Berita

Presiden Prabowo Instruksikan Kepala Daerah se-Papua Percepat Swasembada Pangan dan Energi

JAKARTA, TOMEI.ID | Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan strategis kepada seluruh pimpinan daerah se-Tanah Papua di Istana Negara, Selasa (16/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan tiga pilar utama pembangunan: swasembada pangan, kemandirian energi, dan pengamanan kekayaan negara.

Akselerasi Pembangunan dan Pengamanan Aset
Presiden menegaskan bahwa Papua merupakan prioritas nasional dalam agenda pemerataan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang besar di Papua harus dilakukan secara berdaulat dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal.

“Pembangunan ekonomi tanpa pengamanan aset negara berpotensi menimbulkan ketimpangan dan kerawanan sosial,” tegas Presiden Prabowo di depan 6 gubernur, 42 bupati/wali kota, serta 10 anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua yang hadir.

Dalam konteks ketahanan nasional, Presiden memproyeksikan Papua sebagai kawasan strategis pengembangan energi, baik melalui pengelolaan fosil yang bertanggung jawab maupun energi terbarukan. Presiden juga memberikan instruksi khusus agar setiap kabupaten mampu memproduksi pangannya sendiri.

“Kita akan membantu saudara-saudara supaya setiap kabupaten bisa swasembada pangan,” ujar Presiden, menekankan bahwa pembangunan tidak boleh lagi bersifat sentralistis, melainkan harus memperkuat kemandirian daerah.

Di luar sektor ekonomi, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan fasilitas publik. Fokus utama mencakup renovasi dan pembangunan sekolah umum maupun sekolah rakyat guna menjawab tantangan pendidikan.

Selain itu, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan rumah sakit serta peningkatan layanan kesehatan dasar, yang dibarengi dengan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal serta perbaikan konektivitas infrastruktur di seluruh wilayah Papua.

Presiden menutup pengarahannya dengan menekankan bahwa seluruh rencana pembangunan ini hanya bisa terwujud jika stabilitas keamanan terjamin. Keamanan dinilai sebagai prasyarat utama agar investasi, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan berkelanjutan.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam kerangka Otonomi Khusus, demi memastikan kesejahteraan rakyat Papua tercapai secara terukur dan berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Yohanes Kemong Desak Bupati Mimika Mundur dari Jabatan, Ini Alasannya!

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah dari daerah pemilihan Kabupaten Mimika,…

21 jam ago

Warga Wolo Pertanyakan Kelayakan Jembatan Kali Ilu, Minta Dinas PU Buka Transparansi Anggaran

WAMENA, TOMEI.ID | Masyarakat dan pemerintah kampung di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, membantah…

21 jam ago

Perpustakaan Kampung Kigamani Jadi Binaan Dinas, Dogiyai Perkuat Gerakan Literasi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai menetapkan Perpustakaan Kampung Kigamani sebagai…

23 jam ago

KPA Paniai Salurkan Bantuan Pangan, Dorong Dukungan Nutrisi bagi ODHA

PANIAI, TOMEI.ID | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi Orang…

23 jam ago

Jembatan Puluhan Miliar di Jayawijaya Diprotes Warga: Goyang Saat Dilintasi dan Tak Layak Fungsi

WAMENA, TOMEI.ID | Proyek pembangunan Jembatan Kali Wolo di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, yang dikerjakan…

23 jam ago

Sempat Tertunda akibat Konflik, Pemuda Baptis Cup 2026 Kembali Digulirkan Besok

WAMENA, TOMEI.ID | Turnamen sepak bola Pemuda Baptis Cup 2026 yang sempat terhenti akibat konflik…

1 hari ago