Berita

Persipegaf Akhiri Debut Nasional dengan Kebanggaan dan Janji Bangkit

BANTUL, TOMEI.ID | Perjalanan PERSIPEGAF Pegunungan Arfak di Putaran Nasional Liga 4 musim 2024/2025 resmi berakhir. Dalam laga terakhir Grup Q yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (3/5/2025), tim muda asal Papua Barat harus mengakui keunggulan Tri Brata Rafflesia FC dengan skor 1-3.

Kekalahan tersebut menjadi yang ketiga dari tiga pertandingan yang dijalani, menempatkan PERSIPEGAF di posisi juru kunci klasemen tanpa poin. Meski demikian, torehan ini tidak bisa disebut sebagai kegagalan total. Justru sebaliknya, kiprah mereka patut diapresiasi.

Didirikan pada awal tahun ini, Persipegaf menembus babak nasional dan bersaing di antara 32 tim terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Sebuah capaian luar biasa untuk tim yang masih berusia muda. Keikutsertaan mereka menandai langkah awal yang menjanjikan dalam dunia sepak bola nasional, terutama sebagai representasi dari Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Pada pertandingan terakhir, meskipun tertinggal secara skor, para pemain menunjukkan semangat pantang menyerah hingga peluit panjang. Gol hiburan ke gawang Tri Brata Rafflesia menjadi simbol dari perjuangan dan dedikasi tanpa henti. Mereka bertarung bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk membawa nama daerah dengan penuh kebanggaan.

Tri Brata Rafflesia FC dan Celebest FC Palu dipastikan melaju ke babak 16 besar. Sementara PERSIPEGAF dan Persip Pekalongan harus mengakhiri perjuangan mereka di babak 32 besar. Bagi tim asal Papua Barat ini, kegagalan lolos bukanlah akhir, melainkan jeda menuju lompatan yang lebih besar.

Manajemen, ofisial, dan tim pelatih menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Pegunungan Arfak atas dukungan penuh selama kompetisi berlangsung. Para pemain juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas hasil yang belum memuaskan.

“Kami hanya sampai di babak 32 besar, tapi ini bukan akhir. Kami akan berusaha lebih baik di musim depan,” ujar para pemain dalam video singkat berdurasi 48 detik yang diunggah pada Sabtu (3/5).

Perwakilan tim menegaskan bahwa turnamen ini menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan ke depan. “Ini bukan akhir, ini awal dari proses panjang kami. Kami tahu apa yang harus diperbaiki, dan kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Tim ini masih muda, tapi semangat dan cinta pada daerah sangat besar.”

Persipegaf pulang ke tanah Papua Barat bukan sebagai tim yang kalah, tetapi sebagai pembawa semangat dan harapan. Mereka kembali dengan kepala tegak, membawa pengalaman berharga dan tekad untuk kembali bersaing di level nasional pada musim berikutnya. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Penyerapan Anggaran Baru 20 Persen, Pemprov Papua Tengah Desak OPD Percepatan Realisasi Program

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendesak kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)…

10 jam ago

Pemprov Papua Tengah Ingatkan ASN Jangan Abaikan Pelayanan Publik Demi Piala Dunia

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)…

10 jam ago

SMPRPB Bakal Gelar Aksi di DPR Papua Barat, Tolak Pesparawi Nasional hingga PSN

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Papua Barat…

13 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Perkuat Ekonomi Kreatif OAP, Dorong UMKM dan Pelaku Seni Lebih Berdaya Saing

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan memperkuat upaya pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan…

13 jam ago

Ratusan Warga Padati Nobar Senegal Vs Prancis di Asrama Yalimo Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat memadati Asrama Mahasiswa Yalimo Kota Studi Manokwari…

1 hari ago

Panitia SAWABA IMPT KORYAL Yalimo Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Untuk Perkuat Solidaritas Mahasiswa di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Panitia Pelaksana Sambut Wajah Baru (SAWABA) Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Koordinator…

1 hari ago