizinkannya sebagai tempat pelaksanaan aktivitas belajar bagi anak-anak dan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya mengembangkan fasilitas belajar permanen sejak tahun sebelumnya. Bahkan, pembangunan tempat belajar tersebut telah masuk dalam salah satu program yang direncanakan pada 2025.

Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap pelaksanaan program pembangunan.

“Perpustakaan di sini berjalan cukup baik di Balai Kampung yang saya izinkan. Saya juga sudah berupaya mengadakan tempat belajar permanen sejak tahun sebelumnya dan telah menjadi salah satu program saya pada 2025. Namun, dengan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan belum bisa dilakukan,” jelas Tebai.

Ia berharap perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada kunjungan dan pembinaan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui dukungan fasilitas yang dibutuhkan perpustakaan, terutama pembangunan ruang belajar permanen, penambahan koleksi buku, serta sarana pendukung kegiatan literasi.

Menurutnya, keberadaan fasilitas belajar yang memadai akan membantu pengelola dalam memperluas jangkauan pelayanan pendidikan bagi anak-anak dan masyarakat Kampung Kigamani.

Di sisi lain, Pengelola Perpustakaan Kampung Kigamani sekaligus penggerak KLDM Pos Kampung Kigamani, Hubertus Dogomo, S.H., mengatakan kegiatan literasi dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung telah berlangsung sejak 27 Februari 2024.

Menurut Dogomo, kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian untuk membantu memberantas buta huruf sekaligus menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

Ia menilai penetapan Perpustakaan Kampung Kigamani sebagai perpustakaan binaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai merupakan perkembangan penting bagi keberlanjutan gerakan literasi yang selama ini dijalankan secara mandiri.

“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang telah berkunjung ke tempat belajar perpustakaan kami. Kehadiran pemerintah membawa kejutan dan kebahagiaan bagi kami karena banyak hal baik yang telah kami terima, terlebih mulai hari ini tempat belajar kami menjadi Perpustakaan Kampung melalui keputusan Kepala Dinas,” ujar Dogomo.

Ia menegaskan, pengelola perpustakaan bersama KLDM Pos Kampung Kigamani siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan kegiatan literasi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

“Kami siap menjadi partner kerja pemerintah ke depan untuk mewujudkan visi Bupati Dogiyai tentang Dogiyai Cerdas dan motto Dogiyai Dou Enaa,” tuturnya.

Dogomo berharap penetapan sebagai perpustakaan binaan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pembinaan pengelola, pengembangan koleksi bacaan, serta keberlanjutan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung bagi anak-anak di Kampung Kigamani.

Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai, Pemerintah Kampung Kigamani, serta penggerak KLDM dalam membangun budaya literasi dari tingkat kampung.

Dengan dukungan pembinaan, koleksi buku, dana pembinaan, dan pengembangan fasilitas belajar, Perpustakaan Kampung Kigamani diharapkan dapat berkembang menjadi ruang belajar masyarakat yang berkelanjutan serta memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda di Kabupaten Dogiyai. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.