Berita

PSN Papua Selatan Picu Polemik: Gubernur Ajak Dukungan Masyarakat Adat Tempuh Jalur Hukum

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Papua Selatan kembali menjadi sorotan. Pemerintah daerah mengajak masyarakat mendukung program tersebut, sementara sebagian masyarakat adat justru menyatakan penolakan dan menempuh jalur hukum.

Perdebatan muncul karena proyek yang diklaim bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional tersebut dinilai berdampak langsung terhadap tanah ulayat serta kawasan hutan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat adat.

Ekspansi Perkebunan Skala Besar

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan luas perkebunan kelapa sawit di Papua Selatan hingga Februari 2026 telah mencapai sekitar 97,77 ribu hektare. Pengembangan perkebunan skala besar tersebut disebut berkaitan dengan program pembangunan yang masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional.

baca juga: Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Proyek Jalan 135 KM Penunjang PSN Merauke ke PTUN Jayapura

Selain kelapa sawit, beberapa komoditas perkebunan lain juga berkembang di wilayah tersebut, antara lain karet seluas 8,73 ribu hektare, kelapa 6,07 ribu hektare, serta kakao sekitar 0,09 ribu hektare.

Data dari Nusantara Atlas juga menunjukkan ekspansi perkebunan tersebut menandai perubahan penggunaan lahan dalam skala besar di wilayah Papua Selatan.

baca juga: PMKRI Merauke Tolak Tegas Jalan Wanam–Muting 135 Km, Soroti Deforestasi 8.691 Hektare dan Dugaan Tekanan terhadap Masyarakat Adat

Sementara itu, data Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Merauke mencatat deforestasi di kawasan Wanam–Muting mencapai 8.691 hektare.

Perubahan Status Hutan

Pada 2025, pemerintah pusat melalui keputusan Menteri Kehutanan mengubah status kawasan hutan seluas 486.939 hektare di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

baca juga: BEM Universitas Musamus Merauke Tolak Jalan 135 Km, Ungkap Dugaan Deforestasi 8.691 Hektare

Perubahan status tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 591 dan 430 Tahun 2025. Kawasan tersebut direncanakan untuk pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional. Namun kebijakan ini memicu keberatan dari sebagian masyarakat adat yang menilai perubahan status kawasan hutan dilakukan tanpa persetujuan mereka sebagai pemilik tanah ulayat.

baca juga: PSN di Tanah Adat Kamuyen Picu Konflik, Solidaritas Merauke Desak Intervensi Pemerintah Papua Selatan

Pada 10 Februari 2026, sejumlah masyarakat adat mengajukan keberatan administratif terhadap penebangan hutan serta perubahan fungsi lahan di wilayah tersebut.

Gugatan ke PTUN

Penolakan terhadap proyek PSN juga ditempuh melalui jalur hukum. Lima perwakilan masyarakat adat Malind pada 5 Maret 2026 mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jayapura.

Gugatan tersebut berkaitan dengan Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup untuk pembangunan jalan akses sepanjang 135 kilometer pada ruas Wanam–Muting, yang menjadi bagian dari proyek PSN.

Perwakilan masyarakat adat menyebut pembangunan proyek tersebut berpotensi menghilangkan tanah ulayat serta sumber pangan tradisional masyarakat, termasuk hutan sagu yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.

Selain itu, proyek tersebut dinilai dapat memicu deforestasi besar, konflik sosial, serta ancaman terhadap keberlanjutan budaya masyarakat adat.

Ajakan Gubernur Papua Selatan

Di tengah polemik tersebut, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo kembali mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Selatan di Masjid Nurul Huda, Kabupaten Mappi, Kamis (5/3/2026).

Apolo Safanpo menyampaikan pemerintah pusat saat ini menjalankan dua program utama, yakni ketahanan pangan dan ketahanan energi. Menurut Apolo Safanpo, Provinsi Papua Selatan memiliki peran strategis dalam mendukung kedua program tersebut.

“Papua Selatan mendapat dua Program Strategis Nasional untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi yang saat ini sementara berjalan. Mari kita sama-sama mendukung kebijakan Presiden dan kebijakan negara,” kata Apolo Safanpo.

Apolo Safanpo juga menyampaikan program tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Perdebatan Terus Berlanjut

Meski demikian, sejumlah pihak menilai ajakan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan aspirasi sebagian masyarakat adat yang merasa tanah ulayat mereka terancam oleh ekspansi proyek.

Beberapa kelompok masyarakat juga menilai pemerintah daerah belum menjelaskan secara terbuka dampak lingkungan serta dampak sosial dari proyek tersebut kepada masyarakat.

Perdebatan mengenai pelaksanaan PSN di Papua Selatan pun masih terus berlangsung di tengah pro dan kontra masyarakat.

Di satu sisi pemerintah mendorong percepatan pembangunan nasional, sementara di sisi lain masyarakat adat mengkhawatirkan masa depan tanah ulayat, hutan, serta keberlanjutan budaya mereka. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Rabu Depan, MUSORMA V IMPPETANG Resmi Digelar di Jayapura, Konsolidasi Mahasiswa Pegunungan Bintang Dimulai

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Organisasi Mahasiswa…

7 jam ago

Warga Kiworo Laporkan Dugaan Penyerangan dan Pembakaran ke Polres Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kepala Kampung Kiworo bersama perwakilan pemuda dan intelektual Kampung Kiworo, Distrik Kimaam,…

7 jam ago

Satpol PP Dogiyai Targetkan Layanan 24 Jam Mulai September, Damkar dan SDM Segera Dibentuk

DOGIYAI, TOMEI.ID | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai menargetkan penerapan layanan 24…

8 jam ago

HUT Ke-4 Papua Tengah Berakhir, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Evaluasi Kinerja dan Luncurkan Program BANGKIT

NABIRE, TOMEI.ID | Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah resmi ditutup…

8 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Gedung Baru Harus Jadi Pusat Inovasi Petani dan Peternak Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meresmikan Gedung Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi…

9 jam ago

Mahasiswa Tolikara di Manokwari Desak Realisasi Asrama, Pemkab Janji Tuntaskan Kontrakan dan Evaluasi SIMARA

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Manokwari menyampaikan apresiasi…

2 hari ago