Berita

Perumahan Puskesmas Bomomani Terbakar, Warga Desak Polisi Usut Tuntas

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kebakaran hebat melanda kompleks perumahan tenaga kesehatan di Puskesmas Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Kamis malam (26/6/2025).

Api melalap hampir seluruh bangunan, menyebabkan kepanikan warga dan mengganggu pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun warga sekitar mendesak aparat keamanan, dalam hal ini Polsek Mapia dan Polres Dogiyai, untuk segera melakukan penyelidikan dan mengungkap motif serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami minta Polsek dan Polres segera bertindak. Ini fasilitas publik. Kalau ini dibiarkan, pelayanan kesehatan masyarakat yang jadi korban,” ujar salah satu tokoh masyarakat Bomomani, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Dalam pantauan redaksi, kobaran api terlihat jelas membakar bagian atap hingga ke dalam bangunan. Tidak tampak adanya kendaraan pemadam kebakaran di lokasi saat api masih berkobar, diduga karena keterbatasan armada di wilayah pedalaman Dogiyai.

Sejumlah warga dan tenaga medis dilaporkan berusaha menyelamatkan peralatan dan barang penting, namun tidak banyak yang bisa diselamatkan. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka dalam insiden tersebut.

Pemerintah daerah dan instansi kesehatan setempat diminta segera turun tangan memastikan kelanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Distrik Mapia. Warga juga berharap adanya transparansi dalam proses penyelidikan, agar insiden serupa tidak terulang kembali.

“Jangan sampai kejadian ini tenggelam tanpa kejelasan. Ini bukan hanya soal bangunan terbakar, tapi tentang jaminan keselamatan bagi tenaga medis yang bertugas di wilayah rawan,” tambah tokoh pemuda setempat.

Redaksi tomei.id telah menghubungi pihak Polres Dogiyai untuk dimintai keterangan resmi, namun hingga malam ini belum ada tanggapan.

Kebakaran ini menambah daftar panjang kasus pembakaran fasilitas publik di wilayah Papua Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah diminta untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap pengamanan fasilitas vital, terutama di daerah terpencil. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

TPNPB Sebut Paskalis Pogau Warga Sipil, Minta Aparat Hentikan Penangkapan Sewenang-wenang

JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM menyatakan seorang warga bernama Paskalis Pogau ditangkap…

9 jam ago

Gubernur Papua Barat Wajibkan ASN, Pegawai BUMN, dan BUMD Gunakan Noken Setiap Kamis

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN),…

9 jam ago

YKKMP Serahkan Barang Bukti Ledakan Maut ke Polres Lanny Jaya, Desak Pelaku Diungkap

WAMENA, TOMEI.ID | Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan…

9 jam ago

448 Mahasiswa KKN UNIPA Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Teluk Wondama

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ketua Pengelola Kelas Wondama Universitas Papua (UNIPA), Jhony Aninam, mengajak 448 mahasiswa…

10 jam ago

UNIPA Kirim 448 Mahasiswa KKN ke Teluk Wondama Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Universitas Papua (UNIPA) mengirim 448 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata…

10 jam ago

Disdikbud Papua Tengah Tegaskan Informasi Pengajuan Biaya Akhir Studi yang Beredar di WhatsApp adalah Hoaks

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa informasi mengenai…

13 jam ago