Berita

Puluhan Mahasiswa Teluk Bintuni di Manokwari Belum Terima Bansos Pendidikan, Ikatan Mahasiswa Soroti Keterlambatan Pencairan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Manokwari menyoroti keterlambatan pencairan bantuan sosial (bansos) pendidikan bagi mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni yang hingga kini belum diterima seluruh penerima manfaat.

Persoalan tersebut disampaikan Sekretaris Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Manokwari, Matias Wirsin, saat memberikan keterangan di Asrama Mahasiswa Teluk Bintuni, Manokwari, Senin (11/5/2026) sore.

Menurut Matias, keterlambatan pencairan bantuan pendidikan bukan persoalan baru. Ia menyebut pada pencairan bansos pendidikan tahun 2025 tahap II masih terdapat puluhan mahasiswa yang belum menerima bantuan. Kondisi serupa kembali terjadi pada pencairan tahap I tahun 2026.

“Dari total berkas mahasiswa sebanyak 474 orang, masih ada sekitar 70 mahasiswa di Kota Studi Manokwari yang belum menerima pencairan bansos,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pada tahun 2025 tahap II tercatat sekitar 89 mahasiswa belum menerima bantuan pendidikan. Hingga memasuki tahun 2026, sebagian mahasiswa kembali mengeluhkan keterlambatan pencairan dana yang dinilai mulai mengganggu kebutuhan perkuliahan.

Di tengah belum jelasnya proses pencairan tersebut, sebagian mahasiswa yang dikoordinir pengurus Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Manokwari bahkan melakukan aksi protes di Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni pada hari yang sama.

“Ketua dan bendahara bersama anggota Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Manokwari di hari ini juga ada demo di Dinas Pendidikan Teluk Bintuni,” ujar Matias.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima mahasiswa, Surat Perintah Membayar (SPM) disebut telah diterbitkan sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini dana bantuan pendidikan belum sepenuhnya diterima mahasiswa penerima manfaat.

Matias mengatakan persoalan tersebut tidak hanya dialami mahasiswa di Kota Studi Manokwari, tetapi juga mahasiswa asal Teluk Bintuni yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota studi lainnya, termasuk Sorong.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui dinas terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai proses pencairan sekaligus mempercepat penyaluran bantuan agar tidak berdampak terhadap aktivitas akademik mahasiswa.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah supaya mahasiswa yang memang terdaftar sebagai penerima dapat segera menerima haknya,” tegasnya.

Selain mendesak percepatan pencairan, pihaknya juga meminta adanya transparansi dalam mekanisme penyaluran bansos pendidikan karena sumber pembiayaan bantuan tersebut berasal dari APBD dan dana Otonomi Khusus (Otsus).

Matias menilai pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan perlu turun langsung melakukan pendataan mahasiswa secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahan administrasi maupun keterlambatan penyaluran bantuan pendidikan di kemudian hari.

Menurutnya, pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), sehingga bantuan pendidikan harus tepat sasaran dan benar-benar membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi mereka.

“Kami berharap ke depan penyaluran bansos pendidikan dapat berjalan lebih baik, transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa,” tutupnya.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

8 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

8 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

9 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

14 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

15 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

16 jam ago